Saya senang melihat festival. Karena bagi saya festival bisa memberikan gambaran ringkas akan kultur dan budaya suatu bangsa. Di festival kita bisa melihat bagaimana mobilisasi massa peserta pestival dan penontonnya, keanekaragaman warna budaya , keunikan yang ditampilkan, spririt dan euforia serentak, kebersamaan dalam perbedaan bahkan kesatuan atas satu tujuan. Setiap bangsa, setiap daerah, suku bahkan sekumpulan komunitas dapat menjadikan festival sebagai ungkapan kegembiraan bersama atas suatu moment bersejarah, rasa syukur atas suatu pencapaian keberhasilan, sebagai sarana untuk mempererat pertautan antar budaya yang berbeda. Bagi kalangan raja raja atau bangsawan moment bersejarah yang terjadi di kalangan keluarga raja misalnya kelahiran putra raja, pernikahan, penobatan, kembalinya pejuang dari peperangan yang membawa kemenangan kemudian diperingati secara besar besaran sebagaimana suatu festival.

Mungkin anda pernah mendengar Beer Festival, festival yang menampilkan berbagai jenis beer yang diproduksi dan dikonsumsi suatu daerah. Beragam keunikan dan kemeriahan ditampilkan. Saya bukan peminum  minuman yang mengandung alkohol. Suatu waktu saya dan istri tertarik untuk melihat Beer Festival di Ludwisberg Germany. Sebagai rasa keingintahuan akan kultur budaya setempat. Sejak pagi hari hampir semua orang dewasa (dan remaja) beramai ramai menuju tempat festival dengan mengenakan berbagai jenis atribut, menarik gerobak berisi beer. Sambil bernyanyi riang gembira dan sesekali meneriakan yel yel. Setiap kelompok berlomba untuk tampil seunik dan semenarik mungkin. Semua orang menikmati penampilan mereka dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Menjelang siang hari semua peserta festival sudah berkumpul di lapangan terbuka tepatnya di padang rumput ditengah tengah perkebunan. Tenda tenda yang menampilkan berbagai jenis beer dan makanan ringan penuh dengan peserta dan penonton festival. bangku dan meja panjang di gelar di bawah sinar matahari spring juga penuh dan meriah. anak anak riang gembira berlarian di sekitar festival dan mencoba berbagai jenis permainan. Petugas kepolisian dan hospital standby di tempat untuk membantu kelancaran festival. Saya tidak melihat ada biaya tinggi yang dikeluarkan untuk festival seperti ini. Penyelenggaraan yang simpel, sederhana dan mampu memikat semua pengunjung. Festival beer ini juga menjadi ajang pertemuan antara kawan yang mungkin sudah lama tidak bertemu.Festival beer setiap tahunnya diadakan di berbagai negara di eropa, USA dan Canada.

Suatu waktu di musim panas saya pernah menyaksikan upacara pergantian pengawal istana Buckingham di pusat kota London, UK. Suatu upacara rutin tapi berlangsung sangat unik dan menarik. Ribuan penonton (termasuk turis asing tentunya) memadati pagar depan istana berlomba mendapat tempat di depan dan siap mengabadikan segala aktifitas pengawal kerajaan yang berkostum lengkap dan sangat rapi. Pasukan kaveleri berkuda dari kerajaan berpakain ksatria sangat menarik dan fantastis. Kudanya bepostur tinggi, tegap dan gagah serasi dengan penunggangnya berbaris rapi di dalam pagar istana, Di luar pagar pasukan polisi berkuda mengatur penonton supaya tidak terlalu dekat dengan prosesi upacara. Anak anak digendok di atas pundak ayahnya untuk bisa melihat jalannya upacara. Tepuk tangan penonton untuk setiap prosesi menarik yang diperagakan para pengawal. Mulai dari laporan kepala pasukan penjaga yang lama dan pengambil alihan kepada kepala pasukan penjaga yang baru tiba. Barisan tegap para pengawal istana dengan seragam khas marna merah dan topi woll hitam menambah kagum para pengunjung. Prosesi yang sederhana namun tertata rapi mampu memikat ribuan pengunjung.

Peringatan National Day di Norway luar biasa fantastis dan menarik. Forecast cuaca memperkirakan di hari nasional akan hujan sepanjang hari. Dua anak saya menjadi peserta Parade mewakili sekolah mereka. Syaikha bertugas membawa bendera kebangsaan Indonesia dan Syahla memainkan klarinet di marching band sekolah mereka. Pemerintah kota Stavanger sejak beberapa hari sebelumnya sudah mengumumkan jadual kegiatan National Day di media massa, termasuk rute rute dan seluruh peserta yang akan memeriahkan parade. Saya dan keluarga tentunya sudah bersiap siap sejak dua hari sebelumnya. Tiga minggu sebelum Nasional Day saya sangat sering menjumpai Ibu-ibu, Nenek dan gadis Norway mengenakan Bunad pakain traditional Norway. Saya sangat kagum dengan keindahan Bunad. Setiap orang yang memakainya terkesan anggun, rapi dan sangat menarik.  Di hari Nasional semua pria dan wanita , orang tua dan anak anak mengenakan Bunad baik peserta parade ataupun penonton. Dengan pakaian yang berwarna warni semuanya bergembira ria dan bangga akan bangsanya. Bendera Norway berkibar di mana mana. Sayapun memasang bendera di atas teras rumah untuk menghormati bangsa yang sedang bergembira.  Dibawah guyuran hujan dan temperatur 6 derajat, semangat peserta parade dan penonton tidak luntur. Berbagai atraksi menarik diperagakan. Pemerintah membagi bagi rute parade dalam beberapa warna dengan start dan finish yang berbeda supaya tidak ada kemacetan lalu lintas. Saya dan keluarga mengikuti Parade warna hijau. Penonton berjejer rapi di tepi jalan melambaikan bendera dan menyambut meriah setiap atraksi. Ada parade dansa yang di gelar sekolah menengah, marching band hampir semua sekolah termasuk dari sekolah International anak saya. Di barisan terdepan petugas pemadam kebakaran dengan mobil branwir tua tapi masih mengkilat dan cemerlang dikawal polisi bermotor. Kedua anak saya terlihat sangat bersemangat dan menikmati Parade, pengalaman pertama bagi mereka. Saya teringat ketika masih SD, SMP dan SMA di kampung halaman. setiap menjelang 17 Agustus selalu ada lomba gerak jalan dan parade. Saya selalu ikut parade dan menikmati persiapan dan pelaksanaannya.

Bagaimana dengan festival kebudayaan seperti Erau misalnya? apabila dikelola secara profesional dan dikemas rapi saya yakin mampu mendatangkan puluhan ribu turis. Karena Erau sangatlah penuh dengan pesan budaya dan moral. Keunikan kultur dan keanekaragamannya saya kira akan mampu membuat decak kagum para turis. terlebih lagi Erau bisa dijadikan ajang mempersatukan suku suku yang ada di Kalimantan, bersatu dalam perbedaan. Acara seremoni yang tidak ada hubungannya dengan akar kultur setempat misalnya penyambutan yang berlebihan terhadap pejabat pemerintah sebaiknya dihapuskan karena ia akan menjadi sumber pemborosan. Tidak perlu pengeluaran dana yang besar apabila semua peserta festival datang untuk untuk satu tujuan yaitu melestrarikan budaya leluhur dan memperkenalkannya kepada dunia luar.

Introduce our unique cultures to the world, send the message to them that we love peace and freedom in different way that we behave.

Suatu saat di makan siang bersama rekan rekan sekantor, kami membahas masalah noise yang bersumber dari pesawat udara. Salah seorang rekan kerja saya berkebangsaan Inggris sudah lebih dari lima bulan mencari rumaah tinggal untuk dibeli. Saat ini dia tinggal bersama istri dan mertuanya di rumah warisan orang tua istrinya. Di Stavanger harga property sangatlah mahal . Marketnya tuff dan harganya naik terus setiap tahunnya. Untuk membeli rumah setiap pembeli mesti ikut bidding dan penawar dengan harga tertinggi memiliki hak untuk memenangkan bidding. Salah satu rumah yang menarik perhatiannya kebetulan berdekatan dengan tempat tinggal saya. Dia tertarik dengan pemandangan dan lingkungan sekitar rumah tersebut. Namun ketika dia mengunjungi rumah tersebut dia beberapa kali melihat pesawat melintas dari balik bukit menuju arah bandar udara terdekat. Disaat makan siang itu dia bertanya ke saya apakah saya merasa terganggu dengan kebisingan dari pesawat. Saya tanya dimana tepatnya rumah yang sedang dia lihat untuk dibeli. Dia menunjukan peta rumah tersebut dan ternyata berjarak sekitar 1,5 kilometer dari tempat tinggal saya. Saya katakan bahwa rumah yang dia taksir berada pada posisi yang jauh lebih baik dari tempat tinggal saya. Karena bila siang hari hampir setiap 15-30 menit pesawat melintas tepat vertikal di atas atap rumah saya. sekalipun dengan ketinggian yang cukup tinggi tetapi raungan mesin pesawat jet atau deru mesin helikopter tetap terdengar jelas sekalipun semua pintu dan jendela tertutup rapat. Saya sebelumnya tidak melakukan riset soal kebisingan pesawat tersebut dan baru menyadari setelah beberapa lama tinggal di sini.

Saya bertanya apakah di Eropa ada sistem pemberian kompensasi terhadap masyarakat yang bertempat tinggal berdekatan dengan sumber bising yang kontinyu misalnya jalur pesawat terbang dan jalan tol. Kompensasi yang saya maksud berupa pengurangan tax, pemeriksaan kesehatan rutin hingga perbaikan sistem peredam bising di bangunan rumah. Jawabannya kompensasi baru diberikan apabila ada protes dari masyarakat. Namun salah seorang rekan yang berkebangsaan Norway bilang untuk perumahan di tepi jalan raya,disini  semuanya dipagari dengan pagar kayu peredam kebisingan dan antara perumahan dan pagar ada buffer zone. Menurut saya hal tersebut adalah hal yang biasa. malah di Dubai pagar pembatasnya selain tembok beton tinggi diluarnya di beri tanaman yang bisa meredam suara. Kawan dari Norway ini bilang pernah suatu ketika ada seorang walikota yang rumah tinggalnya berdekatan dengan lapangan udara. Karena dia merasa sangat terganggu dengan kebisingan suara mesin pesawat diapun mengajukan protes. Karena yang protes adalah walikota maka rumah sang walikota diperbaiki oleh otoritas bandar udara dengan cara diberi sistem peredam suara. Namun hanya rumah Walikota yang diperbaiki, rumah warga lain yang tidak protes tidak mendapatkan perbaikan. Menurut kawan saya ini kompensasi diberikan karena yang protes Walikotanya sendiri. Intinya pihak berwenang tidak pro aktif memberikan kompensasi kebisingan kepada warga biasa apalagi yang tidak protes.

Pembicaraan kami kemudian berkembang soal keadilan. Di UK keadilan bagi keluarga kerajaan dan kaum bangsawan akan sangat berbeda dengan keadilan yang didapat oleh rakyat biasa. Keadilan yang dimaksud bisa berupa perlakuan dan pelayanan yang berbeda, rasa menghargai yang berbeda, perlindungan dan keamanan yang berbeda bahkan sebutan atau panggilan yang berbeda. Pertanyaannya mengapa negara yang terkenal dengan mengedepankan hak asasi manusia ternyata membuat sistem keadilan yang sangat timpang antara keluarga kerajaan dengan rakyat biasa, antara politisi dan bukan politisi, antara kulit putih dengan kulit berwarna, antara penduduk asli dan immigrant. Saya hanya bisa menduga bahwa yang namanya keadilan itu penjelasannya dan penerapannya dimulai dari kalangan atas (Kerajaan dan bangsawan) demi untuk kepentingan mereka sendiri berupa kelanggengan kekuasaan dan kenikmatan menjadi kaum bangsawan, penguasaan terhadap yang lemah, dan eksploitasi besar besaran terhadap rakyat biasa. Sementara penerapan keadilan bagi rakyat biasa lebih bertumpu pada hal hal yang sangat dasar misalnya hak yang sama untuk mendapatkan pekerjaan bagi wanita dan pria, bagi orang normal dan kaum cacat tubuh, bagi orang sehat dan pengidap HIV dsb. Sangat bisa diraba bahwa keadilan itu sebenarnya melekat dengan siapa saja yang memiliki harta dan kekuasaan lebih besar.

Di semenanjung arabia lain lagi, penduduk asli mendapat kesempatan, pendapatan dan perlakuan yang sangat jauh berbeda dengan pendatang ataupun immigrant. Sangatlah terasa bahwa tanpa disadari sistem kasta berlaku. Kekuasaan keluarga kerajaan hampir tanpa batas, perlakuan dan perlindungan terhadap penduduk adalah luar biasa. Seorang kawan bercerita ke saya bahwa apabila ada pria bukan penduduk asli melamar seorang wanita penduduk asli maka si pria tersebut dianggap merendahkan martabat mereka bahkan bisa dianggap sebagai penghinaan. Bagaimana di negara Indonesia tercinta? setali tiga duit alias sami mawon. Keadilan hanya milik mereka yang berkuasa dan mempunyai harta.  Pertanyaannya mengapa keadilan sulit dicapai oleh manusia? argumen saya adalah Keadilan itu hanya milik Yang Maha Kuasa. Manusia baru bisa mendekat kepada keadilan apabila dia mampu berbuat adil kepada dirinya sendiri. Mampu menghapus keangkuhan dirinya, menghilangkan rasa kehausan dan kekuasaan akan tahta, meredam rasa memiliki atas harta dan mampu menepis rasa mengutamakan dan mementingkan dirinya sendiri. Artinya suatu masyarakat dan bangsa yang mendidik anak anaknya menjadi egosentris maka akan melahirkan bangsa yang sangat sulit untuk bisa berbuat adil. Selama keadilan masih jauh dari harapan, maka  dunia akan terus bergolak dengan peperangan dan penindasan.

Justice for all and all about justice

 

Apa yang paling sering dikenang semasa kecil di kampung halaman? Sewaktu masih tinggal di Bulungan, Tanjung Selor dari lahir sampai kelas tiga SD yang paling berkesan adalah masuk SD karena sering ngintip lewat jendela sekolah kakak saya Ilham yang sedang belajar . Lama kelamaan karena gurunya kasian sayapun di ajak masuk ke kelas. Dulu selalu ada giliran menyapu lantai kelas, di waktu waktu tertentu terutama di hari sabtu murid-murid dipersilahkan membawa bekal makan dari rumah dan biasanya saya dibekalin Mama nasi kuning dengan ikan bumbu bali. Bangku kelasnya panjang dan biasanya satu meja berisi 3-4 murid. Kalau istirahat siang jajananya tebu yang dipotong kotak kotak , es lilin, jagung tembak dan gula yang dibuat seperti sponse. Waktu itu hampir semua rumah, kantor dan gedung sekolah di Bulungan terbuat dari kayu dan ada kolongnya. Karena Bulungan sering banjir, kalau lagi musim banjir saya ke sekolah di antar kakaku naik perahu. Kalau sore hari saya dan kakak kakak belajar ngaji di Madrasah di dekat asrama Polisi, pulangnya selalu di gendong di pundak oleh kakaku Rahmat. Kalau musim buah saya dan teman kecil si Oji, Oli dan kakak saya Ilham biasanya sering janjian bangun pagi nyari buah mangga atau sawo yang jatuh dari pohon. Hari minggu atau libur sekolah kami sering mancing ikan gabus di kantor Bupati. Ssaat itu satu satunya kantor yang ada kolam dan banyak bunga teratainya. Ikan gabus dan sepat banyak di kolam itu.

Rumah tempat saya tinggal kata Almarhum Abah adalah rumah peninggalan Belanda. Rumah beton khas rumah pegawai jaman dulu. Ruang tamu dan kamar tidurnya ubinya warna kuning. dapur dan gudang ada di belakang, ubinnya warna abu abu gelap. Di ruang tamu ada ubin yang sedikit terangkat dan berlubang, di dalamnya ada kalajengking besar yang tidak bisa keluar dari lubangnya lagi karena tubuhnya terlalu besar. waktu waktu tertentu capitnya nongol dan sering jadi mainan kami waktu itu. Di belakang rumah ada pohon jambu bol, saya sering manjat pohon jambu itu dan makan langsung buahnya. Di belakang rumah ada bak penampungan air dan jemuran baju, kalau lagi panas terik Mama sering menjemur kasur kapuk di situ. dan biasanya Saya selalu menawarkan diri untuk memukul mukul kasur dengan rotan pemukul kasur kapuk. Katanya sih supaya debunya terbang dan kasurnya empuk lagi. Kasur kapuk yang habis dijemur pasti baunya segar dan bikin tiduk lebih nyenyak.

Di depan rumah tepatnya di seberang jalan ada rumah tetangga yang ada pohon jambu bol besar. Saya ingat kakak saya Firman pernah jatuh dari pohon itu dan kena pagar kawat berduri, dia sempat pingsan sebentar terus diangkat sama tetangga yang punya rumah ke rumah kami. Karuan aja Mama saya panik. Saya sering jalan di atas got/parit di samping rumah, pernah dua kali kepleset dan kepala bocor kena kerikilnya. lagi lagi Mama  saya panik dan kepala sayapun dijait. Saya ingat suatu saat disuruh kakak saya Ilham mengambil peluru pestol dari lemari Alrhm Abah. Saya ambil beberapa butir pelor, kami bawa kesamping rumah untuk kami buka dan di ambil selongsongannya. karena selongsongann peluru bisa dibuat mainan, diisi pakai pentol korek api di tancepin paku kalo di lempar ke atas dan jatuh ke lantai bunyinya seperti petasan. Pelurupun kami ketok dengan batu, karena susah lepasnya akhirnya saya bilang dibakar aja.pelurupun kami taruh di atas kayu yang kami bakar, belum beberapa lama peluru meletus dan meluncur ke arak kaka saya Ilham. untung dia tidak kena, peluru mental ke lantai dan dinding. suaranya keras, kami berdua kaget setengah mati. Kami dapat hukuamn dan kuping kami di jewer habis sama Abah.

Yang paling berkesan adalah di saat bulan puasa/Ramadhan, karena sekolah libur sebulan sampai hari raya. selama libur kami puas main, puasanya setengah hari. terkadang kalau haus dan kepanasan saya basahin kepala. waktu mulai belajar puasa, saya takut batal puasa kalau nelan ludah. karenanya setiap saat berludah terus ke luar jendela, sampe tenggorokan berasa sangat kering. Berbuka puasa ditandai dengan letusan meriam di tepi sungai kayan. Paling senang nonton orang orang bangunin sahur pakai musik sambil berjalan di jalan depan rumah. Menjelang hari raya Alrmhm Mama sibuk membuat kue, menjahit pakaian buat saya dan semua saudara, membuat taplak meja yang disulam tangan. Hari raya selalu ramai dan sayapun panen duit pemberian dari Abah, Julak dan paman. Menjelang hari raya biasanya kakak saya yang paling Tua Almrhm Ka Tia (Amir Setiawansyah) pulang dari campnya di Nunukan. dia bekerja di kamp penebangan hutan di sana. Dia selalu membawa banyak oleh oleh buat kami, dan oleh oleh yang kesenangan saya adalah cumi kering manis yang dibungkus kecil dan bentuknya seperti benang. Ka Tia sering membawakan mentega, tepung, gula, minyak goreng dan ikan kaleng buat Mama.

Kami sekeluarga sering mengunjungi nenek  saya di Selor, waktu itu seringnya jalan kaki dan sekali sekali naik perahu. Kalau jalan kaki melewati hutan lebat, lumayan jauh dan lama. Saya selalu di gendong di atas pundak oleh kakak kakak saya. Sesampainya di selor, nenek menyuguhkan kami lempeng yang dibuat dari sagu digoreng dan dimakan dengan gula. Nenek juga serimg membuat rimpi, pisang telunjuk yang di jemur di matahari. Alrhm Nenek saya tinggal di hutan sendirian, bertani dan beternak ayam dan itik. Mengunjungi nenek adalah bagian yang sangat menyenangkan, karena saya bisa tidur di kasur nenek yang banunya khas. ranjangnya ada kelambunya. kalau malam pakai lampu minyak. siang harinya nyari buah manggis dan rambai di belakang rumah nenek. Nenek punya banyak pohon buah seperti durian, lai,  terap, cempedak, langsat, rambai, manggis dan mata kucing. Paling seru kalau makan buah terap, durian dan lai. Di atas pintu rumah nenek ada tergantung cemeti dari buntut pari dan tumbak.  Nenek juga punya sumpit dari batang ulin tapi berat sekali. Saya pernah di ajak nenek ke kebunya di seberang sungai naik perahu. perahunya kecil sekali dan sayapun takut tenggelam.

Ketika saya dan istri pulang ke Bulungan beberapa tahun lalu dan mengunjungi Acil saya disana, saya mengunjungi bekas rumah almarhum Nenek. hanya tersisa tunggul tunggulnya. pohon buahnya masih sangat banyak tapi tidak ada yang mengurus lagi. I hope I could manage her land and garden and let the story be there forever.

Home town is always having fantastic memories , willing to going back there one day.

Saya membaca pidato walikota Tarakan 15 February 2009 pada acara silaturahmi Walikota dengan pejuang lingkungan kota Tarakan. Lumayan menarik, sekalipun baru sebatas wacana dan berusaha untuk memotivasi masyarakat tapi nda keliatan apa planning kedepannya secara jelas. Saya juga mendengar saat ini Tarakan ada Bank Sampah, ada juga pengelolaan sampah berbasis masyarakat tapi juga belum ada berita kongkrit soal keberhasilannya. Di beberapa negara maju, saya kasih contoh Norway dan Jerman. Sampah sudah dianggap bernilai ekonomi dan bukan lagi dianggap beban masalah. Karena pengelolaan sampah sudah dimulai dari rumah, anak anak mulai dari taman bermain sudah diajarkan bagaimana memilah dan membuang sampah pada tempatnya. Di tempat tinggal saya di Stavanger-Norway, setiap rumah diberikan tong sampah empat buah, masing masing untuk sampah biologis, kertas, plastik dan B3 seperti baterai. Pengangkutan sampah dilakukan sekali seminggu dan harinya ditentukan tergantung daerahnya. misalnya minggu ini tong sampah warna hitam yakni untuk plastik, minggu depan untuk tong sampah warna hijau untuk kertas atau coklat untuk biologis. Sampah2 logam,pakain bekas dan kaca bisa dibuang di petrol station atau di tempat khusus di sekitar perumahan. Sampah sampah rumah tangga lainnya seperti furniture, kayu, kardus, barang electronic dll. mesti dibuang di tempat khusus dan untuk ini dipungut biaya.

Sampah bio dikelola menjadi pupuk untuk pertanian. Sampah kertas di daur ulang atau dilebur menjadi bahan baku kertas. sampah plastik juga demikian dilebur menjadi bijih plastik dan mahal harganya. Untuk sampah berupa botol beling dan plastik bisa dibuang di alat seperti mesin ATM di pertokoan dan langsung mendapatkan senilai uang atau voucher belanja. Jadi nda ada sampah berceceran di jalan apalagi nyumbat di saluran air. Nda ada tumpukan sampah yang dibiarkan menggunung, bau dan akhirnya menyebarkan bakteri. Saya memimpikan kota Tarakan memiliki sistem pengelolaan sampah yang bernilai jual dan menjadi tambahan pendapatan bagi pemerintah daerah. Bayangkan kalau sampah bionya dikelola baik , dicampur dengan kotoran hewan ternak kemudian menjadi pupuk untuk perkebunan/pertanian. Nda perlu lagi mendatangkan pupuk dari luar Tarakan. Sampah kertas dan plastik apabila belum bisa dilebur, paling tidak bisa di jual ke pabrik kertas dan plastik . Ini juga menjadi tambahan pendapatan bagi pemda. apalagi kalau bisa dilebur, paper pulp dan bijih plastik bisa diexport. Saya kira mumpung penduduknya masih sedikit, pemda dan masyarakat mesti merubah paradigma soal sampah dan penanganannya.

Bagi saya pribadi kalau mau melihat kebudayaan suatu masyarakat/bangsa itu maju cuma dari dua cara. Pertama bagaimana mereka mengelola sampah dan kedua bagaimana mereka berkendara di jalan raya. Kalau dua duanya masih semrawut berarti kebudayaannya juga masih semrawut

Dedicated to my beloved city; Tarakan

Saya punya banyak sahabat, beberapa diantaranya saya anggap sebagai sahabat sejati. Satu orang yang paling menginspirasi kehidupan saya adalah Mahyuni. Sahabat yang saya kenal belum terlalu lama kira kira 12 tahun lalu. Yang membuat saya terkagum kagum dengan dia adalah konsistensinya dalam berbuat baik kepada orang lain. Dia sejak kecil sudah ditinggal ayahnya. Ibunya mendidik dia dan saudara saudaranya untuk hidup mandiri, prihatin dan selalu berbuat baik pada keluarga dan orang lain. Bagi saya Mahyuni bisa menjadi contoh bagi semua rakyat Indonesia bila ingin maju dan berhasil. Sebagai anak dari keluarga yang kurang mampu dia berjuang keras untuk bisa hidup mandiri tanpa merepotkan orang lain. Sejak kecil dia sudah terbiasa membantu Ibunya mencari nafkah sambil sekolah kemudian kuliah setingkat diploma. Ketika dewasa dan selesai kuliah yang pertama kali dia lakukan adalah membantu Ibunya dan keluarganya. Ketika sudah menikah dan mempunyai anakpun dia semakin memberi perhatian kepada ibunya. Ibunya menjadikan rumahnya yang sangat sederhana sebagai tempat berkumpul bagi Ibu ibu dan anak anak di sekitar kampung untuk belajar mengaji. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan oleh Mahyuni dan kakaknya. Mahyuni kemudian membuat yayasan sosial berupa beasiswa bagi anak yatim dan kurang mampu. Mereka disamping diberi beasiswa juga di ajari mengaji dan berIslam secara benar. Jumlah anak yang disantuni kian hari semakin bertambah. Usianya bervariasi mulai dari tingkat SD sampai Mahasiswa. Bahkan anak yatim binaan Mahyuni sudah ada yang menjadi sarjana teknik dan bekerja di middle east. Selain dibina secara moral, mereka juga dibina bagaimana caranya hidup mandiri. tidak sedikit anak yatim binaan Mahyuni adalah loper koran dan berdagang kaki lima. Dengan penghasilan yang menurut saya terbatas, dia ternyata mampu membiayai Ibunya naik haji bersama dia. Saat ini jumlah anak yatim binaan Mayhuni sudah mencapai sekitar 120 orang, rumahnya pun  terus dibangun dan dikembangkan menjadi taman pendidikan. Bagaimana dia bisa membiayai anak yatim sebanyak itu  kemudian membangun dan mengembangkan taman pendidikannya? mungkin bagi sebagian orang ini adalah hal yang mustahil. Bagaimana mungkin seorang yang penghasilannya cuma dari percetakan kecil tapi mampu membiayai Ibu dan keluarganya plus anak yatim yang jumlahnya banyak? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Disaat malam ketika dia bangun dan sholat malam Mahyuni sering mengirimkan sms ke saya berupa doa untuk saya dan keluarga. Ketika berkumpul bersama anak anak yatim dia selalu mendoakan sahabat sahabatnya. Ketika saya punya hajat , dialah orang pertama yang selalu membantu. Ketika saya punya masalah selain memohon kepada Illahi Rabbi saya juga selalu minta bantuan Mayhuni dan anak yatimnya untuk mendoakan saya dan keluarga dan selalu saja ada jalan keluar dari masalah. Alangkah indahnya dunia ini bila dipenuhi orang orang seperti Mahyuni. Niscaya tidak ada anak anak yang terlantar. Semoga Allah SWT panjangkan umurnya lipatgandakan ibadahnya dan menjaga dia dan keluarganya.

Butuh dua tahun bagi saya untuk menulis artikel pendek tentang Almarhum Abah saya. Sosok orang tua yang paling saya hormati , kagumi dan sayangi di dunia ini. Abah saya lahir dari keluarga pejuang kerajaan banjar dan Mama saya lahir dari keluarga ningrat martapura. Abah saya lahir dan besar di Bulungan, Kal-Tim. Sementara Mama saya lahir di Martapura, Plampayan dan besar di Balikpapan. Ayah dari Abah adalah seorang pejuang dan ulama besar banjar dan Ayah dari Mama pegawai di perusahaan minyak Belanda, BPM. Menurut cerita, Ayah Mama meninggal dunia ketika Jepang membombardir kilang minyak BPM di Balikpapan pada perang dunia pertama dan mengeksekusi pegawai tinggi BPM yang tidak mau bekerja sama dengan Jepang. Sebagai anak yatim dan anak ke empat dari lima bersaudara Mama kemudian membantu nenek untuk menghidupi keluarga, karenanya dibandingkan dengan saudara Mama lainnya beliau hanya mendapatkan pendidikan sampai sekolah rakyat. Selebihnya dia membantu nenek membuat dan menjual makanan di Balikpapan supaya kakak-kakaknya bisa tetap sekolah. Tidak heran kalau kakak tertua dari Mama saya bisa menjadi walikota pertama Balikpapan di jaman Soekarno. Abah saya adalah anak ke empat dari enam bersaudara, setelah menamatkan sekolah pembangunan (setingkat STM saat ini) dia memilih untuk masuk tentara Heiho di jaman pendudukan Jepang. Di jaman perang kemerdekaan dia bergabung dengan tentara PETA (Prajurit Pembela Tanah Air), sewaktu agresi Belanda dia ditangkap dan diasingkan Belanda ke Sambuanga Philipina. Kembali dari pengasingan dia bergabung dengan TNI.

Sebagai pejuang masa muda Abah saya penuh warna dan cerita perang, ketika bertugas di Balikpapan Abah saya bertemu Mama dan langsung datang ke rumah nenek di Karang Jati Balikpapan untuk melamar Mama. Mama saya yang masih remaja melihat ada tentara berpakaian lengkap dengan senjata datang ke rumah menjadi ketakutan dan bersembunyi naik ke pohon jambu di halaman rumah nenek. Karena dari masa remajanya memang pejuang, tidak ada rasa takut bagi Abah saya kalau Cuma datang ke rumah nenek untuk melamar Mama. Singkat kata mereka menikah  dan Mama saya memulai perjalanan hidup barunya sebagai istri pejuang kemerdekaan. Abah saya pernah ditugaskan hampir ke seluruh Nusantara, kakak saya ada yang lahir di Indramayu dan Singkawang. Abah pernah di tugaskan di Bandung dibawah kodam Siliwangi, di Kalimantan Barat, Indramayu, Bogor, Aceh, Padang, Makassar, Irian Barat, Balikpapan dan Bulungan. Abah dan Mama dikarunia 11 orang anak, 8 laki laki dan 3 wanita. Saya adalah anak yang ke 10. Sebagai istri seorang pejuang, Mama sayapun selalu mendampingi suami kemanapun Abah  bertugas. Pernah suatu ketika di masa pemberontakan DI/TII di Indramayu, Jawa Barat. Ketika Abah saya pergi memburu DI/TII,  asrama tentara diserbu oleh gerombolan pemberontak. Mama saya menyembunyikan semua anak anaknya yang masih kecil kebawah tempat tidur. Bangunan asramapun bolong bolong ditembus peluru, untung pasukan TNI segera kembali dan memukul mundur pemberontak.

Bagi Abah saya tiada hari tanpa perang , ketika memburu pemberontak komunis di perbatasan  Indonesia-Malaysia, Abah  bersama peletonnya sempat dikabarkan hilang di Krayan. Mama saya sempat shock, tapi ternyata mereka pulang ke Bulungan dengan menyusuri hutan berjalan kaki selama beberapa bulan. Suatu ketika menurut Mama saya karena Abah beberapa bulan berjuang dan ketika kembali ke rumah kakak saya malah memanggil Abah saya dengan sebutan Om. Dimasa konfrontasi dengan Malaysia, Abah saya bilang pertempuran paling dahsyat adalah ketika melawan pasukan Gurka Inggris. Namun di semua medan perang bagi dia yang paling sulit adalah menumpas gerombolan DI/TII, selain diceritakan kebal peluru mereka juga sangat jago bergerilya di hutan rimba. Demikian juga ketika penumpasan pemberontakan Kahar Muzakar di Sulawesi. Republik Indonesia ketika itu memang banyak dirongrong dengan pemberontakan dari DI/TII Kartosuwiryo, Aceh, Kahar Muzakar , perebutan Irian Barat sampai PKI.  Suatu ketika Abah pernah ditugaskan di Jatijajar sebagai pelatih snipper. Saat itu dia sempat ikut latihan terjun payung untuk penugasan sebagai tentara PBB untuk menjaga perdamaian di Afrika (Congo). Tapi karena Mama tidak setuju, Abah sayapun urung bergabung.

Menjelang pensiun beliau ditugaskan di Kodim 0903 Bulungan. Saya masih ingat ketika itu Abah  masih menyimpan  tiga senjata jenis Bren, Sten dan LE. Semua senjata digantung di dinding rumah. Ada sebuah pistol yang hari hari dipinggang Abah saya. Saya paling senang melihat Abah saya di pagi hari  membersihkan senjata senjatanya.  Saya dan kaka saya Ilham, selalu penasaran dengan  peluru. Ketika Abah ke kantor, saya pun mengambil beberapa butir peluru pistol dan senjata. Diam diam Saya bawa kesamping rumah dengan kakak saya. Kami rencananya mau ambil mesiunya untuk dibuat  sejenis petasan. Saya pukul dengan batu tapi proyektilnya ngga bisa lepas. Akhirnya kami bakar di atas api, tentu saja peluru kena panas langsung meletus dan melesat  kedinding mantul ke lantai. Nyaris kena kepala kakak saya. Saat itu kami berdua tertegun lama dan bingung, setelah itu kamipun dapat hukuman dari Mama dan Abah saya.

Sebagai tentara juga anak seorang petani, Abah saya rajin berkebun. Di samping rumah kami di Bulungan ada sebidang tanah kosong dan digunakan Abah saya menanam sayur sayuran. Karena kami keluarga besar tentu saja hidup serba berkekurangan itu biasa. Saya sering bangun subuh bersama kakak saya Kusni mengantar sayur ke pasar untuk dititipkan ke Acil (adik Abah) yang berjualan di pasar ketika itu. Pulang kantor biasanya Abah saya langsung berangkat ke sungai untuk memancing ikan. Dia seringnya dibantu kakak saya Bang Rahmat. Pulang menjelang magrib dengan ikan atau udang yang siap dimasak sama Mama saya untuk kami makan sekeluarga. Hobby memancing Abah saya luar biasa, dan setiap kali mancing dia selalu dapat ikan banyak. Yang paling kami suka kalau Abah dapat ikan salap dan patin. Sewaktu waktu kami sekeluarga berkunjung ke rumah nenek di Selor. Biasanya kami jalan kaki dari pagi dan menjelang siang baru sampai di selor. Saya yang saat itu masih kecil, biasanya di gendong di atas pundak Bang Rahmat atau Bang Firman. Sampai di rumah nenek yang paling kami cari adalah rimpi pisang buatan nenek, duduk duduk di teras sambil makan lempeng sagu dengan gula dan minum teh hangat. Nenek tinggal sendiri di hutan belantara, dia berkebun sayur dan buah. Saya sangat kagum dengan keberanian, kemandirian dan kekuatannya. Beliau meninggal dunia di usia 92 tahun.

Saat saya duduk di kelas tiga SD, kami pindah ke Tarakan. Abah saya memasuki usia MPP kemudian pensiun. Abah  dibantu kakak saya ( Bang Bob dan Bang Iwan) membangun rumah di markoni . Rumah yang bagi Abah saya diperuntukan untuk  hari tuanya bersama Mama dan anak cucunya.  Dia membuat kebun sayur sayuran juga untuk kami makan dan jual. Abah memelihara ayam ras china, berkembang sangat banyak dan maju. Kami juga memelihara angsa dan kambing. Menjelang Imlek atau lebaran, biasanya saatnya menjual ayam. Saya dan bang engkus yang biasanya ke pasar menjual ayam ke pedagang. Abah dan Mama ketika itu mempunyai warung kopi di pasar simpang tiga Tarakan. Berjualan kopi, cake dan nasi kuning. Warung Mama saya terkenal sangat laku. Saya ingat Mama dan Abah rela untuk tidur di pasar atau pergi ke warungnya jam tiga subuh setiap hari untuk bisa menghidupi anak anaknya. Saya ingat saat itu adalah masa masa sulit bagi kami sekeluarga. Tapi karena keteguhan, kesabaran, dan keuletan orang tua kami. Kami semua bisa hidup dan melanjutkan sekolah. Tugas saya biasanya membantu Mama belanja kebutuhan berjualan. Setiap hari saya disuruh Mama belanja tepung, gula , telor, mentega, vanili, biji kopi . Pekerjaan rutin itu saya jalani hingga saya lulus SMA. Tugas lainnya membantu Mama membuat cake, membantu Abah menyiapkan makanan ayam dan membersihkan kandang ayam. Masing masing kami mendapat tugas. Ada yang tugasnya membersihkan halaman rumah termasuk memotong rumput, yang wanita biasanya membantu Mama memasak dan membereskan rumah. Ada yang tugasnya menggoreng dan menggiling kopi. Ada yang tugasnya memperbaiki atap yang bocor, atau lantai kayu yang lapuk dll. Dan ada yang tugasnya membantu Abah dan  Mama berjualan kopi di pasar.

Di masa tuannya Abah saya memilih menjadi ulama, dia aktif ceramah dan mengajar agama di mana mana. Beliau juga menjadi tempat bertanya bagi kalangan politisi dan militer. Sebagai mantan pejuang, pendiriannya yang kuat dan disiplin tinggi membuat dia tetap keliatan sehat dan energik hingga memasuki usia 80 tahun. Di usia 82 tahun phisik beliau mulai melemah, hingga dia tutup usia di tahun ke 83 tepat di tanggal 10 Nopember. Tubuhnya yang tidak pernah gemuk, keringat yang tidak pernah bau sekalipun tidak mandi berhari hari. Saya masih ingat dengan bentuk tubuhnya yang kuat  penuh dengan bekas pecahan granat. Pahlawan sejati itu telah tiada, meninggalkan banyak ajaran dan cita cita bagi kami semua yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di syurga yang paling tinggi dan selalu melindungi dan menyelamatkan Almarhum hingga di akhir zaman nanti.

Untuk Abahku tercinta  yang selalu berjuang untuk negara, masyarakat dan keluarganya…

Saya dan keluarga belum pernah ke Norway sebelumnya. Pindah tugas ke sini benar benar tantangan baru buat kami. Apalagi kami pindah dari  Dubai yang megapolitan dengan warna Islam dan budaya arabnya yang kental sekali.  Berbagai sebutan dari teman teman menjelang kepindahan kami. Ada yang bilang saya pindah dari oven ke kulkas, dari gurun ke padang rumput, dari kota ke desa, dari pasir kering ke tanah hujan. Semuanya benar, menit pertama menginjakan kaki di Stavanger sudah disambut hujan rintik rintik. Tapi sebentar kemudian berubah jadi cerah, kemudian mendung dan angin beritup kencang dan dingin. Udara seperti ini mengingatkan saya waktu di Scotland dulu, cuaca kapan saja bias berubah. Pasti central weather forecast disini sibuk sekali, soalnya perubahan cuaca berjalan sangat cepat dan sulit di prediksi. Lima hari pertama di Stavanger cuacanya excellent, ada teman yang bilang baru setelah puluhan tahun di musim gugur temperature mencapai 22 degree celcius. Matahari bersinar cerah sekali tapi udaranya sejuk, hampir semua orang keluar rumah dan tersenyum gembira. Greetings from Stavanger, Alhamdulillah.

Hari hari berikutnya cuaca di Stavanger memang luar biasa dynamic. Pagi hujan, siangan dikit cerah, sore mendung, evening angin kencang. Terus begitu, ngga heran kalau alamnya indah dan mempesona. Masyarakatnya ramah dan sangat tertib. Landscape kotanya mengingatkan saya tiga kota di Indonesia : Bogor, Malang dan Soppeng (Sulawesi Selatan). Berbukit bukit, di kiri kanan jalan banyak pohon besar, rumah tua antik beratap runcing dan curah hujan yang tinggi. Danau danau yang cantik, pantai indah dan rapi, padang rumput dan bukit hijau, dermaga pelabuhan yang colourful dan indah sekali. Kota kecil ini memang sedikit sepi tapi menyenangkan dan tentram. Saya liat  Istri dan anak anak yang biasa hidup di kota seperti Jakarta dan Dubai kemudian tinggal di Stavanger di minggu minggu awal merasa hijrah dari kota ke desa. Semua apa yang mereka liat selalu di bandingkan dengan Dubai, seperti membandingkan antara Harimau dan Kucing Persia. Sama sama cantik dan menarik tapi berbeda skala dan prilaku. Selanjutnya semuanya menjadi biasa, piknik ke pulau, ke pasar ikan, nongkrong di pelabuhan, jajan kebab di kota tua, jalan jalan ke museum. Semuanya jadi kegiatan akhir pekan yang menyenangkan.

Acara yang sangat baru dan merubah kegiatan kami dari masa sebelumnya adalah memasak sendiri, membersihkan rumah dan mencuci baju. Masing masing punya tugas, semuanya serasa menyenangkan. Kami seperti team kecil yang sangat kompak dan saling membantu. Istri rajin belajar masak, anak anak menjadi lebih mandiri, sayapun biasa menyiapkan segala sesuatunya sendiri. Perubahan besar dibandingkan ketika masih di tanah air atau di Dubai. Rencana minimal empat tahun di Stavanger mesti disiasati dengan baik supaya tambah pengalaman, tambah kawan dan lebih dekat dengan keluarga. Rekan kantor di Dubai bilang kalau Stavanger itu work life balance nya bagus banget and that’s proven. Jam empat sore office sepi, saya yang biasanya work over hours jadi kagok sendiri dan mulai membiasakan pulang kantor antara jam 4 sampai jam 5.30 sore, ngga pernah lebih. Keluargapun tambah cinta….

Dedicated for my beloved family, ini bagian dari pendidikan untuk hidup lebih baik di masa depan.

Jalan jalan ke Abu Dhabi bagi saya dan keluarga ngga pernah bosan. Sekalipun kota itu lagi semangat membangun, jalan jalan di perlebar dan di tambah, taman taman di perbanyak, gedung gedung cantik dengan arsitektur kelas dunia bermunculan seperti jamur di musim hujan, pantainya indah, corniche yang mempesona, disana ada tempat bermain kelas dunia Ferari, masjid Syeikh Zayed yang di declare sebagai masjid terbesar no. 3 di dunia dengan arsitektur indah dan kemewahan yang mempesona. Hotel bintang tujuh yang sangat mewah ada di sana.  Abu Dhabi lagi semangat membentuk diri menjadi kota wisata. Seolah ngga mau kalah dari Dubai, tetangga sesama emirate. Abu Dhabi adalah emirate dimana Sheikh Khalifa Bin Zayed bertempat tinggal. Orang no. 3 terkaya di dunia tapi sangat low profile. Padahal hampir separuh asset Dubai saat ini milik Abu Dhabi. Berjarak hanya 180 km dari Dubai, Abu Dhabi bagi kami menjadi pilihan untuk berakhir pekan. Nekji (Nenek Haji)yang sempat dua bulan mengunjungi kami di Dubai juga pernah kami ajak ke sana. Kami senang dengan berbagai restaurant dengan makanan khas misalnya restaurant Mongol, China Muslim, restaurant padang , makanan bandung, Lebanon dll. Problemnya kalau ke Abu Dhabi pasti jalanan yang sangat ruwet karena banyak under construction, tempat parkir yang masih semrawut dan sulit.

Suatu waktu saya sekeluarga dan rekan rekan Indonesia yang bekerja di Dubai jalan jalan ke Abu Dhabi di hari Jumat. Bagi yang suka mencoba speed kendaraannya jalan tol Dubai – Abu Dhabi menjadi tempatnya. Jalan mulus yang membelah padang pasir berbatu. Ada ruas tertentu yang boleh di lewati dengan kecepatan maksimum 140 km/jam, tapi issuenya batas kecepatan itu ada allowance 10% jadi bisa di kebut sampai 154 km/jam. Sangat berbahaya bagi yang suka speeding. Tapi karena kualitas jalannya jauh lebih baik dari kualitas jalan manapun hingga ngga terasa kalau lagi akselerasi.  Kami berangkat convoy hingga sepuluh mobil, karena mobil saya yang paling tua usianya jalannyapun biasa saja. Yang lain speed up, terpaksa sayapun tertinggal. Saya yang ngga pernah mau melewati batas kecepatan yang di pajang di tepi jalan akhirnya di beri tahu kawan bahwa speed limit itu ada allowance-nya.  Tiba di Abu Dhabi acaranya sholat jumat di masjid besar dan makan siang di restaurant Soweyang . masakan Mongol dengan menu special ribs kambing yang digoreng garing, sedap dan belum pernah kami jumpai selama ini di restaurant manapun. Restaurant menjadi penuh sesak dan ramai ketika kami datang. Anak anak , Ibu –Ibu dan semua kami makan dengan lahap terkesan ganas.

Kami kembali ke Dubai menjelang magrib, berhenti sejenak di tempat peristirahatan untuk sholat magrib dan istirahat. Yang mengagumkan di sepanjang jalan di seluruh emirates saya belum pernah menjumpai satupun  lampu jalan yang mati, rusak atau tidak nyala. Ini sangat dahsyat dan menandakan betapa tingginya komitment dan integritas UAE. Pulang dari sana istri saya yang baru positif hamil beberapa minggu sakit perut, tentu saja saya panik. Malamnya kami ke dokter dan bener saja hampir saja Istri di offname, pulang dari rumah sakit sekitar jam satu pagi. Sejak itu istri saya kapok makan ribs sedap di goreng garing.

Ribs kambing di goreng garing yang sedap tapi membuat story

Dia adalah professional driver yang menjemput saya di bandara Muscat,  Oman minggu terakhir bulan September ’11. Orang tuanya berasal dari Balujkhistan (bagian dari Iran) hijrah ke Oman satu generasi lalu, Baba Syambe  lahir dan menetap di Oman. Sudah 43 tahun menjadi professional driver, mampu dan lancar berbahasa Inggris, Arab, Parsi, Hindi dan Pasthun . Dia mengaku ngga bisa baca tulis sejak kecil, tapi punya kemampuan menghapal yang luar biasa. Aneh juga ngga bisa baca tulis tapi bisa jadi professional driver di Kontraktor perusahaan minyak besar di Oman. Istrinya dua dan anaknya dua lusin, 12 wanita dan 12 pria. Usia sudah tua tapi badannya sangat kekar dan sehat. Rahasianya kata dia selalu riang, giat bekerja dan membantu orang. Padahal semua anak anaknya sudah pada dewasa dan mandiri, mereka mengharapkan Baba Syambe stay dirumah saja dan beribadah. Tapi bagi dia stay dirumah saja bisa membuat dia jadi banyak penyakit dan malas. Karenanya dia tetap ingin bekerja, padahal segalanya sudah dia punya. Rumah besar ada dua pemberian Sultan Qobus, beberapa bus wisata untuk disewakan, dan kendaraan pribadi. Menurut Pak Syambe, Sultan Qobus penguasa Oman sudah banyak memberikan perubahan kepada ekonomi dan kemajuan Oman. Tidak heran bila dia dicintai Rakyatnya.

Bagi orang seperti  Baba Syambe, menjadi tua itu bukan halangan untuk bisa terus berkarya dan menghasilkan sesuatu. Sebagai professional driver, dia banyak membimbing driver muda dalam hal safety driving. Hal yang cukup langka di negeri Arab bila driver mengemudi dengan attitude safety yang baik. Satu ajaran menarik dari Baba Syambe, menurut dia kebaikan dan hati seseorang sebenarnya bisa dilihat dari raut wajahnya. Bagi saya itu sesuatu yang sangat sulit, karena kebaikan wajah bisa menipu. Tapi saya jadi ingat kata almarhum ayah saya dulu, bahwa orang yang soleh mampu membaca wajah dan hati seseorang karena kedekatan dia kepada Tuhannya.  Sore itu dalam perjalanan menuju hotel, Baba Syambe membawa saya berkeliling Muscat. Melihat old town dan istana Sultan Qobus. Oman memang sangat indah landscapnya, negeri dengan bukit bukit batu dan ratusan benteng. Jalan yang menanjak dan menuruni bukit, pohon kurma di tepi jalan dan tanaman indah menghiasi seluruh kota. Masyarakat Oman memang special bila dibandingkan dengan tanah Arab lainnya. Mereka lebih ramah dan santai, tapi sangat berkarakter . Bagi saya Muscat penuh memory, ketika saya dan keluarga dengan kendaraan berangkat bersama sahabat saya Ahsraf dan keluarganya dari Dubai menuju Oman di awal tahun 2011 untuk berlibur beberapa hari. Kami bermalam di Sohar dan Muscat.

Remembering my memorable trip to Oman with family and my best friend Ashraf Fathy..

Ngga perlu waktu lama bagi saya dan istri untuk ambil keputusan untuk pindah tugas ke Negara lain. Sebenarnya kami sudah sangat menikmati tinggal di megapolitan seperti Dubai. Kami merasa comfort dengan lingkungan tempat tinggal kami, teman teman yang sudah akrab, suasananya, tempat ibadahnya, makanannya dan sudah mulai akrab dengan cuaca panas dan padang pasir. Anak anakpun sudah sangat enjoy dengan sekolah dan teman teman mereka. Tapi yang namanya tugas dan karir mesti kami dahulukan. Kami selalu percaya bahwa kemanapun kami pergi , menyesuaikan terhadap lingkungan itu sudah built in di dalam diri kami. Kamipun mulai menyusun rencana kepindahan. Ada beberapa tahapan yang kami rencanakan dan lakukan. Saya mulai dari memberikan orientasi kepada istri dan anak anak mengenai dimana dan bagaimana kota Stavanger. Informasi yang saya dapat dari teman teman yang berasal atau pernah bekerja di Norway sangat membantu, ditambah browsing dari internet. Tahap kedua memberitahu kepada anggota keluarga di Tanah air termasuk si mba di rumah, bagi kami ini bagian dari management perubahan  supaya semuanya bisa dipersiapkan dan berjalan lancar. Tahap ketiga persiapan semua dokumen yang perlu dibawa atau dilegalisir, termasuk dokumen kepindahan sekolah anak anak. Tahap ke empat informasi ke teman teman di Dubai dan di Indonesia. Tahap kelima persiapan barang barang yang akan di bawa termasuk pakaian hangat. Tahap ke enam persiapan tiket dan visa. Tahap ke tujuh perpisahan kami dengan teman teman di Dubai dan perpisahan anak anak dengan rekan rekan dan guru mereka di sekolah. Dan tahap akhir hand over rumah, shipping barang barang kami dan perpisahan dengan teman teman di masjid serta tetangga.

Waktu berjalan sangat cepat , tiba waktunya kami harus berangkat. Ngga rela rasanya meninggalkan keluarga dan sahabat kami yang sangat baik dan tulus seperti Mas Yudhi, Irwan, Himawan, Fajar, Mas Andi, Said, Iman, Lamda, Ashraf,Saptoto dan lain lain. Belum lagi teman teman IATMI UAE dan teman teman di masjid. Kota itu telah membuat kami berubah banyak dan kami menjadi belajar bersyukur kepada Illahi Rabbi. Kami Alhamdulillah sempat menikmati dua kali Ramadhan dan Idul Fitri di sana. Suasana Ramadhan yang amat sangat syahdu dan menyenangkan. Di rumah kamipun sempat kami adakan acara kumpul kumpul keluarga Indonesia beberapa kali. Orang tua, adik dan nenek kami pernah mengunjungi kami di sana. Beberapa orang sahabat kami dari Indonesia juga sempat menginap di kediaman kami. Anak saya yang paling besar waktu liburan sekolah sempat datang dan menemani saya selama dua minggu. Tempat kediaman kami memang hangat dan menyenangkan.

Sahabat dekat kami Mas Yudhi bersama istri dan anak anaknya pagi pagi sudah menjemput kami di apartment dan mengantarkan kami ke airport Dubai. Perjalanan ke airport di temani dengan kabut yang cukup tebal di kota Dubai, menandakan winter sudah mulai tiba di Dubai. Di airport Irwan juga bersama istri dan keluarganya sudah menunggu. Mereka sebenarnya siap siap berangkat kerja dan anak anak mereka juga mesti berangkat ke sekolah. Himawan pagi itu juga lagi di airport mau berangkat ke Niger, kami sempat ketemu di airport dengan dia. Saya sangat faham istri dan anak anak saya sangat sedih meninggalkan Dubai, sama seperti yang saya rasakan. Kami berharap one day kami bisa kembali dan menetap lebih lama lagi di sana. Ari ari anak saya Thareq tertanam disana bersama buku  thermodinamika karangan professor fisika dari MIT.

 

 

Thanks for all friendship from Mas Yudhi, Irwan, Himawan, Said, Iman, Nino, Lamda, Fajar, Adi, Saptoto, Faizal, Ady, Iman, Teguh, Achmad, Irsyad dll. I miss you all….

Di dunia ini ada dua hal yang menurut saya sangat menarik untuk dicermati dan dipelajari. Ia telah banyak menjadi obyek research para ilmuwan mulai dari abad 10 hingga sekarang. Keduanya adalah “Cahaya” dan “Suara”. Bila Cahaya adalah salah satu bentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Maka  Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau  Gelombang longitudinal yang merambat melalui  medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas.

Bila Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik, maka kecepatan suara  dalam udara adalah= 343 m/d pada 20 °C (68 °F). Sifat-sifat cahaya ialah, cahaya bergerak lurus ke semua arah. Suara juga demikian, bila Cahaya dapat dipantulkan maka suarapun  juga dapat dipantulkan. Panjang gelombang yang berbeda-beda diinterpretasikan oleh otak manusia sebagai  warna, dengan  merah adalah panjang gelombang terpanjang (frekuensi paling rendah) hingga ke ungu dengan panjang gelombang terpendek (frekuensi paling tinggi). Cahaya dengan frekuensi di bawah 400 nm dan di atas 700 nm tidak dapat dilihat manusia.Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz .

Cahaya putih  matahari terdiri daripada tujuh warna  yaitu: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu, Apabila ketujuh warna ini bercampur, cahaya putih akan dihasilkan. Gelombang bunyi terdiri dari  molekul-molekul udara yang bergetar maju-mundur.Tiap saat, molekul-molekul itu berdesakan di beberapa tempat, sehingga menghasilkan wilayah tekanan tinggi, tapi di tempat lain merenggang, sehingga menghasilkan wilayah tekanan rendah. Gelombang bertekanan tinggi dan rendah secara bergantian bergerak di udara, menyebar dari sumber bunyi. Gelombang bunyi ini menghantarkan bunyi ke telinga manusia.

Terlihat bahwa ada keterbatasan manusia dalam menangkap cahaya dan suara, keduanya mempunyai batas minimum dan maksimum untuk bisa ditangkap oleh panca indra manusia. Untuk bisa menguraikan cahaya dan memetakan suara , manusia membutuhkan medium dan alat bantu atau instrument. Daya tangkap panca indra manusia terhadap Cahaya dan Suara antara manusia yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Cahaya dan Suara mampu memberikan kesan pada memori manusia. Ia juga mampu memberikan nilai kenyamanan bahkan gangguan terhadap manusia. Respon panca indra dan reaksi otak terhadap gelombang cahaya dan suara menjadikan kehidupan dunia penuh warna.  Respon terhadap cahaya dan suara mampu mempengaruhi hati ,fikiran dan prilaku manusia. Karena itu ada kebudayaan, peradaban dan perubahan pola fikir, sikap hidup manusia.

Reaksi dan keinginan manusia akan cahaya dan suara sering melampaui batas namun tetap saja yang bisa dicerna adalah diantara limit. Satu hal yang bisa dipelajari dari sifat cahaya dan suara adalah bahwa Beyond the Expectations bukan milik manusia, karena kita terlalu kecil dan lemah untuk bisa menguraikan satu kesempurnaan yang hakiki dan yang memang bukan milik kita. Namun mesti ada upaya untuk menuju kesempurnaan, supaya peradaban tetap ada dan warna warni dunia menjadi lebih semarak.

First article in my Blog, special thanks for HN who was inspired me.

 

 

Komitmen bagi saya pribadi merupakan bentuk implementasi integritas dari sebuah perjalanan panjang manusia dalam upaya mencari bentuk jati diri dan karakter pribadi yang kemudian tampak hidup dari prilaku dan karisma . Komitmen sering banget  dijadikan komoditi bagi individu, group, kelompok bahkan suatu bangsa. Karenanya ia ngga jarang di perdagangkan , di letakan di etalase dan dipamerkan. Siapa saja pasti rindu dengan Komitmen,ia selalu dicari cari, diajarkan, didogmakan, dibicarakan dimana mana,  kadang dipentaskan dan dipilih. Kalau dia berjalan baik, dia terbukti mampu membawa manusia pada full integrity yang impressive. Kalau dia keliru atau sekedar diucapkan, dia sudah banyak terbukti menggiring manusia ke arah self character assassination.

 

Kalau saya ditanya, seberapa mahal sih harga sebuah komitmen? Wahh pasti akan saya jawab “selangit”. Bagaimana ngga, dengan komitmen kita bisa hidup dan berkembang maju, tapi kalau ngga ada komitmen kita bisa tersudutkan dan menjadi orang yang kalah. Spirit  untuk mencapai sesuatu selalu dimulai dari niat lalu dijalankan dan dikembangkan dengan bantuan komitmen . Sering ngga kita mendengar seseorang mengingkari sesuatu yang sudah dia tetapkan. Atau seseorang melakukan apapun at all his/her risk karena dia telah commit dengan apa yang sudah dia tetapkan. Penilaian akhir terhadap suatu niat dan perjuangan selalu dikaitkan dengan komitmen. Kalau sesorang memiliki strong commitment value di dalam dirinya, maka dia dengan otomatis tampak dari semangat, prilaku dan aktifitasnya sehari hari. Sebaliknya   kalau kita memiliki komitmen yang lemah terhadap sesuatu, maka kita cenderung menjalankan niat dan rencana kita dengan ogah ogahan, ngga serius, asal asalan bahkan tanpa tujuan. Hasilnya pasti bisa mengecewakan pribadi kita dan orang lain.

 

Sekalipun hasil dari suatu rencana (dari satu sisi) jauh dari harapan, tapi kalau dia dijalankan dengan full commitment orang lain akan memberinya nilai plus dari sisi lain. Perjuangan untuk meraih sesuatu selalu melekat erat dengan komitmen , terbukti komitmen mampu melipatgandakan semangat dan energi kalau kita berencana untuk menggapai suatu cita-cita atau harapan. Pernah suatu ketika saya dan sahabat menyusun rencana dan bertekad untuk commit dengan rencana tersebut, di tengah jalan sahabat saya ini punya ide rencana lainnya yang cukup bagus buat dia tapi ngga bagus buat saya, lalu muncul dilematis apakah mau terus dengan rencana semula atau rencana yang kedua. Ini suatu hal biasa dan terjadi sehari-hari mulai dari skala kecil sampai besar di pribadi maupun lingkungan sekitar kita. Saya dan sahabat kemudian memutuskan untuk kembali pada rencana awal karena sudah ada komitmen di depan sekalipun dengan risk (menurut dia) akan jauh lebih besar. Ternyata keputusan yang diambil sekalipun resikonya besar, kalau dia dilakukan dengan full commitment terbukti mampu memuaskan kita dan memberikan hasil yang maksimal.

 

Komitmen bagi saya bisa diperbaiki tapi bukan untuk dirubah. Perbaikan terhadap komitmen dibutuhkan untuk memaksimalkan hasil dan akan lebih sustains. Perubahan terhadap komitman dalam retang waktu pendek bisa mengundang disturbansi dari segala sisi, dalam rentang waktu panjang bisa merubah tatanan hidup seseorang dan mengikis rasa percaya diri. Sebagai sebuah the most expensive integrity, komitmen sangat layak untuk dimiliki setiap jiwa , supaya kita ngga menjadi orang yang kalah kemudian terpinggirkan.

 

 

Wrote at the end of Ramadhan1429 H, September 2008

 

 

 

 

Dari Glasgow ke Oban (Scotland) bisa ditempuh melalui jalan raya atau train. Saya memilih train karena lebih mudah , aman dan murah. Saya membeli tiket dengan masa berlaku 1 bulan, karena saya datang sedikit terlambat saya ngga bisa ikutan kereta yang jadual berangkatnya sekitar jam 10 pagi. Terpaksa saya menunggu kereta yang jam 13.10.Udara kota Glasgow menjelang Autum cukup dingin dan berkabut. Saya  terpaksa harus mengenakan jaket dan syal. Di Station Kereta Glasgow angin berhembus cukup kencang   dan menambah rasa dingin. Hampir semua orang yang ada di station saya liat juga mengenakan baju hangat mereka. Menunggu beberapa jam saya gunakan untuk membaca buku dan menghubungi Jakarta. Bangunan station Glasgow lumayan megah dan seperti biasanya bangunan di UK kebanyakan bangunan kuno tapi tetap indah dan kekar.

 

Mencari tong sampah agak sulit, tapi petugas pemungut sampah terus berkeliling dan memungut sampah yang tercecer. Station Glasgow sangat sibuk tapi semua penumpang-calon penumpang sangat tertib dan rapi. Ada seorang penumpang tunanetra berjalan, petugas dan seorang warga buru buru berlari untuk menggandeng dan membantu tunatetra tersebut. Kereta ke Oban sangat nyaman dan saya bebas memilih tempat duduk. Perjalanan Gralsgow –Oban ditempuh kurang lebih 3,5 jam. Tapi ngga terasa sama sekali,saya sempat tertidur belasan menit . pemandangan selama perjalanan sangatlah indah dan exotic. Daratannya terdiri dari bukit bukit hijau, rumah  dan bangunan tertata rapi serta indah. Bunga bunga mekar di mana mana. Kereta melewati banyak danau (dalam bahasa Gaelic danau = Loch ), ada satu danau yang sangat panjang dan indah ia pernah dijadikan tempat shooting film Harry Potter. Saya lupa  namanya Loch apa…..

 

Pemandangan danau , gunung, peternakan , perumahan desa dan hutan sangatlah menakjubkan. Udara dingin tetap menembus ke dalam kereta. Kebanyakan penumpang adalah turis dari manca negara yang memanfaatkan sisa liburan musim panas. Dan kebanyakan mereka adalah orang tua dan keluarga. Di depan saya duduk seorang Ibu dan anak gadisnya yang masih kuliah, mereka turis dari Canada dan berencana liburan ke Iona, sebuah pulau kecil yang sangat indah tepat di seberang Isle of Mull.Sebelum kereta mencapai Oban, hujan turun cukup deras tapi ngga terlalu lama. Toilet di kereta sangat besar dan fully automatic, perlu sedikit belajar untuk membuka dan menutup pintunya. Station kereta Oban ga jauh dari pelabuhan penyeberanga. Cuaca cukup cerah tapi tetap dingin dan angin berhembus lumayan kencang. Bangunan bangunan di tepi pantai sangat unik dan warna warni menambah indahnya kota Oban, burung camar suaranya meramaikan langit. Bonnie Scotland …..when beautiful thistle flowers growth and disperses.

 

 

Remembering  my Earth Watch Team for Eagle of Mull Project, Scotland Aug-Sep 2004.

 

. 

Pernah ga sih dapet tantangan seperti ini dari kawan atau sahabat…padahal kamu lagi ga prepare mo ke suatu tempat …..padahal tempat yang dijadikan tantangan itu sebenarnya juga tempat paforit kamu….apalagi sebenarnya kamu sudah lama ga kesana. Bandung memang menurut saya kota yang exotic, sebutannya hingga sekarang masih Kota Kembang atau Paris Van Java. Menurut saya sebutan kota kembang sudah ga relevan lagi kalo dikaitkan dengan kembang dalam artian bunga yang sebenarnya. Tapi kalo dikaitkan dengan kembang sebagai analogi gadis cantik….keliatanya lebih pas. Sebutan Paris Van Java, masih sangat relevan karena Bandung adalah kota pusat mode dan pakaian, ga heran kalo turis turis dari Singapore dan Malaysia selalu berburu pakaian keren dan modis di Bandung. Segala jenis jajanan di Bandung rasanya cuma ada 2 yaitu enak dan enak banget……

 

Menurut saya sih selain pusat jajanan  dan pusat mode , ada beberapa hal yang membuat Bandung selalu dikenal yaitu  Sejuknya udara Bandung, meski ngga sesejuk dulu lagi tapi udara sejuknya tetap lebih nyaman dibandingkan beberapa kota besar di Insonesia. Lagu halo-halo Bandung (kalo ada orang Indonesia yang ga kenal lagu ini kebangetan dan mesti ditatar ulang WNI-nya), Club sepakbola Persib yang dulu pernah juara liga Indonesia tapi sekarang lebih sering kalah dan fans-nya beberapa bulan lalu diberitakan tawuran dengan fans club lainnya. ITB, Institute Teknologi yang selalu jadi dambaan para orang tua dan anak anak SMA. Ga Cuma itu, lulusan ITB selalu jadi barometer tingkat intelektualitas sarjana di Indonesia. Lembang, highland dengan udara sejuk dan romantic view-nya juga bisa disebut icon kota Bandung. Beberapa tahun lalu geger kalong dimana ada pesantrennya AA Gym sempat menjadi trade mark kota Bandung, tapi sekarang sih menurut saya agak berkurang.Belum lagi sebutan sebagai gudang pemusik handal, sebut saja seniman legendaris group Bimbo. Penyanyi Harry Mukti sampai group band beken jaman sekarang seperti Peterpan, Serious, ST-12, bahkan Cangcuters yang kini menjadi Icon baru.

 

Jadi kalo ada tantangan untuk pergi ke Bandung sekarang juga pasti sulit untuk di tolak, apalagi kalo yang ngajak sahabat karib atau orang yang kamu cintai. Ditambah lagi kamu cukup duduk manis, disetirin, ngobrol santai sambil dengerin lagu-lagu keren….mau ngantuk aja rasanya rugi banget karena bakal kehilangan moment bersejarah. Melintasi jalan tol Cikampek-Padalarang dengan pemandangan exoticnya juga merupakan pengalaman manis yang ngga terlupakan. Sampe di Bandung hari sudah gelap, banyak jalan satu arah jadi mesti berani tanya sana sini….overnight di Bandung dengan sejuta cerita dan kenangan. Pagi-pagi selepas Sholat subuh kembali ke Jakarta melintasi paginya Bandung dan membelah udara sejuk sepanjang perjalanan…hhhmmm ….Ini dia namanya un planned trip. Nah satu hal lagi saya hampir ga pernah menjumpai orang Bandung yang ngga ramah dan sopan. Premannya aja kalo ngomong terdengar sopan di kuping…..Ke Bandung Yu…..

 

 

Experience once and expect do more…..

Setiap kali Ramadhan, setiap kali spiritual kita di pompa untuk memaksimalkan ibadah. Ramadhan benar benar membuat sesuatu yang tadinya berjalan normal menjadi extra ordinary. Mulai dari jumlah dan nilai ibadah, berkurangnya waktu tidur tapi meningkatnya waktu bermunajat kepada Sang Pencipta alam semesta. Berat badan sudah pasti menurun tapi wajah akan lebih tampak berseri. Silaturahmi meningkat, mulai di masjid sampai ke acara acara buka puasa bareng. Perputaran uang juga meningkat drastis, daya beli tiba tiba naik. Demand juga bertambah. Nah yang paling berkesan menurut saya sih I’tikaf di 10 malam terakhir.

Saya sempat berkeliling ke beberapa masjid untuk melihat aktifitas Ramadhan seperti sholat Tarawih, kajian Islam, tilawah Qur’an , sholat berjamaah dan qiyamulail (sholat malam). Suatu malam saya janjian sama sahabat saya untuk I’tikaf di salah satu masjid terkenal di Jakarta Selatan. Kami janjian ketemu di sana, saya berangkat dengan sahabat saya. Dia belum pernah I’tikaf jadi ini akan menjadi pengalaman pertama seumur hidupnya. Karena kami berangkatnya terlalu awal, kami putuskan untuk santai sejenak di warung roti bakar yang terkenal di bilangan kebayoran baru. Selepas minum jus, menyantab pisang bakar keju dan ngobrol ngobrol tentang future life. Kamipun berangkat ke masjid dan sampai di sana tepat jam 1 malam. Kawan saya ternyata belum datang, kamipun mencari kapling tempat untuk menaruh barang dan istirahat. Saya sempat memperbanyak sholat sunnah sampai akhirnya sahabat saya datang. Tepat jam 2 malam kami naik ke lantai atas masjid untuk siap siap mengikuti qiyamulail berjamaah. Rupanya qiyamulail dimulai pukul 2.30, jadi saya sempat tilawah Qur’an. Tepat jam 2.30 Imam sholat datang dan langsung mengajak jamaah untuk memulai sholat. Rakaat pertama sampai 8, sang Imam membaca surah Ar-Rahman. Air mata saya mengalir deras ngga terbendung, karena saya sering membaca surah Ini dan artinya sangat menggetarkan kalbu. Sayapun nangis sesenggukan, ngga peduli apakah sahabat saya disamping mendengarkan atau tidak. Tapi rasanya hati ini runtuh dan jauh sekali dari rasa syukur. Sementara begitu banyak karunia Allah yang telah saya dapatkan. Doa qunut diwaktu sholat witir juga membuat saya sesenggukan lagi. 

 

Tibalah saat yang paling menggetarkan hati yaitu Muhasabah, ketika jamaah di ajak untuk merenung tentang salah dan dosa yang telah dilakukan selama ini, mengakuinya kemudian meminta ampun kepada Sang Maha Pengampun. Semua jamaah tertunduk bersimpuh dan meneteskan air mata. Sapu tangan saya sudah penuh dengan air dari mata dan hidung, semoga ia menjadi saksi kelak di hari akhirat. Selepas qiyamulail saya liat tepat pukul 3.45. Kamipun siap siap makan sahur, kawan saya yang datang belakangan ngga sahur di masjid dia memilih pulang karena memang rumahnya ngga terlalu jauh dari masjid. Tinggal saya dan sahabat saya. Kebenaran dia kehabisan pulsa telepon jadi saya harus mencari dia dulu untuk mengajak sahur. Kami berdua membeli makanan sahur yang di jual di halaman masjid, duduk berdua sambil makan dan bertukar lauk….saya liat wajahnya memerah …pasti habis nangis deh…padahal saya juga sudah hampir kehabisan air mata… Selepas sholat subuh ada kuliah subuh yang cukup panjang tapi materinya sangat menarik yaitu mengenai esensi Ramadhan yang sesungguhnya. Pertama-tama sih saya ngantuk banget, tapi karena materinya sangat bagus jadi ngga ngantuk akhirnya. Selepas sholat saya sempat melihat ada juga rekan saya yang sholat di situ tapi sayang ngga sempat ketemu karena banyaknya orang. Saya kemas kemas barang dan keluar masjid, di depan gerbang halaman masjid sahabat saya sudah menunggu dengan wajah cerah dan senyum berseri….the first word dari dia adalah “Thanks banget sudah mengajak aku kesini, ini pengalaman pertamaku” Thanks God ternyata ngga sia-sia tidur Cuma 1 jam. Waktu itu pukul 6 pagi, jalanan Jakarta masih sepi banget. Saya drop dia di depan rumahnya…betapa mencari malam 1000 bulan itu penuh kesan dan pengalaman…semoga masih ada Ramadhan buat kami di tahun depan….

I really miss my Ramadhan…. 

 

Musim semi dan musim panas di Scotland  adalah saatnya menikmati beraneka ragam cantiknya bunga. Uniknya bunga-bunga indah itu bentuknya kecil-kecil dan rata-rata berkelompok. Saya jarang sekali  menemui bunga tunggal dan besar-besar seperti yang biasa kita lihat di negeri kita tercinta. Warna bunganya didominasi merah, kuning , orange, dan ungu. Karena saya bukan ahli bunga jadi saya (sorry) belum tau nama-namanya.

 

Satu satunya yang saya tau namanya adalah bunga Thistle. Kalau kamu pernah menonton film Braveheart, film perjuangan rakyat Scotland melawan invasi Kerajaan Inggris yang dibintangi actor kawakan Mel Gibson. Salah satu adegannya adalah ketika Prince Of Wales harus berpisah dengan kekasihnya , sebagai tanda cinta sucinya sang Pangeran mempersembahkan bunga Thistle yang dipetik dari rerumputan liar Scotland. Hingga kini bunga tersebut menjadi salah satu mascot rakyat Scotland.

 

Saya pernah mengunjungi bekas lokasi syuting film fenomenal tersebut yaitu di salah satu hutan di tepi kota Aberdeen dan di kota kecil Stirling, Edinburgh. Film Braveheart bagi saya banyak memberikan inspirasi bagi perjuangan sejati seorang laki laki bangsawan demi bangsa, martabat rakyat dan kekasihnya. Bagi saya sih ngga banyak film film kolosal  Hollywood yang bisa memberikan inspirasi dan mendidik sebut saja misalnya The last of The Mohicans, The Last Samurai, 300 hundred dan Kingdom of Heaven (kisah perjuangan Sang Penakluk , pria soleh dan sederhana, Salahudin Al-Ayubi) .Tapi bagi saya Braveheart dan Kingdom of Heaven yang paling unik dan menyentuh.

 

Selain pohon oak & hazzle nut yang sering dijumpai di hutan sekunder di dataran tinggi Scotland, saya paling sering menjumpai pohon blueberry liar yang rasanya hhmm segar banget.

 

Setiap kali saya jumpai bunga di Scotland selalu saya potret dan saya amati, bunganya benar benar cantik dan sederhana, tumbuh di tanah berpasir, diantara rerumputan liar. Oh Flower Oh Scotland….when will we see you like again.

 

Dedicated for my best friend Lorne Taylor and his Family , they live in small town around 35-45 km out from Aberdeen. They have two sons, who love playing bag pipe (an original Scottish musical instrument) and golf . Lorne is good beach volley ball player, he works in offshore at one giant FPSO. Trust me buddy…we will meet again and watching up how salmon fish swimming back head to up stream of one river near to your house in Aberdeen.

Ada ungkapan menarik dari seorang Ulama kondang yang saya dengar pagi ini di salah satu station TV swasta. Dia katakan bahwa ada mata uang yang berlaku global dan pasti laku di mana saja yaitu JRS : Jujur, Rajin dan Sopan. Tiga kata sifat yang menurut saya sangat penting dan dibutuhkan manusia untuk mencapai keberhasilan. Kalau kita jujur, maka segala apa yang kita dapati terasa nikmat, hati menjadi lapang dan pandangan kita lebih visioner. Betapa banyak orang yang pandai tapi tidak jujur dan hidupnya berakhir di penjara dan terhina, namun ngga jarang ada juga orang jujur yang korban tirani dan kezholiman yang  mendekam di penjara dan  akhirnya menjadi ternama karena kejujurannya. Sebut saja tokor pejuang seperti Nelson Mandela atau Mohammmad Hatta. Jujur menurut saya banyak memberikan kontribusi bagi kesehatan dan kebersihan hati manusia. Ada satu pesan almarhum aktor kawakan H.Benyamin S kepada si Doel yang saya selalu ingat  yaitu “Eloe Doel mesti jujur, kalau ngga ingin hancur”

 

Sifat Rajin sebenarnya banyak dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan terutama di usia kanak-kanak dan remaja. Rajin bisa menyelamatkan manusia dari kemiskinan, kelaparan dan  keterbelakangan. Dimana saja manusia berada, kalau dia rajin pasti disukai banyak orang dan ngga bakal kekurangan rizki. Pekerjaan dan profesi apa saja kalau dilekatkan dengan kata rajin pasti akan berbuah keberhasilan, rajin means more practices dan akhirnya menjadi habit. Orang yang rajin pasti ngga bakal duduk diam tanpa hasil, akan selalu ada cara untuk mencapai suatu tujuan. Bangsa ini kalau rakyatnya ngga rajin akan sulit bangkit dari keterpurukan. Liat saja bagaimana orang-orang Jepang dan Iran  memulai paginya dan mengakhiri malamnya, setiap detik mereka isi dengan karya. Makanya ngga heran bila mereka menjadi bangsa terkemuka dan bermartabat. Sahabat saya  mengambil master degreenya di ANU, Australia. Dia cerita untuk memenuhi biaya hidupnya, dia ngga ragu ragu menjadi supir taxi, tukang cuci piring, tukang bersih kamar hotel dan petugas restaurant. Padahal dia datang dari keluarga yang mampu,  tapi karena kemandirian dan kerajinanya dia bisa mencapai apa yang dia inginkan tanpa banyak meminta bantuan dari orang lain. Ingat ngga pribahasa zaman dulu yang saya fikir tetap relevan hingga kini “rajin pangkal pandai”.

 

Dimana saja kalau kita berlaku sopan pastilah orang lain akan respect ke kita. Sikap sopan bukan berarti takut atau rendah diri, tapi ia kombinasi dari sikap menghargai orang lain dan rendah hati. Sikap sopan biasanya terbentuk dari lingkungan , kalau kita terbiasa berlaku sopan pastilah orang lain  akan segan berbuat seenaknya ke kita. Di jaman sekarang sikap sopan ini sudah jarang, sopan tidak berbanding lurus dengan pendidikan sekolah. Tapi ia berbanding lurus dengan pendidikan holistic kejiwaan manusia. Sopan di jalan, di kantor, di sekolah, di kampus atau bahkan di tempat tempat umum merupakan dambaan. Bagi saya sih, sikap sopannya orang Indonesia berbeda antara di kota dan di desa tapi tetap saja orang bilang orang Indonesia itu ramah dan sopan. Saya pernah membuat feedback card di salah satu hotel bintang lima di Singapore, saya katakan dengan mereka belajarlah senyum dan sopan kepada orang Indonesia.

 

Sebagai mata uang global, saya fikir JRS perlu di tumbuhkan atau di refresh  lagi supaya ia bisa menjadi trade mark-nya orang Indonesia.

 

Dedicated to someone who loves me pretty much and always encouraging me to be a champion

Kalau saya ditanya mana yang penting diantara memaafkan dan memohon maaf? Dan mana yang lebih utama diantara keduanya? Menurut saya keduanya sama pentingnya hanya saja memaafkan lebih utama daripada memohon maaf. Pribadi pribadi yang mampu memaafkan patutlah di acungi jempol, ngga semua orang mau dan mampu memaafkan kesalahan seseorang terhadap dirinya. Apalagi bila kesalahan itu terhitung fatal dan sulit untuk dilupakan. Yang ada mungkin dipermukaan kesalahan tersebut dimaafkan tapi di dalam hati masih ada ganjelan yang sewaktu waktu bisa hadir kembali kepermukaan. Perlu hati yang ikhlas untuk mampu memaafkan suatu kesalahan. Menciptakan hati yang ikhlas memerlukan banyak pelatihan terhadap hati dan butuh waktu dan kesabaran.

 

Memohon maaf tidak kalah pentingnya, setiap kesalahan kecil yang dilakukan harusnya diakhiri dengan meminta maaf. Karena kalau kesalahan itu sudah menggunung akan sulit untuk dimaafkan. Ini bukan berarti kita harus berbuat salah, di dunia ini ngga ada manusia tanpa salah kecuali mungkin Nabi. Mantan atasan saya 14 tahun yang lalu seorang sosialis sekuler dan Master Geology lulusan Univesitas terkemuka di Rumania pernah mengatakan pada saya “Heldian, jangan takut salah karena sebenarnya kalau kamu salah berarti kamu sudah bekerja, hanya orang yang ngga bekerja yang kesalahannya sedikit”. Saya hingga sekarang masih percaya nasehat itu. If you do something then it fail, means  you may have opportunity to do right from the lesson learn that you were found.

 

Eid Mubarok, 1429 H.

 

Suatu waktu di Yantai, RRC saya berdua dengan seorang kawan berkebangsaan Malaysia bermaksud mencari masjid. Karena perkiraan kami pasti disekitar masjid ada restaurant muslim sebagai mana di negara negara lain. Kamipun menumpang taxi, supir taxi ngga ngerti sedikitpun bahasa lain selain mandarin. Salah seorang rekan kami yang asli dari Yantai (Mr.Wong) dengan sigap membriefing si supir taxi. Kamipun tinggal duduk manis dan sampai di depan sebuah bangunan cantik, satu satunya masjid di Yantai. Pintu gerbang Masjid masih tertutup. Kami berdua berusaha mencari informasi di mana penjaga masjidnya. Disamping masjid ada seorang Ibu yang berjualan makanan, dengan bahasa isyarat kami katakan kami mau masuk masjid dan sholat. Si Ibu bilang ngga ada sholat hari ini (lho apa bener ????) tapi kalau mau masuk dipersilahkan. Remaja anaknya si Ibu segera membukakan pintu gerbang masjid. Alhamdulillah akhirnya kami bisa masuk masjid. Mesjid kelihatan berdebu dan agak kotor, tapi bangunanya sangat indah dan sejuk.

 

Mimbar untuk khutbah terbuat dari kayu berukir khas china yang sangat indah. Lampupun kami nyalakan. 10 menit lagi akan masuk waktu magrib, kami berdua lalu siap siap untuk sholat. Kami tunggu 5 menit, 10 menit ngga ada satupun orang yang datang. Imam masjidpun ngga terlihat. Selang beberapa lama remaja anaknya si Ibu mendatangi kami dengan bahasa isyarat. Dia katakan  masjid mau ditutup , saya bilang sekarang sudah mau masuk waktu sholat magrib dan kami mau sholat. Tapi dia tetap bersikeras minta kami segera meninggalkan masjid karena dia dan Ibunya mau pulang, dan nanti ngga ada yang ngunci pintu masjid. Saya dan kawan saya bingung, apakah yang namanya sholat di masjid Yantai hanya ada di hari Jumat dan hari Raya saja?. Dengan berat hati kamipun meninggalkan masjid dan belum sempat sholat magrib. Si Ibu bilang ada restaurant muslim di samping masjid. Alhamdulillah kami akhirnya ketemu juga restaurant halal food. Kami masuk restaurant di sambut dengan salam dan jabat tangan hangat seorang muslim. Pemilik restaurant adalah seorang muslim RRC. Lagi lagi dengan bahas isyarat dia katakan masjid hanya dibuka waktu sholat Jumat dan Hari Raya. Dia bilang kalau hari Jumat akan banyak yang datang ke masjid dan restaurant mereka. Makanan yang tersedia semuanya seafood dan sudah dikemas apik per porsi, semuanya keliatan enak-enak, sampai bingung milihnya. Ukuran satu porsinya besar dan banyak sekali. Makanan dihidangkan dan rasanya…sangat sangat lezat. Dari anak pemilik restaurant kami diberitahu bahwa semua pelayan adalah muslim dan kokinya juga muslim, kamipun tambah lega. Tanpa terasa semua makanan habis kami santap, terutama ikan gorengnya enak banget. Sejak saat itu setiap malam kami makan di retautant itu. Hari mulai gelap, jam 7.45 sore kami kembali ke Mandarin Marina Hotel Yantai. Udara dingin akhir musim panas di China serasa menusuk ke dada. Saya sudah ngga sabar menunggu hari Jumat.

 

 

My colleague from Malaysia said “we have to maintain our muslim by only eating halal food”.

Kepada mahasiswa saya atau dimanapun saya mengajar, saya sering menggunakan analogi untuk menjelaskan sesuatu yang agak rumit. Ketika saya menjelaskan bagaimana sebenarnya Predictive dan Adaptive Control bekerja dalam Modern Control Engineering  saya  memberikan analogi bagaimana hewan atau manusia melakukan adaptasi terhadap lingkungannya kemudian mampu membuat forecast atau prediksi terhadap perubahan yang akan terjadi ke depan dengan mengandalkan data recording dan control model. Ketika saya menjelaskan bagaimana proses seismic untuk mengetahui adanya liquid , gas atau padatan di bawah permukaan bumi, saya menggunakan tiga buah gelas berisi air dengan level yang berbeda kemudian gelas saya ketuk dengan sendok untuk menghasilkan resonansi suara. Suara yang dipantulkan dari ketiga gelas berbeda beda karena level ketinggian air yang berbeda. Ketika saya menjelaskan mengenai fenomena suara dan karakteristiknya, saya menganalogikan suara dengan cahaya , karena cahaya bisa dilihat dan suara tidak. Menjelaskan sifat sifat listrik       (arus,tegangan, hambatan) paling mudah dengan menganalogikannya kepada aliran air di dalam selang. Ketika saya menjelaskan mengenai pergerakan lempeng bumi dan fenomena Volcano, saya menggunakan lembaran kertas ditaburi pasir. 

 

Analogi sebenarnya bisa membantu banyak dalam mengkomunikasikan sesuatu. Ungkapan dan pribahasa di zaman dulu banyak digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi atau memberikan nasehat. Misalnya “ sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui”, “bagai punduk merindukan bulan”, “besar pasak dari pada tiang”, “bagai air di daun talas”, “banyak jalan menuju Roma” dan sebagainya. Kawan saya suatu ketika menghadapi masalah dengan boss barunya, si boss sebagai pendatang baru cenderung menggunakan management metromini. Yaitu cenderung mengabaikan aturan, menaikan menurunkan penumpang di sembarang  tempat, sering memacetkan jalan karena parkir seenaknya, ngga mau memberikan kesempatan kendaraan di belakangnya untuk mendahului. Saya tanya bagaimana menghadapi boss yang seperti ini. Dia katakan, di masyarakat Jakarta ada suatu aturan yang ngga tertulis untuk menghentikan sepak terjang metromini. Yaitu tunggu sampai dia menabrak motor, lalu masyarakat main hakim sendiri dengan merusak metromini tersebut dan bahkan membakarnya. Barulah si metromini berhenti berulah. Ini terdengar sangat anarkis dan mestinya ga boleh terjadi di zaman modern seperti sekarang.

 

Seorang sahabat saya menganalogikan mencari pasangan hidup seperti wanita yang mau membeli sepatu baru. Si wanita rela menghabiskan waktu berjam jam untuk hunting dari satu counter ke counter lainnya, ada yang warna dan modelnya pas tapi ngga ada ukurannya. Ada yang keren dan beken model dan merknya tapi sudah sold out, ada yang model ukuran dan warna sudah sreg tapi harganya kelewat mahal. Ada lagi yang ngga jadi dipilih hanya karena ngga bermerek atau merknya kurang terkenal. Jadi akhirnya sulit untuk dapat yang pas dan benar benar confortable. Saya pribadi cenderung menganalogikan mencari pasangan hidup atau sahabat seperti mencari nada dasar kalau mau menyanyikan suatu lagu, kalau nada dasarnya pas pastilah lagunya terdengar pas, nyaman dan ngga falls. Nah biasanya lain lagu lain juga notasinya, tinggal vocal kita yang mesti menyesuaikan.

Session yang paling saya sukai di setiap aktifitas saya sehari hari adalah to coach colleague. Suatu waktu saya diminta untuk coach seorang rekan mengenai masalah keselamatan. Dia saya minta memperbaiki presentation pack dari saya mengenai stress management. Saya coach dia bagaimana sebaiknya membuat slide yang menarik, focus, dan membuat orang tertarik untuk melihat dan mempelajarinya. Satu diantara tips saya buat rekan saya ini adalah be brave to playing with colours. Kalau kamu pernah membaca tulisan saya mengenai Beyond the Expectations , disitu saya menjelaskan mengenai spectrum cahaya, bisa kita lihat bahwa di dunia ini ada banyak sekali warna dari spectrum cahaya yang terpola menjadi warna-warna utama yaitu warna pelangi. Lihat saja bagaimana beraneka ragamnya warna daun, bunga, bahkan batu. Saya percaya bahwa semua warna alami yang ada di bumi merupakan hasil absorbsi dari cahaya yang dipancarkan dari matahari. Warna tunggal ataupun kombinasi warna yang indah akan memberikan rasa nyaman di mata dan tentram di hati. 

 

Warna juga sering menjadi symbol. Kalau kamu perhatikan kebanyakan benda benda suatu kerajaan adalah didominasi warna kuning dan orange. Warna kenegaraan banyak di dominasi  merah. Warna religi banyak di dimonasi putih dan hijau. Yang menarik bagi saya adalah warna merah-kuning-hijau (bagian dari warna pelangi), ia menjadi symbol musik Reggae atau pasnya musik rasta dari Jamaica . Warna warna salem atau warna tanah banyak digemari bagi para adventure atau para penjelajah alam. Di zaman serba minimalis seperti sekarang, warna tunggal lebih dominan disamping murah juga lagi trend dan terlihat conservative. Warna juga sering dipakai untuk mewakili expresi dan peristiwa, misalnya symbol dukacita di Indonesia adalah warna kuning atau putih, tapi di negara lain hitam. Setiap orang pastilah punya warna favorit.

 

Permainan warna buatan banyak kita jumpai di panggung dalam bentuk tata cahaya, di busana, lukisan, outdoor installation, benda benda seni, photo dan lain lainnya. Bagi saya manusia mencoba untuk menyenangkan dan mententramkan hati dengan bereksperimen dan bermain warna. Seorang sahabat cerita ke saya bahwa dia rela untuk berlama lama di depan cermin hanya karena butuh waktu lama untuk menyesuaikan warna blues, celana dan sepatu bahkan jilbab dan antingnya. Saya ingat di film film zaman dulu, penampilan orang sukses dan berharta selalu mengenakan baju putih, jas putih, celana putih dan sepatu putih. Kalau di film kungfu lain lagi, rahib yang suci dan sakti selalu mengenakan baju jubah warna orange. Sebenarnya warna bagi saya membawa pesan keanekaragaman , perdamaian dan kebersamaan. Karenanya ngga salah kalau Bob Marley memperkenalkan musik rasta dengan membawa warna pelangi dan menawarkan damai kepada dunia. Be brave to playing with colours, colours from the sun are flooding you everyday.

Pertanyaan seperti ini mudah untuk di jawab ketika kita mau pergi ke suatu tempat, nurani akan mengatakan yang sebenarnya kemana kita mau pergi sekalipun bibir mungkin akan berkata lain karena berbagai alasan. Kalau pertanyaan seperti ini diajukan kepada pelajar/mahasiswa yang akan melanjutkan sekolah jawabnya bisa satu atau lebih dari satu sekolah/kampus tujuan. Ia bisa saja bergantung kepada berbagai factor mulai dari biaya, interest dan cita cita. Coba saja ajukan pertanyaan ini ke Pak Tani di pagi hari, jawabannya sudah bisa di tebak “ke sawah”. Pak Pos kalau ditannya mau pergi kemana jawabannya pasti mengantar surat, hanya saja ia akan mencari rumah si penerima surat sesuai dengan alamat yang tertera di amplop. Coba ajukan pertanyaan ini kepada pria atau wanita lajang yang sudah mapan, saya kira jawabannya  akan tergantung suasana hati. Ada yang menjawab mau segera menikah dan punya keturunan, ada yang menjawab mau buka usaha baru karena bosan cuma jadi karyawan. Ada yang memilih ngga menjawab, karena bingung belum ada tujuan pasti. Di kampung kelahiran Ibu saya di Martapura, Kalimantan Selatan. Kebanyakan orang kalau ditanya kemana mereka mau pergi, bisa dipastikan jawabannya ke tanah suci dan kalau bisa sampai habis umur di sana.

 

Seorang sahabat cerita ke saya suatu waktu dia lagi ada masalah pelik, hatinya galau, fikirannya kacau. Dia menyetir kendaraan dan pergi, ketika ditanya oleh rekannya kemana kamu mau pergi jawabnya just going out. Cuma mau pergi, dia memutari jalan toll dalam kota,  sendiri cuma ditemani alunan lagu yang menggugah hatinya. Air matanya mengalir deras mengingat akan masalah pelik yang ia hadapi. Karena jalan toll itu melingkar, alhasil dia memutari kota Jakarta  tanpa tujuan. Menurut dia sih sudah mencapai tujuan, yaitu mengusir kegalauan hati. Sekalipun selang beberapa waktu, hati yang gundah itu hadir lagi dan cenderung menjadi semacam nada dasar memorinya dia.

 

Rekan rekan saya sewaktu bekerja di offshore dulu, biasanya kalau sudah hampir selesai waktu tugasnya dan menunggu crew change time lalu di tanya kemana kamu mau pergi kalau lagi off. Jawabannya beragam dan cenderung banyak tujuan, saya fikir ini sih wajar saja karena ia sebenarnya refleksi dari semua keinginan mereka selama tersekap di antara laut, gelombang dan teriknya matahari di offshore. Sekalipun pada akhirnya yang bisa mereka capai hanya satu dua hal diantaranya  shopping dan berkunjung ke rumah saudara atau teman.

 

 

Remember the secret journey

Terakhir saya mendarat di Heathrow  airport , London kurang lebih dua tahun lalu, hari ini 20 April 2008 setelah 13 jam penerbangan Singapore-London dengan pesawat BA mendarat di Bandara yang beberapa hari lalu nyaris lumpuh karena kacaunya system bagasi di terminal baru. Semua penumpang mesti menuju terminal 5 naik shuttle bus dan jauh banget. Sampai di terminal 5 perut saya sudah lapar, sayapun membeli Ginger cake dan teh panas di toko kue EAT. Uang saya £20, harga cake dan teh panas £15. Pelayan EAT mengembalikan £5 uang kertas yang sudah jelek sekali. Saya protes dan minta tukar, tapi laci cash sudah tertutup. Sayapun diminta menunggu sampai ada pembeli lain datang. Benar juga, ngga berapa lama si supervisor (wanita berparas India/Bangladesh) mengembalikan uang saya yang jauh lebih bagus. Ginger cake ternyata rasanya ngga enak. Sayapun ngga sampai habis makannya. Di Heathrow London banyak sekali petugasnya yang berparas India/Pakistan/Bangladesh (agak sulit saya membedakan diantara ketiganya). Lama juga menunggu gate penerbangan lanjutan ke Amsterdam dibuka, untungnya saya bisa memanfaatkan waktu dengan bekerja offline karena ternyata ngga ada Wifi gratis di Heathrow.

 

Penerbangan  London-Amsterdam memakan waktu sekitar satu jam. Makanan yang disajikan ternyata mengandung pork, jadi saya ngga bisa makan. Untungnya mereka menyediakan roti dan butter. Cuaca selama penerbangan bagus banget dan cerah. Sampai di Schippol  antrian immigrasinya panjang banget, dan pintu passport checknya ngga banyak. Persis seperti counter immigrasi di Sukarno-Hatta airport. Petugas mendahulukan orang usia lanjut. Lumayan ribet juga, karena harus keluar dulu dan mengambil luggage setelah itu masuk lagi. Karena saya datangnya terlalu awal, belum ada teman teman satu rombongan yang datang. Saya pun menunggu di counter KLM cukup lama, paling ngga 2 jam. Hari ini di schippol benar benar full dan sangat sibuk, karena liburan musim panas. Semua antrian sangat panjang. Akhirnya saya ketemu juga dengan dua orang anggota rombongan. System check in menggunakan mesin otomatis, cukup menunjukan passport atau credit card, sudah bisa proses sendiri boarding pass. Tinggal ke counter check in untuk memasukan bagasi. Satu per satu akhirnya anggota rombongan datang. Penerbangan Amsterdam – Edinburgh , Scotland memakan waktu 1 jam 15 menit. Udara Edinburgh cerah banget dan sejuk, temperature kurang lebih 15ºC.  

 

 

Edinburgh kota yang sangat indah banyak bukit bukit dan castle. Ada monumen Prince of Wales yang sangat terkenal terletak di atas bukit di Stirling. Stirling adalah kota kecil, kota University berjarak 37 mile dari Edinburgh. Perjalanan ke Stirling dengan bus memakan waktu 45 menit melalui highway. Pemandangan sangat indah khas Scotland dengan bangunan bangunan tua berdinding granit. Rumah rumah sederhana tapi indah dengan bunga warna warni di setiap jendela, komplex perumahan modern semuanya tampak sekali semarak menyambut musim panas. Yang selalu menjadi candu bagi saya untuk kembali dan kembali lagi ke Scotland adalah pemandangan alamnya yang luar biasa indah, udara dingin dan fresh, ranch peternakan yang terhampar luas, rumah rumah mungil yang kokoh dan cantik serta masyarakatnya yang sangat ramah dan bersahabat. Saya menginap di Stirling Management Center . Dekat tempat kami menginap ada beberapa pub dan restaurant tapi semuanya sore itu penuh. Waktu melewati kampus University of Stirling, banyak sekali mahasiswa-i yang menikmati udara sore di atas rumput di taman taman.Udara sore itu dingin sekali, sekitar 14º C.  

Long journey, excellent engagement and met old colleagues

Suatu hari seorang sahabat datang ke saya dan cerita betapa sialnya dia. Saya tanya mana kue coklat yang dia janjikan mau dibagi ke saya dan kenapa dia keliatannya suntuk banget. Saya bilang ke dia “Apanya yang sial, bukannya kamu lagi punya pacar cantik, muda, smart, berpendidikan dan datang dari keluarga yang baik dan mapan”. “bukan begitu Mas, kalau itu sih memang aku syukuri, tapi ternyata setelah aku makin dekat dengan dia lebih banyak yang bisa aku liat dan aku ko ya jadi ragu apa dia memang benar bakal jadi jodohku”. Dia cerita bahwa liburan lalu waktu dia telpon kekasihnya dan tanya lagi ada dimana dijawab lagi mau nemuin rekannya untuk memberi hadiah kue coklat. Mendengar kue coklat karuan aja dia kepingin, sang kekasih berjanji untuk memberikan dia kue coklat nanti kalau mereka ketemuan. Makanya dia juga janji ke saya mau bagi kue coklat kalau sudah dapat. Akhir pekan lalu mereka berdua berlomba banyak banyakan kirim short message dengan hadiah kue coklat kalau sudah mencapai jumlah tertentu. Sahabat saya ini dengan semangat 45 membanjiri HP kekasihnya dengan segala jenis message dan diapun sukses mencapai angka threshold dan berhak untuk mendapatkan kue coklat yang dijanjikan.

 

Tiba pada hari yang dijanjikan, si kekasih bilang malam hari mau ketemuan teman teman lamanya di salah satu mall terkenal di daerah Thamrin, kue coklat yang dijanjikan sudah dia bawa dan tinggal diserahkan ke sahabat saya. Karena cintanya sahabat saya ini menawarkan jasa untuk mengantarkan, tawaran ngga ditolak dan si pacar diantar ke tempat tujuan. “Boleh aku ikutan ketemu teman temanmu” dijawab “jangan dulu kali ya”. Kata sahabatku  “oke deh, tapi aku mau tunggu di tempat yang aku bisa online dan nanti kenalkan aku dengan teman kamu ya”, “boleh deh, nanti aku kenalin”. Dia pun diantarkan ke warung kopi western , eh ternyata di situ wifinya ngga jalan dan kalau mau online harus beli voucher lagi di informasi. Sahabat saya ini ngga kehabisan akal, dia tetap bekerja offline sambil menunggu pacarnya dia pesan coklat panas ditemani blueberry cheese cake kesukaannya. Lebih dari 1,5 jam menunggu akhirnya sang kekasih datang dengan wajah ceria, membawa beberapa hadiah dari temannya. Kebenaran memang pacarnya ini baru saja bulan lalu ulang tahun. “mana teman kamu yang mau dikenalin?” “mereka masih belum bubar tuh, aku pulang duluan padahal masih pingin ngobrol panjang“, “lho ko ngga diterusin aja“ . “ngga ah kasian kamu nanti nunggunya kelamaan, tadi waktu aku pamit mereka mau ngikutin aku tapi aku bilang jangan“. Sedikit bengong, sahabatku ini segera berkemas dan mengantarkan sang kekasih pulang ke rumahnya.

 

Mulanya ngga ada perasaan yang mengganjal, tapi selesai ngedrop si pacar dia rupanya mulai mikir “Ko dia ngga mau ngenalin temannya ke aku ya, padahal sudah bilang mau dikenalin terus kue coklat yang di janjikan ngga diberikan juga”. Si sahabat ini lantas berfikir jangan jangan dia cuma orang pinggiran jadi ngga pantas dikenal kenalkan dan soal kue coklat dia kan sudah berusaha keras untuk memenuhi semua persyaratan lagian katanya sudah dibawa tinggal diserahkan tapi ko ngga dikasih juga. Dengan perasaan bersalah dia bilang ke saya bahwa dia nanti mau beli sendiri saja kue coklatnya. Saya katakan, Buddy…I know that’s a big deal for you even for me that’s nothing. Do not believe only an appearance , it can be betraying you. You have to be patient prior you decide to bring her into your life. Knowing her more deeper. However you may take this as a good experience for your future life…. She is your challenge…

Di depan rumah adik saya di Tamm, Stuttgart Germany ada satu toko roti yang sudah menjadi trade mark di daerah tempat tinggal adik saya. Toko roti itu menjual berbagai jenis kue dan  roti yang semuanya enak enak. Mulai dari berbagai jenis pie, croissant, cake, cheese stick dan banyak lagi yang saya ngga tau namanya. Adik saya dan keluarganya selalu membeli roti dan kue di situ. Waktu Ibu dan Ayah saya menjenguk adik saya, mereka juga selalu membeli cake dan kue di situ. Ada seorang penjaga toko kue itu yang sudah senior namanya Maria. Maria sudah bekerja di situ kurang lebih sejak 5 tahun lalu, dia asli dari  Germany. Ibu saya cerita bahwa Maria sangat baik ke dia, mereka hampir tiap hari ketemuan dan ngobrol sekalipun Ibu saya ngga bisa bahasa Germany dan Maria apalagi ngga bisa bahasa Indonesia tapi dengan bahasa isyarat mereka berdua betah untuk berlama lama ngobrol. Karena baiknya Maria, setiap kali Ibu saya membeli roti atau kue selalu dia kasih bonus tambahan kue lain. Terkadang Ibu saya menjadi ngga enak kalau mau beli kue di toko itu karena baiknya Maria. Kebaikan Maria diceritakan Ibu ke saya.

 

Waktu saya mengunjungi adik saya, saya dikenalkan kepada Maria. Dengan ramah Maria menyambut saya dan cerita betapa rindunya dia dengan Ibu saya. Seringkali saya membeli cake di toko itu dan benar saja selalu diberi bonus kue lain oleh Maria. Suatu sore saya ngobrol ngobrol dengan Maria di depan toko roti itu. Maria cerita betapa dia sebenarnya senang bekerja di toko roti itu sekalipun sudah beberapa bulan ini gajinya telat terus. Saya kaget juga ternyata di Negara maju seperti Germany masih ada kasus gaji telat. Maria bilang sebenarnya dia sudah mau pindah  kerja, karena dia harus menghidupi satu anaknya yang masih sekolah. Saya Tanya ke dia kenapa dia selalu memberi bonus kepada ibu saya dan saya kalau mebeli roti atau kue di situ. Maria bilang, dia senang sama Ibu saya dan karena si pemilik toko juga sering terlambat menggaji dia maka dia berhak untuk memberi bonus kepada orang yang dia suka. Nah sampai di pembicaraan ini saya tertegun dan merasa iba juga. Maria ngga pernah terlihat sedih, dia selalu ceria dan senyum.

 

Suatu waktu saya membeli pie dan yang saya pilih apple dan bluebarry pie, Maria dengan sigap melayani dan menambahkan sepotong cheese cake. Saya ngga tega menerimanya sebenarnya, tapi karena saya mesti menghargai kebaikannya akhirnya saya terima juga. Dia mengantarkan saya sampai ke luar toko, kami ngobrol sebentar. Maria cerita tentang Tamm yang sekarang makin cantik, karena ada gedung balaikota baru dan restaurant masakan asia. Lagi asyik ngobrol, ada seorang pemuda lewat naik sepeda. Si pemuda mengenakan jaket berambut panjang, kata Maria “liat ngga pemuda itu” saya bilang liat. “dia itu bandito disini dan sering berurusan dengan polisi”. Si pemuda pernah datang ke toko rotinya dan meminta sejumlah uang. Saya bengong sebentar, rupanya kota kecil seperti Tamm ada juga premannya. Beberapa bulan lalu saya dengar kabar dari adik saya, Maria sudah ngga bekerja di toko kue itu lagi. Dia sekarang bekerja di tempat lain. Hope to see you again Maria…..

Siapa saja di dunia ini berharap untuk dipercaya atau menjadi orang kepercayaan, Bahkan untuk menjadi orang yang dipercaya ngga tanggung tanggung seseorang merangkai kepercayaan itu dari titik nol dan ia seperti menaiki tangga ke puncak gedung tinggi. Adakalanya kita kuat untuk naik tangga 4-5 lantai sekaligus. Kemudian istirahat dan disambung lagi. Ada orang yang fisiknya kuat dan langsung bisa menyelesaikan 7 rangkaian tangga baru istirahat sebentar. Trust, ibarat merangkai bunga atau membuat kain tenunan. Perlu kesabaran, kerja keras dan kemampuan yang tinggi untuk bisa menghasilkan hasil tenunan yang berkualitas bagus dan cantik. Kalau seseorang bisa dipercaya, ia merupakan bagian hidup dari siapa saja yang percaya kepadanya. Makanya jangan heran kalau orang seperti Moediono, yang menjadi kepercayaannya Pak Harto sejak masih jaya hingga Pak Harto meninggal dunia tetap menjadi bagian dari klannya Pak Harto. Lihat saja bagaimana Heru Lelono, orang kepercayaan SBY. Sekalipun sudah tersandung masalah Blue Energy ataupun padi Supertoy yang ternyata keduanya ngga lebih dari cerita isepan jempol hingga kini masih berada dilingkaran SBY. Karena kehilangan trust, banyak pemerintah yang rontok dan ditinggalkan rakyatnya. Persahabatan dan hubungan yang saling percaya merupakan persahabatan atau pasangan ideal dan akan mampu bertahan lama bahkan hingga akhir hayat. Ngga jarang berpisahnya suatu pasangan disebabkan berkurangnya rasa percaya antara satu dan yang lain.

 

Respect atau menghargai sebenarnya sangat diharapkan semua manusia, jadi menurut saya bohong bila seseorang itu ngga punya keinginan untuk dihargai. Setiap manusia sebenarnya mengharapkan pengakuan atas apa yang dia lakukan. Pengakuan itu menurut saya bagian dari respect. Ayah saya pernah bilang ke saya “Nak, kalau kamu mau orang lain menghagai kamu, itu harus kamu mulai dari diri kamu sendiri untuk belajar menghargai orang lain”. Menciptakan respect dari diri sendiri membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Ia sama seperti menjalin trust, ibarat membuat kain tenunan. Respect tentu saja membutuhkan pengorbanan, karena banyak hal yang sebenarnya ngga cocok dengan jiwa kita tapi karena menghargai itu adalah utama maka semua yang kita hadapi mestinya berasa lebih lapang di hati. Kadangkala kita sulit memberikan rasa respect karena rasa ego kita, karena keinginan kita akan sesuatu sangat kuat hingga menyingkirkan sikap respect terhadap orang lain, sahabat atau pasangan kita dan akhirnya meninggalkan rasa kecewa kepada siapa saja yang mestinya kita hargai. Sebaliknya bila rasa ego itu bisa kita kendalikan, ia bisa memberikan kedamaian pada orang yang percaya kepada kita.

 

Trust dan Respect sebenarnya duduk berdekatan dan ngga terpisahkan, keduanya bisa diraih dengan kesabaran dan ketekunan. Keduanya bisa memberikan rasa damai dan kebersamaan pada dunia.

 

 

Don’t waste your future life , never ignoring trust and respect…..

Apa kira kira yang bisa membuat kamu bisa ingat sesuatu bila suatu ketika ketemu lagi dengan hal hal yang mampu membawa kamu masuk ke memori paling dalam dari otak kamu? Ada banyak hal yang bisa menggiring kita ke memori otak kita diantaranya suara baik berupa suara musik, lagu, bacaan, bahkan suara pembicaraan , tawa atau tangisan. Pilihan warna seseorang juga lumayan bisa membawa kita ingat akan sesuatu. Terutama musik dan lagu, dia mudah sekali membawa ingatan kita masuk pada memori yang mungkin sudah kita lupakan ataupun jarang kita panggil. Karenanya setiap orang akan memiliki reaksi yang berbeda terhadap suara musik yang dia dengar, biasanya suara musik yang melekat kemudian bertahan di memori otak terdalam adalah yang didengar oleh seseorang ketika dia berada dalam suatu kondisi tertentu dimana ada kontribusi emosi di suasana hatinya. Suara pembicaraan atau tawa bisa mengingatkan kita pada seseorang yang pernah kita kenal. Seseorang yang punya pengalaman buruk terhadap suatu kecelakaan, misalnya ledakan. Akan terus tercatat di dalam memorinya bahwa ledakan bisa identik dengan kecelakaan serupa yang pernah ia alami.

 

Wanginya bunga, parfum, rambut dan tubuh  paling cepat membantu kita ingat akan sesuatu kejadian atau ingat akan seseorang yang biasa menebarkan wangi yang serupa. Suatu waktu saya pernah bilang sama seorang sahabat bahwa bau kayu gaharu mengingatkan saya waktu masih kanak kanak. Ketika itu di kampung halaman saya biasanya setiap malam Jumat hampir setiap rumah membakar kayu gaharu di taruh di atas bara api dan ia menebarkan wangi yang khas yang membuat suasana sedikit magis dan khusyu. Sekarang saya baru faham bahwa sebenarnya asap kayu gaharu bisa digunakan untuk relaxasi pernapasan. Pria dan wanita sering menggunakan parfum yang wanginya pilihan oleh dirinya selain untuk penampilan juga untuk memberikan pencirian atas kehadirannya. Saya pernah bilang dengan seorang sahabat saya “kamu merasa tertinggal sesuatu ngga di musholla” dia bilang ngga ada yang tertinggal. Saya minta dia periksa lagi apakah dia meninggalkan sesuatu, dia tetap bilang ngga ada sambil bingung. Saya bilang kamu meninggalkan wangi parfum kamu, hingga orang lain yang masuk kesitu dan pernah berpapasan dengan dia akan ingat bahwa si sahabat ini baru saja selesai sholat.

 

Wajah, model rambut, gaya bicara, gaya jalan, bahkan cara berpakaian seseorang sering membawa ingatan kita kembali pada seseorang yang pernah kita kenal. Kalau kamu pernah melihat penampilan group band The Cangcuters pasti mengingatkan kamu pada penampilan The Beatles atau Rolling Stone. Saya tertarik dengan gaya pidatonya Fidel Castro, pemimpin Cuba hingga kini saya belum menemukan orang yang gaya pidatonya seperti Fidel. Gaya berpakaian Yasser Arafat atau Muamar Khadafy sangat khas, hingga kalau saya bertemu orang orang dari midlle east berpakaian serupa pasti akan ingat pada dua tokoh besar itu. Baik suara, parfum, gaya berpakaian atau bicara sebenarnya memberikan pesan kepada kita “remember me” semua hal di dunia ini terekam secara rinci bahkan bisa di re play….

Oma adalah Ibu mertua adik saya, dia warganegara Germany keturunan Hungary. Suami Oma almarhum Opa adalah pensiunan pegawai Post di Tamm Germany, Oma kini tinggal bersama adik saya dan suaminya. Oma kira kira berusia di atas 68 tahun, dia masih keliatan cantik sehat dan gesit. Semua pekerjaan rumah dia lakukan sendiri, mulai dari mengurus rumah, memasak, belanja, nyetir mobil, mengurus bunga bunga kesenangan dia sampai berkebun di sebidang tanah miliknya. Oma paling jago memasak dan merajut benang woll menjadi taplak meja, kaus kaki atau berbagai hiasan. Waktu saya mengunjungi adik saya pas di bulan Ramadhan, di awal autum lamanya puasa kira kira 16 jam. Oma selalu keliatan sedih kalau meliat saya puasa, dia kuatir saya pingsan atau kehabisan tenaga karena selama 16 jam ngga makan dan minum. Saya bilang sama Oma saya sudah biasa, Cuma saja di Indonesia Puasa ngga lebih dari 13 jam. Hampir setiap hari saya dibuatin kue atau makanan untuk berbuka. Kadang Oma mengundang saya untuk dinner di dinning roomnya dia sambil menyajikan makanan enak buatannya dan aneka cookies juga buatan Oma. Sejak saya ada di sana, jam dinner mereka berubah mengikuti jadual buka puasa saya. Suatu pagi Oma diminta bantuan rekan rekannya untuk panen buah anggur, sorenya  saya dibawain satu botol juice anggur hijau. Saya memang senang anggur hijau, tapi baru kali ini dapat juice anggur langsung dari kebun. Ketika buka puasa saya langsung minum itu juice, Oma bilang “heldi, hati hati perutmu , jangan minum terlalu banyak sekalipun juicenya manis tapi itu asli ngga ada campuran apa apa, kalau ngga kuat bisa sakit perut” saya iyain aja tapi tetap saya minum dan habiskan. Ehh..bener aja malamnya saya harus bolak balik ke toilet.

 

Saat saat yang paling menyenangkan adalah ketika mendengar cerita Oma mengenai Opa, mengenai tiga orang anaknya, mengenai saudara sepupunya yang sekarang mukim di US. Yang paling saya ingat adalah cerita Oma waktu pertama kali mengungsi ke Germany karena perang di Hungary. Oma punya hobby berkebun, dia punya sebidang tanah beberapa kilometer dari rumahnya di Tamm , saya pernah di ajak adik saya ke kebunnya Oma. Ada strawberry, kentang, selada dll. Hampir setiap hari Oma ke kebun dan merawat tanamannya. Di rumah , Oma banyak menanam bunga, saya ingat bunga mawar kesenangan Oma yang warnanya merah cantik sekali. Suatu waktu saya pergi ke toko bunga terdekat dan membelikan Oma bunga segar di dalam pot, Oma senang sekali dan sayapun bahagia. Kalau siang lagi puasa setiap kali lewat dapurnya Oma selalu tercium bau roti atau kue yang lagi panggang,hhmm…sedap dan menggoda sekali baunya.

 

Suatu hari saya jalan jalan keliling perumahan di Tamm berdua dengan suami adik saya, kami melihat ranch milik petani di sana. Banyak sekali kuda kuda pacuan yang sedang di rawat dan diberi makan. Saya liat banyak sekali buah apel berserakan di rumput yang jatuh dari pohonnya dan Cuma diliatin sama kuda kuda itu. Saya pun berniat mengambil beberapa apel yang jatuh dan membawanya pulang. Menjelang buka puasa beberapa buah apel yang saya ambil sudah saya taruh di meja, kata Oma apakah saya suka dengan apel itu saya bilang suka makanya saya ambil. Waktu berbuka tiba, selesai makan sayapun dikupaskan Oma apel apel itu. Ternyata apelnya asem banget, Oma dan Ipar saya tertawa. Pantesan saya liat kuda juga ogah makan buah apel itu. Karena kasihan melihat saya, besoknya Oma segera membelikan saya buah apel yang manis dan segar.

 

Waktu saya mau pulang, Oma mengantarkan saya sampai ke airport Stutgart naik kereta dari Tamm. Yang paling saya ingat dan selalu saya kenang adalah ketika Oma memberi saya uang 50 euro, saya bingung karena saya ngga biasa diberi uang kecuali waktu saya masih kecil. Kata adik saya terima saja, karena itu pertanda Oma sayang sama saya. Dengan terpaksa saya terima untuk menghargai beliau. Di airport Stuttgart Oma memeluk saya erat sambil berkata lirih, jangan lupa ke Tamm lagi kalau lagi ada trip ke Europe. Pelukan sayang dari Oma sampai sekarang masih dapat saya rasakan, betapa orang tua itu tulus kasih dan sayangnya seperti kasih dan sayang Ibu saya tercinta. I love you so much Oma, will see you again.

 

 

My beloved beautiful Oma, she is an extra ordinary Mom and very kind

Di cerita cerita silat karangan Asmaraman Kho Ping Ho jaman dulu, sering diceritakan pendekar pendekar sakti yang lama bertapa di gunung kemudian harus turun gunung untuk mendamaikan dunia persilatan yang dilanda huru hara karena datangnya orang orang jahat yang meresahkan rakyat dan kerajaan. Para pendekar sakti ini biasanya dengan sabar mengamati dunia persilatan sebelum memutuskan untuk get involve. Kembalinya para pendekar selalu disambut gembira  murid muridnya dan membuat kecut musuh musuhnya. Come back dipengaruhi banyak factor, yang paling dominan menurut saya  adalah ikatan sejarah dan emosional. Come backnya Muhammad Ali ke ring tinju dunia walau akhirnya dikandaskan oleh Lerry Holmes tetap fenomenal karena Ali dipandang bagian dari legenda tinju dan pemujanya punya kaitan emosional dengan sang juara sejati. Mike Tyson juga beberapa kali melakukan come back tapi ia lebih banyak gagalnya.

 

Ketika Ayatollah Khomeini kembali dari pengasingannya di Perancis dan memimpin revolusi Iran saat itu juga Iran berubah total dan hingga kini menjadi Negara makmur yang sangat diperhitungkan oleh Negara manapun di dunia. Waktu Dr.Tan Malaka kembali ke Indonesia setelah pngembaraan panjangnya di pentas politik dunia, dia banyak memberikan inspirasi bagi pejuang pejuang muda Indonesia terutama dalam hal pembaharuan dalam wawasan kebangsaan. Ketika Rasulullah Muhammad SAW kembali ke Makkah dengan membawa ribuan sahabat dan pengikutnya, saat itu pulalah kota Makkah jatuh. Majalah tempo yang pernah di bredel di jaman suharto ketika come back ke pasar majalah mingguan ternyata menuai sukses yang luar biasa.

 

Ingat ngga  Group music Koes Plus yang  terkenal dijaman dulu dengan lagunya  “Ke Jakarta aku kan kembali…ii…iiii, walaupun apapun yang kan terjadi…” Come back biasanya penuh dengan rasa suka cita, karena ada memory di dalamnya. Ada harapan baru, cita cita dan komitmen yang setidaknya juga baru. Karenanya jangan malu untuk come back kalau dia ternyata membawa manfaat dan keberhasilan yang berlipat. Banyak pembenahan yang mesti dilakukan ketika comeback, wajah baru kadang pasti dan penampilan baru akan menambah semarak suasana. Di lintasan yang baru, deru mesin design terakhir , pengendara dan support team dengan semangat baru serasa kemenangan ada di depan mata.

 

 

Learning from bad day…..

Pernah ngga kamu menghadapi dilemma, yakni kamu dihadapkan pada pilihan yang sulit. Kalau kata pribahasanya orang melayu “dimakan mati bapak, ga dimakan mati ibu”. Biasanya dilemma muncul ketika diri kita sedang dilanda kemunduran keberanian untuk menentukan pilihan. Dilema kadang kita ciptakan sendiri namun ngga jarang ada peran lingkungan dan orang lain di dalamnya. Pada saat saat sulit seperti ini biasanya kita butuh sahabat untuk membantu kita mengambil keputusan. Tapi ngga jarang nasehat yang diberikan sahabat itu sebenarnya  bukan pilihan nurani kita, namun nasehat biasanya memberikan kekuatan dan pencerahan. Sebenarnya apapun pilihan yang kita ambil semuanya mengandung resiko, tinggal bagaimana kemampuan kita untuk mengendalikan resiko itu supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Waktu kita kecil dulu kalau berhadapan dengan pilihan sulit yang biasa kita lakukan adalah menghitung kancing baju, melempar koin atau atau swit.

 

Kalau saya meminjam bahasa engineering control ketika system harus memutuskan untuk melakukan shut down atau stay open. Biasanya eksekusi di trigger oleh alarm, Alarm yang mendapatkan input dari sensing element atau dari output controller berupa upper atau lower limit dari initial setting besaran yang diinginkan akan melakukan konfirmasi sebelum shut down. Konfirmasi bisa berupa penunjukan sinyal discrete di panel annunciator  switches  dari posisi low low, low, medium,high dan hgh high. Karenanya di oil atau gas processing plant. proses shut down itu ngga gampang, belum lagi konfirmasi dari production superintendent yang selalu memantau setiap pergerakan besaran proses.

 

Dilema kadang membawa kita pada suasana panik dan menggerus waktu kita yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk kegiatan lain yang bermanfaat. Sahabat sebagai tempat berbagi suka dan duka biasanya sudah hafal dengan karakter kita ketika menghadapi dilemma. Dari dalam diri kita sendiri yang kita butuhkan adalah , kesabaran, ketenangan, kedewasaan berfikir dan kemampuan dan keberanian untuk mengendalikan resiko. Karenanya menurut saya  Go or Not Go bukanlah suatu bencana tapi ia kita ciptakan sendiri kemudian kita mesti memilihnya dengan at all risks associated.

 

Dedicated to my best soul mates Iman & Arif, who have been inspired me to be brave when putting on the green.

Dimana ada mata air, pasti disitu ada kehidupan. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa air adalah sumber kehidupan. Mata air yang jernih apalagi adanya di pegunungan selalu menjadi tempat yang nyaman dan dicari cari oleh manusia. Ngga jarang manusia bertaruh nyawa hanya untuk mendapatkan mata air yang jernih dan layak untuk di diminum. Bahkan saat sekarang air yang berasal dari mata air di pegunungan diperdagangkan dengan harga yang mahal, waktu belum ada boom harga minyak (pada saat harga 1 bbl crude oil sekitar USD 20-25) harga satu liter air kemasan lebih tinggi dari harga bensin premium di dalam negri. Di beberapa sejarah peperangan di gurun pasir, ngga jarang target utamanya adalah menguasai sumber air sebagai sumber logistic pasukan tempur. Air sering juga menjadi senjata politik, liat saja bagaimana Malaysia memerankan politik supply air dari Johor ke Singapore sebagai alat paling efektif untuk bargaining position terhadap Singapore. Hal tersebut lama kelamaan membuat Singapore  berfikir bagaimana caranya melakukan storage fresh water dengan membangun giant water pond.  Di kota kota besar di Indonesia disamping menggunakan water supply dari PDAM, masyarakat juga mencari sumber air dari air tanah. Penggunaan air tanah yang tidak terkendali akhirnya menyebabkan intrusi air laut hingga mencemari air permukaan. Bagi masyarakat muslim dunia dan masyarakat Makkah air zam zam dari mata air di sekitaran Masjidil Haram adalah air yang dipercaya mampu memberikan kesegaran berlebih dan menyembuhkan penyakit karena banyaknya kandungan mineral di dalamnya.

 

Air mata ngga selalu identik dengan kesedihan atau kegembiraan yang berlebih, bila ia mengalir dari mata kita maka pasti ada suasana yang penuh emosi didalamnya yang sadar ataupun tidak merangsang mata kita untuk bereaksi atas suasana hati kita. Ada orang yang ngga gampang menitikan air mata tapi banyak yang mudah menumpahkan air mata. Sensor hati terhadap disturbansi atau environment sekitar kita akan berbeda pada orang yang berbeda pula. Secara fisik mata kalau kemasukan sesuatu juga akan bereaksi untuk mengeluarkan air mata berlebih, air mata menurut saya ibarat pelumas. Bila dirangsang pelumas akan otomatis diproduksi lebih banyak oleh syaraf mata kita sendiri. Dorce, pernah di dalam salah satu acara talk show di TV swasta menangis tersedu sedu ketika group band D’Massive menyanyikan lagu “cinta ini membunuhku”. Andy F Noya, pernah meneteskan air mata dan terbata bata ketika cerita bagaimana ayahnya berjuang mencari rizki buat dia dan keluarganya. Bahkan seorang Xanana Gusmao, menangis deras ketika menceritakan pengorbanan seorang Ibu terhadap dirinya di pedalaman East Timor. Sahabat saya selalu meneteskan air mata kalau mendengarkan suara Imam Masjidil Haram melantunkan bacaan Al-Qur’an. Ada lagi seorang sahabat saya waktu di Project yang ngga pernah keliatan sedih atau menangis sekalipun dalam suasana duka atau suka. Tapi kalau menjelang tidur malam dia suka menangis tersedu sedu. Ketika saya desak kenapa, dia jawab terlalu banyak dosa yang dia lakukan tapi sedikit rasa syukurnya kepada Sang Pencipta alam  semesta.

 

Antara mata air dan air mata, keduanya berbeda dari ukuran dan sumbernya. Tapi keduanya menurut saya sama dibutuhkannya oleh manusia. Bayangkan bila tidak ada air mata, maka hati akan keras membeku. Tanpa mata air pun, dunia menjadi batu kering dan berdebu.

 

Kalau kamu menerima sesuatu yang sebelumnya ngga pernah kamu expect apalagi itu sesuatu yang kamu suka, pastilah kamu sebut itu Surprise dan mampu membahagiakan hati. Biasanya yang namanya hadiah kebanyakan surprise, tapi  kalau kita terbiasa memberikan sesuatu yang sudah menjadi trade mark-nya kita,  lama kelamaan itu sudah ngga surprise lagi. Ada sahabat saya yang senang memberikan buku pada siapa saja temannya yang berulang tahun. Ada yang senang memberikan kue tar, lukisan, kartu ucapan buatan sendiri, bahkan keramik . Pak harto dulu sering memberikan hadiah pada tamu tamu Negara berupa keris, nah pejabat pejabat di jaman itu juga latah memberikan hadiah hadiah berupa keris juga. Anak anak saya  selalu gembira kalau mereka mendapatkan surprise dari saya berupa buku, majalah atau mainan yang lucu dan simple setiap kali saya pulang dari tugas atau berpergian. Sangking gembiranya, setiap kali pulang bepergian yang mereka tunggu bukan Ayahnya tapi hadiah surprisenya J J.

 

Beberapa hari lalu ada sahabat yang cerita ke saya bahwa dia mendapat hadiah yang super surprise dari kekasihnya berupa topi golf keren. Ceritanya suatu hari dia menemani kekasihnya ke toko golf terkenal di Jakarta. Sang kekasih berniat membeli hadiah buat teman kerjanya yang akan pindah tugas berupa sarung tangan golf. Ketika di toko sahabat saya ini tertarik dengan topi golf warna khaki dengan tulisan hijau yang keren banget. Karena harganya lumayan mahal, dia ngga jadi beli padahal design dan kombinasi warna topi itu sangat dia sukai. Sang kekasih rupanya ngga notice kalau sahabat saya ini pingin banget beli topi itu sampai suatu waktu si sahabat bilang bahwa dia sangat ingin membeli topi yang di toko golf itu tapi karena dia waktu itu lagi ngga bawa uang cukup dia ngga jadi beli.

 

Suatu hari si sahabat mendapat kiriman paket dengan alamat pengirim toko golf yang dia sudah kenal, sedikit penasaran dia buka perlahan lahan kotak paket itu. Ternyata di dalamnya adalah topi golf keren yang pernah dia taksir berat. Dia senangnya luar biasa, hanya saja dia bingung siapa yang mengirim paket itu ke dia dan tau apa yang lagi dia inginkan. Dengan penuh penasaran dia periksa lagi apa isi kotak tersebut, dia menemukan kartu ucapan warna merah. Dibacanya perlahan lahan, ohhh ternyata kartu dan topi itu dikirim dari kekasihnya….dia benar benar surprise karena sebelumnya dia ngga pernah expect kalau kekasihnya mau membelikan dia sesuatu yang dia sangat inginkan. Dibacanya kartu ucapan itu berulang ulang karena dia masih belum percaya. Karena cara menyampaikan hadiah itu penuh dengan kasih sayang dan surprise, menurut sahabat saya harga topi itu bagi dia sudah berlipat lipat dari harga di toko dan mesti dia simpan di tempat yang khusus. Karena hadiah surprise itulah dia makin sayang pada sang kekasih dan tambah percaya bahwa kasih sayangnya ngga main main.

 

Cool cap, powerful combination of green and cream….

 

Waktu saya masih kecil usia SD dulu di kampung halaman saya di Kalimantan. Saya biasa diajarkan kakak saya bagaimana menjebak burung punai dan berkek. Jenis burung yang rasa dagingnya lebih mirip ayam. Jebakannya sangat simpel, Cuma butuh sebatang kayu lentur, 1,5 meter benang besar dan segenggam beras. Biasanya jebakannya saya pasang sore hari,dan besok paginya kalau beruntung burung punai sudah tertangkap terikat benang dikakinya. Proses membuat jebakannya ngga begitu sulit, kelenturan kayu dan peletakan benang sangat menentukan kehandalan jebakan. Yang menarik adalah mencari jejak punai dan menemukan sarangnya di semak belukar. Jebakan lainnya yang saya pelajari adalah jebakan biawak, jenis jebakannya menggunakan mata kail ukuran besar dan umpan berupa ikan kering atau daging. Saya pernah melihat bagaimana teman teman saya suku pedalaman di Kalimantan membuat jebakan babi hutan, berupa tanah yang dilubangi dan ditutup ranting dan daun kering. Ia hampir mirip dengan jebakan kancil atau pelanduk. Bedanya babi hutan dijebak dengan cara digiring memasuki area jebakan.

 

Para pejuang gerilya vietcong sukses membuat jebakan di hutan hutan untuk menghadang pergerakan pasukan Amerika di perang Vietnam yang berakhir dengan kalahnya Amerika. Demikian juga yang dilakukan pejuang Afghanistan ketika perang melawan Uni Soviet. Tentara jepang di perang dunia II sangat piawai mengecoh musuhnya dengan membuat bungker dan meriam palsu untuk mengelabui tentara sekutu kemudian menjebaknya untuk masuk ke jarak tembak mereka. Pangeran Diponegoro bisa ditangkap oleh Belanda karena dijebak untuk berdamai kemudian ditangkap dan dipenjara. Jebakan di dalam pertempuran biasanya sangat menyakitkan, yang menjebak mungkin bisa berpesta tapi yang terjebak pasti akan sengsara dan terhina. Pada peta politik nasional maupun dunia, sejarah banyak mencatat bahwa jebakan digunakan  para politikus untuk memberangus lawan lawan politiknya. Lihat saja bagaimana nasib Kartosuwiryo, Daud Beureuh dan Mohammad Natsir yang pada akhirnya masuk dalam perangkap penguasa ketika itu. Di jaman Malari, banyak analis politik beranggapan bahwa peristiwa tersebut adalah rekayasa dari Ali Murtopo untuk menjatuhkan lawan lawan politiknya ketika itu. Demikian juga dengan peristiwa Priok, 27 Juli dan Trisakti May 1998 yang syarat dengan politik “siapa memanfaatkan siapa” dan menggunakan jebakan model classic berupa konsentrasi massa yang beringas dan rawan melakukan anarkisme.

 

Kawan saya pernah mengatakan ke saya bahwa dia merasa akan disingkirkan dengan cara di digiring dan dipojokan hingga akhirnya harus rela melepas posisi kerjanya yang prestisius untuk kemudian digantikan oleh orang lain yang memang sudah mengincar  posisi tersebut. Situasi di lingkungan kerja kerap diwarnai dengan perebutan pengaruh, jabatan dan perhatian. Sehingga berbagai metoda jebakan sering di gunakan, misalnya menjebak supaya orang terpancing berbicara vocal, menjebak dengan memberi berbagai fasilitas yang pada   akhirnya ia tergoda untuk berbuat curang dan kemudian di depak secara paksa. Character assassination bukanlah permainan baru di masayarakat, dunia politik bahkan di dunia kerja. Ia kerap digunakan untuk menyingkirkan orang lain dengan cara cara yang ngga manusiawi.  Di dunia business yang sebenarnya hokum rimba berlaku, jebak menjebak bukanlah hal yang baru. Bagi masyarakat China ratifikasi terhadap standard tertentu misalnya IPA, ASTM dsb hanya merupakan akal akalan para mafia Negara maju agar semua produk barang bisa dibawah kendali mereka baik dari segia pembuatan maupun penjualan.

 

Pernah ngga kamu merasa terjebak pada suasana yang sebenarnya bukan keinginan kamu tetapi keinginan orang lain yang tanpa kamu sadari akhirnya kamu terjebak di dalamnya dan sulit untuk keluar atau memilih jawaban sesuai dengan nurani kamu. Being trapped is always uncomfortable and burden you until you feel so frustrated which is expected by somebody who wants to trap you up….

Sudah lama saya impikan, baru kali ini ada kesempatan untuk trace back my mother home town setelah seorang sahabat mengajak saya ke Martapura dan Banjarmasin. Dia semangat sekali pingin ke Banjarmasin dan Martapura untuk hunting photo, kebenaran dia hobby banget photography. Sebelumnya beberapa kali ke Banjarmasin saya ngga pernah ada kesempatan melihat lebih jauh ke pedalaman Martapura si kota intan. Penduduk Martapura terkenal sangat agamis dan kebanyakan profesi mereka adalah pedagang, pengrajin permata dan ulama. Ibu saya lahir dan besar di Martapura, tepatnya di desa Dalam Pagar, Kelampayan. Kelampayan terkenal karena ada makam ulama besar Syeh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang hidup pada tahun 1702-1807. Makam Almarhum Ulama besar ini menjadi tempat ziarah faporit di martapura. Perjalanan ke martapura kami tempuh selama 45 menit dengan angkutan umum dari terminal banjarmasin. Sebelum berangkat kami sudah siap siap dengan baju santai, sandal, camera, dua botol aqua dan coklat buat ngemil di jalan. Udara banjarmasin yang terik menambah seru perjalanan. Sampai di martapura kami jalan jalan dulu di pasar martapura yang besarnya ga kira kira, kalau menurut saya sih cuma bisa disaingin pasar tanah abang Jakarta. Kelaparan, kamipun mencari makanan khas banjar. Es kelapa dengan sirup merah rasanya enak banget, menu makan siang saya ikan patin bakar. Rekan saya memilih udang sungai. Pemilik warung tempat kami makan sangat baik dan ramah, dia yang mencarikan kami kendaraan sewa ke Kelampayan. Semua makanan di pasar itu rasanya enak enak, kami sempat mencoba wadai (kueh) rasanya enak bener. Selesai makan siang kami sholat dulu di masjid raya Martapura yang aristekturnya indah banget dan mengingatkan saya pada Masjid Nabawi Madinah. Pelatarannya lebar, tempat wudhunya di luar. Pengunjungnya rame sekali, kamipun ngga menyia-nyiakan kesempatan dengan mengambil gambar sebanyak-banyaknya.

 

Dari  martapura ke kelampayan butuh 30 menit , kami masuk melalui desa Astambul (mungkin dulunya mengambil kata Istambul J J). Rumah rumah khas banjar berwarna hitam kayu ulin, atap sirap, panggung dan berjendela banyak berjejer di tepi jalan dari Astambul ke Kelampayan. Kebun berbagai jenis tanaman buah mengingatkan saya pada kebun nenek saya dulu di sungai buaya Bulungan, Kalimantan Timur. Ada yang membuat saya sedih banget, di sepanjang jalan menuju makam Syeh Al-Banjary banyak sekali pengemis yang meminta minta. Yang lebih sedih lagi kebanyakan mereka adalah anak anak kecil penduduk di sepanjang jalan. Padahal rumah mereka keliatan besar dan Ibu-Ibunya hanya diam menyaksikan mereka meminta-minta. Sepertinya ia sudah menjadi tradisi dan ngga keliatan ada upaya Pemerintah setempat untuk menertibkannya. Kami singgah sebentar di makam sang Ulama Besar, banyak sekali penjiarahnya. Bangunan komplek makam sangat indah dan berbentuk kubah masjid. Di dalam komplek makam, banyak makam makam lainnya yang sepertinya bagian dari keluarga dan kerabat. Pengemis berjejer di jalan access maksud dan mereka sedikit memaksa, kami ngga memberi karena jumlah mereka terlalu banyak. Kami singgah di pedagang buah membeli buah asli banjar seperti kapol, serikaya dan jeruk . Melintasi jalan kecil menuju desa Dalam Pagar sungguh menakjubkan, rumah rumah kayu panggung dan berusia tua berderet di tepi jalan. Kami melintasi sungai martapura sambil menikmati buah sarikaya. Di tepi sungai banyak gubuk kecil mengapung di atas batang kayu besar, itu adalah kamar mandi dan toilet penduduk setempat.

 

Desa dalam pagar bagi masyarakat banjar adalah desanya keturunan kerajaan Martapura dan ulama, saya Alhamdulillah bisa berkunjung ke rumah kuno yang sudah berusia lebih dari 200 tahun.Ada dua rumah dan keduanya dilindungi oleh pemerintah setempat sebagai warisan budaya. Penghuninya adalah generasi ketiga dari bangsawan Martapura, kami  sempat bertemu dan bincang bincang dengan nenek penghuni rumah yang berusia hampir 100 tahun. Bahasa banjar penduduk dalam pagar unik dan dan nyaman di dengar,  saya nyaris ngga ngerti. Rumah besar itu sangatlah indah dan unik sekali. Banyak barang barang pusaka dan peninggalan leluhur pemilik rumah  Pintu dan jendela yang berukir indah. Ada tempat tidur dengan kelambu cantik, ada peti tempat menyimpan harta, guci guci antik dsb. Saya paling suka melihat dapur dan ruang keluarga mereka, bagi saya ia mengingatkan masa kecil saya di rumah nenek di pedalaman Bulungan. Kami diikuti oleh anak sekolah yang senang melihat kami terbengong bengong melihat sekeliling rumah. Mereka kami photo, wah senang sekali mereka. Dari kampung dalam pagar kami langsung ke Cempaka, tempat pendulangan intan dan batu permata. Tambang rakyat ini sudah berusia puluhan tahun dan dari sinilah batu permata seperti  kecubung dan merah delima  dihasilkan. Belum lagi intan yang sangat mahal harganya. Martapura memang luar biasa…ngga heran kalau sampai di Mekkah pun banyak dijumpai pedagang pedagang asal martapura…Sekarang kalau ketemu Ibuku aku bisa cerita bagaimana kampung halaman dia sekarang…:) :)

  

The greatest journey, full experiences and most memorable story……

dsc00159-1Pada waktu perang dunia II komandan pasukan Inggris di Singapore Letnan Jendral  Arthur Percival memimpin pasukan Inggris dan resimen tentara dari negara-negara jajahan Inggris untuk bertempur melawan pasukan Jepang di bawah komando Jendral Tomoyuki Yamashita ( the tiger of Malaya). Pusat komando Jendral Percival adalah bunker bawah tanah di daerah Fort Canning Singapore yang di kenal dengan sebutan Battle Box.  Tentara Inggris akhirnya menyerah kepada kekuatan pasukan Jepang pada tanggal 15 February 1942. Menyerahnya Jendral Percival bukanlah tanpa alasan, supply kebutuhan air ke Singapore ketika itu sudah dikuasai pasukan Jepang dan kekuatan persenjataan  pasukan Jepang jauh di atas pasukan Inggris, sekalipun Inggris telah mendatangkan resimen tentara dari China dan Malaya. Keputusan yang diambil Jendral Percival bukanlah keputusan pribadi. Dia menerima masukan dari para komandan lapangan pasukan Inggris, bahwa kalau mereka ngga menyerah korban di pihak mereka termasuk sipil akan jatuh lebih banyak lagi. Bunker fort canning akhirnya dikuasai pasukan Jepang, tentara Inggris di tawan dan ngga sedikit yang di eksekusi. Mobil mobil buatan Inggris di ceburkan ke laut supaya ngga di kuasai pasukan Jepang.

 

Kisah menyerahnya pasukan Jepang di Indonesia kepada tentara sekutu juga tercatat dalam sejarah pasca bom atom di Hirosima dan Nagasaki. Saya belum menemukan di dalam catatan sejarah nasional mengenai menyerahnya pasukan Indonesia  kepada tentara musuh. Pasukan Irak menyerah total kepada pasukan gabungan Amerika ketika Invasi AS ke Irak, yang tersisa justru pejuang gerilya rakyat Irak. Waktu pasukan Uni Soviet memborbardir Jerman dan akhirnya mengalahkan pasukan Hitler, banyak petinggi Hitler yang melakukan bunuh diri termasuk Hitler sendiri. Sebagian menyerah, ditawan atau dieksekusi.dsc00152-1

 

Sejarah militer memang penuh dengan serbuan, pertahanan, serangan balik, infiltrasi  dan Surrender. Menyerah memang sering dilihat sebagai suatu hal yang hina, karena manusia ketika itu harkat dan martabatnya jatuh pada titik zero, dia menjadi manusia tertawan yang bisa diperlakukan apa saja oleh yang menguasai mereka. Pada situasi perang yang bisa membantu mereka cuma hukum perang. Tapi siapa yang bisa menjamin tidak ada penyimpangan dalam hukum perang. Liat saja bagaimana tawanan perang Irak atau Afganisthan di penjara Guantanamo, Cuba diperlakukan bagai hewan oleh pasukan Amerika. Atau camp konsentrasinya Jerman yang super sadis. Bagi mereka yang berharap dapat hidup lebih lama pada kondisi perang Surrender adalah suatu pilihan sekalipun bukan jaminan. Mestinya surrender bukanlah keputusan yang hina bila ia di dasari untuk menyelamatkan manusia atau asset yang lebih besar dan lebih bermanfaat di masa depan. Pada saat surrender terjadi, yang menawan dan ditawan akan saling ambil keuntungan. Sudah pasti yang paling banyak untung adalah yang menawan, tetapi bagi yang ditawanpun selain kesempatan untuk hidup juga bisa dimanfaatkan untuk menyusun kembali koordinasi pasukan dari dalam penjara dan memantau aktifitas kecil pasukan penawan.

 

dsc00160-1Dalam kehidupan sehari hari ada kalanya kita ngga mampu lagi bertempur dengan suatu masalah dan akhirnya kita menyerah pasrah. Bagi saya pribadi sebenarnya kata menyerah itu terhina dan lemah. Namun kalau difikir lagi bahwa kalah dalam suatu pertempuran bukanlan berarti kalah dalam peperangan. Kita masih butuh banyak energy dan kesempatan untuk bisa bertempur di masalah lainnya yang mungkin membutuhkan pengalaman atas kekalahan kita sebelumnya. Juga ngga mungkin kita akan menang terus dalam setiap pertempuran. Sepengetahuan saya cuma Alexander Yang Agung yang ngga pernah kalah dalam setiap pertempuran. Temodjin (Jengis Khan) yang pernah menguasai separuh dunia, pernah beberapa kali kalah, menyerah dan ditawan dalam pertempuran. Sampai dia berhasil mengumpulkan kekuatan para kepala suku dari padang rumput Monggolia dan membabat empire China hingga masuk ke Asia Tengah dan Eropa. Lesson learn dari kekalahan dan surrender rasanya sangat kita butuhkan untuk bisa memenangkan peperangan kita melawan kerasnya kehidupan saat ini tentunya supaya kita ngga menjadi orang kalah sebagaimana yang dialami bangsa kita sekarang. Bangsa kita saat ini adalah bangsa kalah, makanya kita harus punya punya semangat untuk bisa bangkit seperti bangkitnya Jepang pasca pemberontakan para samurai di era Kaisar Meiji dan Pasca perang dunia II. Bangkitnya Malaysia pasca kerusuhan etnis atau bangkitnya vietnam pasca kalahnya AS di negara mereka.

 

Sahabat saya pernah menyerah pada keadaan, pada saat dia harus mengambil keputusan untuk berpisah dengan pasangan hidupnya dan memulai hidup baru sebagai single parent. Pada awalnya rekan rekannya menjauh dan beranggapan dia adalah orang yang gagal, padahal yang tau kondisi dia dan situasi rumah tangganya adalah dia dan bukan teman apalagi orang lain. Ketika dia belajar untuk memperbaiki kehidupannya faktor disturbansi justru banyak datang dari luar bukan dari dalam hingga akhirnya dia menang dan hidupnya kini justru jauh lebih sukses dan tenang ketimbang dulu…..

 

I believe the winner is who ever failed then tried hard and smart to carry any improvement….

dsc03543-1Trip saya ke Banjarmasin kali ini was terrific and incredible, karena penuh dengan wisata kuliner dan river cruise. Bagi saya sih Banjarmasin adalah kota dengan berbagai jenis keunikan mulai dari masyarakatnya yang agamis tapi welcome dengan pendatang, kehidupan ekonomi dan politik masyarakat setempat,  beragamnya etnis yang menetap disana sampai enak dan beragamnya makanan asli banjar. Pokoknya kota yang jadi langganan kebakaran dan banjir tersebut pantas kalau  saya sebut kota unik. Biasanya saya ke Banjarmasin untuk urusan bisnis , tapi kali ini murni untuk pelesiran dan mencari pengalaman. Saya dan sahabats ebelum  berangkat  sudah menyusun jadual acara pelesiran kami, mulai dari transportasi dan akomodasi selama di sana sampai kemana kami akan pergi, everything have been prepared in advance bahkan sampai jenis dan bahan pakaian yang akan kami pakai selama di perjalalnan dan di sana. Penerbangan ke Banjarmasin memakan waktu 1 jam 45 menit. Landasan pacu airport Syamsudin Noor bergelombang, pesawat saat mendarat seperti berada di jalan yang berombak. Udara saat pesawat mendarat malam itu sedikit berawan dan sejuk. Airportnya kecil dan sumpek, hal yang mestinya segera diperbaiki karena airport adalah gerbang kota jadi mesti di design dan dibuat semenarik mungkin sebagai layaknya airport ibukota propinsi.

 

Target kami adalah besok pagi pagi sekali kami mesti ke pasar terapung, sayangnya kami datang kemalaman dan kendaraan hotel untuk free drop ke pelabuhan pasar terapung sudah fully book. Terpaksa kami menggunakan scenario kedua dan baru bisa book ke pasar terapung di hari berikutnya. Sore hari sepulangnya dari tempat pendulangan intan saya sempatin makan duren di tepi jalan Banjarbaru. Wah duren Kalimantan itu warna kulitnya hijau segar, durinya tajam, isinya kuning dan sangat enak. Saya pernah makan duren yang rasanya seperti ini waktu  perjalanan dari Kuala Lumpur-Singapore tepatnya di Perak.  Naik angkot di banjarmasin lumayan gampang dan banyak pilihan. Taksi kota untuk sekali drop aja kita mesti merogoh kocek RP.50.000,- Kami pilih naik angkot  untuk mencari tempat makan malam. Dan yang kami cari adalah warung seafood , kamipun ditunjukan warung tenda tepi jalan di Pal 5 (Km 5) dan benar aja kepiting saus yang kami pesan rasanya sangat beda dengan yang pernah saya jumpa di manapun baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bumbunya sedikit campuran antara saus tiram dan carey. Yang saya ingat sahabat saya terus memuji keenakan masakan kepiting itu. Habis makan malam saya sempatin lagi makan duren, kami duduk berdua di tepi jalan tempat dagang duren. Sahabat saya kebenaran ngga suka duren, jadi terpaksa saya makan sendiri. Asyik juga ngobrol di tepi jalan dibawah langit gelap dan banyak bintang bersinar. Pulangnya kami naik beca.

 

dsc00207Bangun sebelum subuh kamipun  bersiap siap dan selesai sholat subuh kami diantarkan ke pelabuhan pasar  terapung. Di jalan sudah turun hujan, sampai di pelabuhan kecil hujan makin deras. Kami menyewa perahu motor untuk ke pasar terapung dan ke pulau ditengah sungai Barito. Sungainya lebar banget, banyak tanaman enceng gondok mengapung. Perahu jalan membelah pagi di basahi hujan dan cuaca mendung. Matahari ngga terlihat, suasana masih gelap. Tapi sudah banyak perahu perahu kecil hilir mudik. Sampai di pasar  terapung kamipun mengambil gambar sebanyak banyaknya. Keliatannya perdagangan yang dilakukan mereka adalah barter, saya liat ada yang barter kelapa dengan buah buahan dan sayuran. Perut lapar karena belum sarapan, kami putuskan untuk mencari pedagang makanan, eh benar aja ngga jauh dari situ kami ketemu perahu yang berdagang aneka makanan sarapan. dsc00206Yang kami cari adalah nasi kuning dengan lauk  ikan haruan (ikan gabus). Bertiga kami sarapan nasi kuning, rasanya jangan ditanya deh…enak banget, sekalipun lauknya sedikit. Masing masing kami menghabiskan dua bungkus nasi kuning, minumnya teh tawar beraroma mawar. Yang menarik adalah semua sampah dikumpulkan oleh si pedagang dan cuci tangan langsung ke sungai Barito memang berkesan. Selesai sarapan perahu kami jalan lagi menuju pulau , di situ banyak pengunjungnya dan banyak banget monyetnya. Kami ngga singgah cuma lewat aja karena keliatannya monyetnya agresif. Kembali ke pelabuhan (kecil) kami menyaksikan pelangi yang indah banget, dan uniknya pelanginya ada dua lapis nyaris sempurna lengkungannya. Sambil menunggu gerimis berhenti kami sempatkan mengambil beberapa photo lagi. Kami menunggu kendaraan jemputan di warung soto banjar, padahal saya sudah sarapan karena meliat banyak yang makan soto sayapun ngga tahan pesan juga. Ternyata sotonya enak banget. Mungkin karena kekenyangan perut saya tiba tiba mules, tanpa sungkan saya ijin ke pemilik warung untuk numpang ke belakang….langsung ke sungai Barito. Siangnya sebelum kembali ke Jakarta, kami usaha banget mencari warung masakan bebek Ma’Haji di Pal 6, dan ternyata memang bebek panggangnya ga ada duanya….lebih lezat dari yang ada di Jakarta….so mission  accomplished J J 

dsc03572

That was an incridible  trip I ever made…full memorable story and worthed plan…

dsc00172-1Waktu saya masih sekolah dulu saya punya sahabat baik , dia berasal dari Langkat , Sumatera Utara. Dia asli melayu deli. Perawakannya ga tinggi J J kumisan dan kekar. Dia dan abang abangnya perawakan dan wajah mereka hampir mirip semua, kadang kadang kalo dari jauh bingung juga membedakannya. Saya sering di ajak maen dan menginap dengan teman teman lainnya sambil belajar bareng di rumah abangnya. Mereka satu keluarga baik semuanya dan sangat ramah. Sahabat saya ini ngga pernah keliatan susah apalagi sedih, seberat apapun masalah yang ada di dia ngga pernah dia ngga senyum dan ketawa. Bagi dia hidup itu mesti gembira dan menggembirakan orang lain. Yang terus saya ingat dia dan abang-abangnya paling rajin dan jago masak, sebagai anak kos saya sering minta bantuan dia masak. Malah salah seorang abangnya sekarang punya usaha toko kue bingka ambon di Medan dan sukses. Sahabat saya ini pandai mengaji , suaranya bagus dan ngga pernah lepas sholatnya. Sekalipun menurut saya dia itu bandel banget tapi soal Sholat…kapanpun dan dimanapun dia ngga pernah ketinggalan.dsc00168-1

 

Sebagai teman satu kos, kami sering ngobrol tentang kampung halaman kami masing masing. Nah si sahabat ini kalo cerita tentang kampung halaman dia di Langkat berapi api sekali dan banyak cerita lucunya. Suatu hari Ibunya datang dari Medan dan ternyata Ibunya jauh lebih ramah dan baik lagi. Dia bilang Ibunya itu guru mengaji di Langkat, da antara mantan murid murid Ibunya adalah Bang Prof.Dr. Immaduddin Abdurrahim (Alm) dan Dr. Muhammad Nur, MA. Mereka sangat sayang dan sopan sekali dengan Ibunya, menurut mereka kalau di kampung posisi Ibu itu jauh lebih terhormat dari ayah sekalipun, jadi mesti dibantu dan dilindungi. Ibu yang mengajarkan mereka agama, tata krama dan memasak sebagai bekal kalo mereka merantau nanti. Menurut saya sih, Ibu si sahabat ini memang keliatan kuat dan tegas. Sangat ramah dan menghargai banget dengan siapapun dia ketemu. Kalo mereka sudah ngumpul satu keluarga, wah ngobrolnya bisa sampai tengah malam dan ngga ada cerita yang ngga lucu. Saya masih ingat  makanan pavorit saya di rumah abangnya, rendang daging yang kering. Wah rasanya sampai sekarang masih teringat ingat, soalnya saya ngga pernah nemuin lagi rendang yang kering. Kata dia itu resep masakan warisan Ibunya.

 

dsc00171-1Suatu waktu saya ada visit ke Medan dan Rantau, jalan ke Rantau melewati Kabupaten Langkat. Sayapun teringat dengan sahabat ini, dan benar saja saya sempat berhenti sebentar di sana melihat betapa cantiknya rumah rumah panggung khas melayu. Bangunan bergaya kolonial . Mesjid dengan arsitektur unik dan gaya kubah Melayu Aceh dan Arab. Bagi saya Langkat sangat kaya dengan arsitektur yang modern dan menakjubkan. Bagi say sih akan sulit bagi arsitek sekarang untuk bisa menciptakan bangunan seperti di Langkat. Bahasa melayu mereka khas , enak didengar dan cuma pernah saya dengar di Kalimantan Barat, Semenanjung Malaysia dan sebagian Riau. Sebagai pencinta kebudayaan, bisa saya katakan bahwa dulu Kesultanan Deli itu luar biasa maju dari segi kebudayaan dan pemerintahan. Ini terbukti dari pemilihan warna, bentuk , bahan dan ornamen bangunan yang ada di Langkat…..

 

Dedicated to my best friend Erwin, Bang Hazman & Bang Im. The best and great family I ever met

Rekan rekan se team saya di HSSE Technical Committee (JJ butuh beberapa slide pack untuk penjelasan mengenai organisasi ini J) sudah beberapa bulan lalu mempersiapkan segalanya untuk bisa reach milestone materializing HSSE Away Day 2008. Kota yang diusulkan untuk dikunjungi mulanya beragam mulai dari Bali, Yogja, Cirebon, Bandung. Akhirnya considering the budget , kemudahan dan waktu tempuh yang dipilih akhirnya Bandung. Committee dibentuk dan yang ditunjuk sebagai Project Manager si Aryanto, the young gun. Ary dibantu oleh pretty girls Nana, Vira, Ririen, Nissa dan di backing oleh Triyono my expatriate from Cilacap. Ary and team rupanya ahli banget menyusun usulan budget lengkap dengan options , contingency plan, detail acara bahkan who should do what. They are very professional and worth.

 

The young guns melakukan advance visit dan audit, hasilnya hotel yang di usulkan terpaksa saya reject karena alasan HSSE compliance. Contingency plan applied, finally mereka berhasil dealing dengan hotel yang jauh lebih bagus with reasonable price. Ary mendesign polo shirt dan jacket, melalui voting (we are very democratic folks J ) diputuskan untuk memilih jacket sebagai uniform of the trip. Tema away day kami kali ini adalah Go Green, sebelumnya lumayan ada perdebatan mengenai gambar daun yang akan di pasang di jaket. Ada yang mengusulkan maple leaf, daun singkong, daun flamboyant dan banyak lagi. Hasilnya gambar daun yang ada di jacket sepertinya sih daun pohon rambutan J J keren ga….. Sebagaimana tradisi HSSE team, all the things are well prepared in advance, mulai dari detail acara, presentation pack, kelengkapan, safety briefing, personal in charge, lunch & dinner menu, rute perjalanan, contact person on dedicated places dll. Satu hal yang kami mau create adalah be fun and happy , karena away day sekalipun dalam  kerangka HSSE meeting tapi mesti fun and fun. Hasilnya luar biasa, spirit peserta ga kalah dengan spirit orang orang kalo mau mudik lebaran. Semuanya giving their smile dan eager to help each others. Di hari keberangkatan saya pas ada sudden inspection ke office baru, terpaksa teman teman menunggu sejam lebih…I’m feeling guilty on this and said sorry to my beloved Team. dsc00158-1

 

Journey to Bandung by bus was really exited, saya lupa bawa makanan dan minuman kecil di perjalanan but all colleagues were happy shared what they have…Sampai di Bandung dah sore banget. Kami disambut hangat pihak hotel dengan keramahan khas bandung, check in room berjalan lancar. Malamnya kami mulai meeting, Dita my brain was giving her presentation about our HSSE annual report, highlight and lowlight. Such funny discussion held and it was very constructive discussion. We ended the meeting with such action points. Dinner kami di daerah Dago wah perjalanan ke sana lumayan beresiko juga, jalannya kecil dan menanjak. Restaurannya pas dipunggung bukit, pemandangannya indah dan exotic. Driver bus kami luar biaya skillnya. Design restaurannya sangat cantik dan modern, team saya ga berhenti taking pictures terutama para girls. Ary dan okky  ternyata sudah set menu dinner yang ueennnakkk tenan.

 

dsc00161-1Hari kedua bangun pagi pagi persiapan olahraga, Andi Maulana memimpin stretching. Kalo kata Mas Tri sih strecthingnya lebih mirip persiapan latian Karate…Team kami bagi gua group dan pertandingan Polo airpun dimulai. Saya satu tim dengan heru, okky dan bella. Lawan kami mas Broto, Andi, Ririen dan Teguh. Sukardi dan Nana wasit, dan Ary masuk belakangan menggantikan Mas Broto. Hasilnya team saya kalah telak 7 – 3, that was really fun dan yang bikin cape bukan Polonya tapi ketawanya. Tepatnya itu Polo air campur wrestling. Di pertandingan gebug bantal si Andi ga terkalahkan, saya kira sih dia biasa practices di rumah ngegebug bantal J J. Selesai breakfast team mendapat safety briefing sebelum berangkat ke tangkuban perahu. Tangkuban perahu benar benar komplex kawah volcano yang luar biasa menakjubkan. David yang menyusul berangkat di hari kedua bergabung di sana, setelah itu kami sama sama berangkat lunch di rumah makan sunda.di daerah sindang reret. Selesai sholat Jumat kami berangkat ke FO nganterin para wanita shopping lepas itu ke saung angklung Mang Ujo. Aryanto dan Sukardi sudah mempersiapkan pembelian ticketnya. Mas Tri, Vira dan Agung yang baru sampe bergabung di sana. Ternyata main angklung itu sangat menarik dan ga mudah lo, asyik juga nonton pagelaran angklung dan kami merasa bangga banget betapa budaya kita sangat kaya.

 

Malamnya kami dinner di Bumi Joglo, tempatnya exiting dan very romantic. Yang muslim sholat berjamaah di mushola panggung. Menu dinnernya dahsyat khas bandung, pemandangannya cantik tapi jalan menuju restaurant cukup berbahaya, menanjak dan di sisi kirinya ada jurang. Malam itu kami berhasil menyepakati task force baru untuk campaign HIV/AIDS. Selesai dinner kami berkaraoke bersama, ga disangka ternyata Sukardi, Ririen, Dita, Andi, Agung, Vira, Okky, Mas Tri, Broto,Bella, Ary, Heru ,Nana semuanya pada jago nyanyi. Yang paling heboh Ririen  dan Andi. Tapi yang nyanyi terus sepanjang 2 jam si Dita…wah ..wah…bener bener heboh night. Saya dan Ary sempat bawain lagu karangan kami berdua. David ga ikutan, katanya sih dipanggil mertua yang mau berangkat haji besokannya. Lepas itu kami kembali ke hotel dan ada beberapa rekan kami yang melanjutkan happy hours mereka.

 

Hari ketiga, pagi pagi Ary dan Ririen dah sibuk mengurus semua persiapan game team building. Tempatnya di Roof gedung hotel. Seperti biasa sebelum aktifitas dimulai, Ary memimpin safety talk, Andi memimpin doa dan streching (again) ala karate…team dibagi dua group hampir sama seperti kemarin. Pertandingan pertama adalah menghitung dan tepuk pada angka 7 dan kelipatan. Yang salah wajahnya mesti dicoret lipstric dan yang paling banyak coretan yang kalah. Eh ternyata game ini potential conflic…he..he..untung semuanya dalam semangat HSSE Team jadi semuanya pada legowo nerima kekalahan. Game kedua adalah pindahin balon dengan sarung, Emang bener ya si Ary dan Ririen itu ngerjainnya ga kira kira, sampe badan keliatan kusut bagi yang kesulitan mindahin sarung ke temannya. Tiba saat pengumuman pemenang ternyata group saya, agung,okky, bella dan nana menang telak. Semuanya menang dan dapat hadiah voucher belanja…duh senangnya. Waktu lagi breakfast, David nongol dengan calon istrinya (cantik, rapi dan sopan) dan dikenalkan ke kami.

 

Kami check out sekitar jam 9, Ary memulai dengan safety briefing dengan bus kami berangkat menuju kebun strawberry. Sebelum berangkat David bagi bagi oleh oleh dari rumah mertua tebak apaan??  Pete …ya.. pete yang baru dipetik dari pohon, dia bawa satu kotak penuh dan kamipun berbagi pete. Sampai di kebun Ary dan Bella sudah menyiapkan semuanya, setiap orang dapat jus strawberry dan boleh memetik 10 buah strawberry sesukanya. Wah seru banget, semuanya rebutan nyari buah yang berukuran besar. Saya finish pertama dengan sepuluh strawberry ukuran jumbo..he..he..Cewe cewe pada photo dengan strawberry petikannya. Si Okky sempat beli pohon strawberrynya, Ririen nanya bagaimana supaya pohon strawberry tumbuh di rumah di Jakarta. Kata mas Tri mesti di taruh di kulkas, Mas agung bilang taruh aja di kamar mandi , Mas Broto bilang di taruh dikamar dan pake AC aja….Ririen mulai bingung…saya dan david punya recana photo bareng dengan pete untuk mengimbangi photo para cewe dengan strawberrynya. Siangnya kami lunch di Sapulidi…wah pas hujan, tapi pemandangannya exotic makananya dahsyat banget. Ary keliatannya melirik setiap ada teman teman yang nambah pesanan..he..he..khawatir kali ya kalo budget ga mencukupi….soalnya semuanya makan dengan buas dan puas…seperti biasa, ga ada yang ga photo. dsc00163-1

 

Bandung sight seeing sangat fantastis, semuanya belanja oleh oleh khas bandung.Bella dan Okky nyambung ke FO. Jouney back ke Jakarta was very sweet, Ary announced who were assisted him for the great away day event and said Thanks. I then said thanks especially for Ary and team atas semua keberhasilan mengorganize the away day dengan aman, nyaman, fun dan penuh keakraban. I believe all the participants were feeling similar i.e happy and fun. This HSSE Team, we are always different tampil beda dan menjunjung tinggi inovasi, kreativitas dan team work.

 

 

Dedicated to my Beloved Team, HSSE Technical Committee period 2008-2010

Kalau kamu pernah menonton film perjuangan Temodjin (Jengis Khan) atau film 300  mengenai kisah perjuangan kaum Sparta, Yunani atau kisah perjuangan si penakluk Salahudin Al-Ayubi. Ketiganya menurut saya adalah mewakili jiwa para real fighter di dunia militer. Di dunia business hampir semua orang ingat kisah si raja kapal Adnan Kassogi, boss Microsoft Bill Gates, konglomerat Jepang Matsusitha  atau di Indonesia Pak Ciputra. Di dunia entertainment , kisah Eric Clapton , BB King atau Jeniffer Lopez. Di dunia olahraga, siapa yang ngga kenal Muhhamad Ali, Mike Tyson, Tiger Woods bahkan Rudi Hartono. Di bidang research ada Thomas Alfa Edisson, James Watt , Einstein bahkan Stephen Hawkins . Lech Wallensa mantan pemimpin polandia adalah pejuang hak hak rakyat Poland , Muhammad Hatta , Mahatma Gandhi bahkan Barrack Obama semuanya menurut saya adalah prototype pejuang di bidang yang berbeda beda.

 

Di dunia ini ngga ada kesuksesan yang suistain yang ngga didapat dengan jerih payah dan jatuh bangun. Kekalahan dalam suatu pertempuran merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk bisa bangkit dan menang di pertempuran berikutnya. Bahkan kekalahan dan kegagalan orang lain bisa dijadikan contoh soal untuk kita berbuat lebih baik.Belajar dari pengalaman sendiri maupun orang lain menurut saya sangat efektif dan mampu mempercepat proses pengkayaan kemampuan kita dalam antisipasi kejadian, respon terhadap peristiwa dan perbaikan terhadap kualitas pekerjaan. Pengkayaan kemampuan akan lebih cepat dan berlipat bila ditata dengan formula sebagaimana hukum matematika Al-Jabar. Artinya ia mesti melibatkan berbagai aspek mulai dari manusia, mental, pendidikan, pergaulan, pendidikan, organisasi, bahkan tools seperti alat komunikasi dan transportasi.

 

The Real Fighter ngga pernah kenal kata menyerah, bagi mereka mungkin kepuasan hanya dirasakan ketika mereka berhasil dalam penaklukan dan memenangkan pertempuran. Objectivenya adalah mengukir sejarah. Ya.. sejarah hanya akan mencatat orang orang yang extra ordinary termasuk the real fighters. Seorang Michel Jackson yang sudah jatuh bangun  membangun reputasi  ternyata usahanya berhasil dan ia tercatat dalam sejarah musik dunia hingga sekarang. Bagi saya dia adalah real fighternya dunia music dengan caranya sendiri. Mas Ary Giananjar dengan gigih mengkapanyekan ESQ dan dia berhasil telak…kini ESQ bisa diterima dan berkibar ngga cuma di Indonesia bahkan sampai ke middle east, Eropa dan Australia. Manfaatnyapun jelas untuk pembentukan pribadi yang cerdas, mandiri dan soleh.

 

Seorang rekan kerja saya waktu makan siang tadi cerita bahwa dia mulai bekerja diperusahaan minyak dunia tempat dia bekerja sekarang mulai dari asistennya kasir, waktu itu dia baru lulus SMA. Dia berhasil membiyai dan menyekolahkan adik adiknya hingga mereka menjadi dokter, arsitek dll. Dia sendiri baru bisa melanjutkan sekolah setelah semua adik adiknya menjadi sarjana ketika dia sudah berusia 40 tahun. Dia berjuang keras untuk menghidupi dan membiayai adik adiknya dan keluarganya tanpa rasa malu ataupun gengsi. Bagi saya dia adalah real fighter dari sisi humanity. Menjadi real fighter membutuhkan mental dan kemampuan yang kuat sekuat baja, real fighter tidak mengenal kata kalah ataupun takut. Real fighter akan kembali lagi bila ia dikalahkan dalam satu pertempuran. Real fighter punya kemauan, spirit dan energy yang luar biasa yang ngga dimiliki orang kebanyakan.

 

Dedicated to someone who is struggling to understand me J J

dsc00040-1Waktu lagi tugas ke The Hague, Netherland saya sempatkan jalan jalan ke Scheveningen. Setahun lalu saya pernah menginap hampir sepekan di Europa hotel di scheveningen yang dekat dengan pantai laut utara. Kali ini saya menginap di Wassenaar Den Haag, untuk bisa jalan jalan ke Scheveningen saya terpaksa harus naik cab yang gile bener mahalnya. Perjalanan ke scheveningen ditempuh kurang lebih 30menit, pemandangan khas Netherland dengan tanah datar dan perkebunan. Beberapa ruas jalan terlihat lagi di upgrade. Kualitas dan design civil structure jalan dan jembatan di Belanda memang luar biasa excellent dan cantik. Saya melewati penjara besar di The Hague dimana penjahat perang Serbia Bosnia Rodovan Karajzick pernah ditahan di situ, ada rumah makan padang Garuda. Gedung gedung tua terawat dengan arsitektur khas Belanda, hujan gerimis membasahi jalan, banyak pengendara sepeda terlihat mengenakan jaket dan syal mehanan dinginnya udara . Karena sudah jam 7 sore lebih kebanyakan toko toko sudah banyak yang tutup, masih ada beberapa toko buka utamanya toko souvenir. Toko toko kaki lima di sepanjang pantai masih ada yang buka, karena masih musim semi  jadi banyak baju baju winter yang di sell out.

 

dsc00054-1Semakin malam pertokoan semakin sepi, pilihanpun sudah ngga banyak. Angin udara dingin benar benar menusuk sampai ke telinga, untungnya saya pake topi yang bisa menutup kepala sampai telinga. Saya membeli bebeapa souvenir untuk dirumah dan teman teman se kantor. Perut lapar, sayapun mencari restaurant, sialnya saya lupa bawa duit cash yang  cukup karena saya tinggal dihotel. dsc00055-1Dengan pede saya cuma bawa  credit card dan debit card, eh ternyata debit card saya jago kandang ngga bisa untuk withdrawing di ATM machine disana. Saya muter muter cari restaurant dan ternyata ada satu restaurant yang lagi nyetel music  campursari, saya singgah di situ dan nanya apakah mereka menerima credit card ehh ternyata ngga tuh, terimanya cuma cash..He..he ternyata di Belanda masih ada restaurant yang belum menggunakan card sebagai cara pembayaran. Pemilik restaurant Ibu – ibu berparas Indonesia. Mereka kira saya orang Jepang, saya bilang saya orang Indonesia . Ramahnya merekapun berlipat lipat. Restaurant itu menjual nasi goreng, sate ayam, sambel terasi dan berbagai masakan khas Jawa Tumuran. Kokinya namanya mas Deni yang baru tiga bulan di Belanda datang dari Surabaya. Saya tanya di mana ada restaurant yang menerima Visa atau Master Card, mereka menunjukan satu resturant Jepang yang masih buka. Saat itu sudah jam 8.30 lebih ,  magrib kurang lebih di atas jam 9 malam. Ternyata di restaurant itu untuk membayar dinner dengan card mereka menanyakan no pin kartu saya, wah ada ada saja. Saya ngga pernah bawa no pin kartu kredit di kantong, which is not good for secutity reason lagian saya ngga hapal. Nomor pin di Indonesia cuma digunakan untuk withdraw cash. Karena makin laper, sayapun langsung cari cab dan balik lagi ke wassenaar, di hotel saya menikmati makan malam masakan Indonesia. Enak sih, Cuma nasinya ngga seenak nasi di Indonesia. Ngga heran kalo rata rata orang bule kalo sudah ke Indonesia pingin balik lagi kalo bisa menetap lama, karena Indonesia adalah surga. Mau makan apa aja, belanja kapan aja di banyak tempat dan banyak pilihan ada. Harganyapun murah bisa ditawar lagi, I love Indonesia so much the real paradise  where many peoples are having a dream to visit or even stay a long.dsc00053-1jpg

 

Announcer atau MC dan sejenisnya selalu minta perhatian kalo mereka mau menyampaikan suatu pengumuman “attention please…attention please” atau “perhatian..perhatian”. minta perhatian sering juga dinyatakan dalam bentuk tulisan langsung “perhatian” ataupun “peringatan”. Ada yang berupa symbol seperti tanda seru (!). Kadang ia disampaikan dalam bentuk acungan tangan di atas dengan jari telunjuk. Pada dasarnya meminta perhatian sering dilakukan manusia supaya orang lain bisa berhenti sejenak dari aktifitasnya dan memperhatikan dia atau apa yang akan ia sampaikan. Intinya supaya lawan bicara atau siapa yang dia hadapi memperhatikan, menyimak dan merecord di memori mereka tentang apa yang akan disampaikan. Kalo kamu sering melihat pertandingan tinju, apalagi kelas dunia, sang announcer mempunyai kemampuan menarik perhatian penonton yang luar biasa dengan artikulasi suaranya yang khas dan pemilihan kata yang tepat dia mampu memancing emosi penonton untuk memberikan semangat dan dukungan kepada idolanya. Sukarno , Fidel Castro dan Mathin Luther King menurut saya adalah tiga orang pemimpin yang memiliki kemampuan super hebat dan mampu menarik perhatian pendukungnya melalui perkataan dan tindakan yang mereka lakukan tanpa meminta attention terlebih dahulu kepada lawan bicaranya.

 

Meminta perhatian kadang juga disampaikan dalam bentuk gerakan atau tindakan dengan melakukan sesuatu yang berbeda dari yang dilakukan orang kebanyakan. Makanya jangan heran kalo penampilan yang berbeda dari biasanya atau orang kebanyakan pasti akan menyita perhatian. Meminta perhatian akan berbeda caranya dari masing masing orang, tapi dia bisa sama dari segi konsep. Kemampuan seseorang untuk bisa menyita perhatian orang lain menurut saya adalah talent, dia kebanyakan built in di dalam jiwa seseorang atau dipelajari dan dipraktekan dengan tekun sehingga menjadi bagian dari kemampuan khusus dirinya. Saya meliat bahwa meminta perhatian sebenarnya berlangsung terus menerus pada segala segi kehidupan manusia. Misalnya saja pada wanita, indicator attention puncak masa suburnya adalah ketika  selesai masa menstruasi. Attention tentang tuanya usia adalah rambut mulai beruban, kulit keriput dan respons terhadap sesuatu menjadi berkurang. Attention tentang kemungkinan gunung meletus diantaranya adalah hewan liar turun gunung dan berprilaku gelisah. Waktu saya masih bekerja di anjungan lepas pantai, pada waku tertentu air terlihat tenang ngga ada angin bertiup dan hampir tidak ada ombak hal ini biasanya attention buat kami yang berada di atas anjungan bahwa sebentar lagi akan ada badai atau hujan besar diikuti ombak yang tinggi.

 

dsc00110-1Attention yang diberikan suami ke istri atau istri ke suami, kakak ke adik, guru ke murid, orang tua ke anak dan sebaliknya, menurut saya ia adalah pertanda cinta dan kasih sayang yang diungkapkan dalam bentuk perhatian secara fisik maupun mental. Ukuran dan kualitas perhatian dapat dirasakan dan bisa dibuktikan sekalipun ia lebih banyak bersifat abstrak tapi tetaplah nyata. Attention dalam hubungan antara manusia bisa naik dan turun dari segi frequency, quality maupun jenisnya . Ia sangat dipengaruhi oleh berbagai factor misalnya lingkungan, teman, keluarga, ekonomi, jenis pekerjaan, kondisi kejiwaan, pengetahuan, jarak dan bahkan waktu. Karena itu yang perlu diutamakan dalam memberikan perhatian adalah sustainability disamping quality dan deliverability. Attention yang diberikan seorang atasan ke bawahan apabila hanya dalam kerangka bisnis saja menurut saya dia ngga akan bisa bertahan lama dan tulus. Tapi attention yang diberikan seorang leader kepada anggota teamnya, apabila dilakukan dengan tulus maka akan memberikan return yang dahsyat dalam bentuk semangat kerja, kebersamaan dan produktifitas. Jangan pernah malu dan pelit untuk memberikan perhatian karena ia merupakan deposit buat hubungan sosial dan one day the relationship  akan banyak membantu kita dikala sulit maupun senang.

dsc00088-1Kalau kids lagi main…jangan sia siakan kesempatan. Coba kamu perhatikan , akan ada  banyak hal yang bisa kita pelajari dan diterapkan bagi kehidupan kita sebagai manusia dewasa. Saya sering gabung dengan kids saya untuk bermain diantaranya bermain sandiwara, panggung gembira, umpet umpetan, perang perangan, silat, kuda kudaan, tebak tebakan, melukis, percobaan fisika, memetik bunga, mencari kupu kupu, mandi bareng, main sepeda, berkemah, melihat bulan dan bintang, memotong rumput, uber uberan, lomba lari, buat mini bioskop, hujan hujanan sampe mencari buah seri. Biasanya kami bermain saat saya pulang kerja lebih awal atau di weekend. Moment paling penting bagi kami untuk set up agenda bermain di weekend adalah waktu saya mengantar mereka berangkat ke sekolah. Masing masing anak akan saya tanya apakah  mereka punya ide dan berita baru. Kadang mereka hanya punya berita baru, kadang punya ide atau bahkan kedua duanya. Berita baru kami tanpa katagori, segala jenis berita mulai dari berita mengenai kawannya yang berantem dan nangis, perkembangan les musik mereka, guru les pelajaran sekolah yang istrinya baru melahirkan, hujan besar dan air menggenang di komplek belakang rumah sampai, temannya yang punya mainan sejenis dengan yang mereka punya. Ide mereka juga banyak, mulai dari rencana mencari buah seri, percobaan mengambil pecahan es dengan benang dan garam, percobaan gempa bumi, meliat rumah ular di bawah rumpun pohon bambu, jalan jalan ke mall sampe beli majalah atau beli buah durian. dsc00084-1

 

Kebanyakan dari rencana mereka dapat terpenuhi dan sebagian tidak karena terbatasnya waktu yang mereka miliki. Yang bisa saya pelajari dari mereka adalah :

 

·        Keinginan, harapan dan rencana : Mulai dari ide dan harapan, mereka menyusun rencana bersama. Rencana yang sangat simpel dan mudah untuk ukuran mereka. Yang sulit bagi mereka adalah memastikan bahwa saya sudah ada waktu dan kesempatan untuk memulai permainan. Karena spirit mereka luar biasa, kapan saja dan dimana saja siap untuk mulai bermain bersama. Kesulitan yang kedua adalah focus, karena biasanya di sela sela permainan mereka selalu menemukan banyak ide baru yang sering akhirnya merubah tema permainan tapi tetap fun dan full energy.

·         Leader dan Team Work  : Salah satu anak saya selalu ingin menjadi perancang scenario bermain sekaligus menjadi directornya. Yang lain dia berikan peran sesuai karakter permainan. Kalau permainannya percobaan fisika, maka salah satu anak saya yang memiliki bakat science akan menjadi  penulis sekaligus perancang percobaan dan seringnya dia berhasil. Anak saya yang paling kecil biasanya sebagai penggembira tapi justru dengan adanya dia semua jadi senang gembira. Sebagai penggembira dia juga sebagai object percobaan dan ledekan kakak kakaknya tapi dia ternyata bermental luar biasa. Kerjasama mereka untuk mewujudkan keinginan untuk bermain dan gembira luar biasa. Saling bahu membahu dan membantu satu sama lain.

·        Honesty and Respect : Bagi mereka  kejujuran adalah utama. Karena kalo ada yang ga jujur ia akan merusak kerjasama dan scenario permainan. Ujung ujungnya bisa ada adu argumentasi atau ada yang ngambeg. Mengungkapkan pendapatpun mesti gantian dan ga boleh ada yang mendominasi bicara, setiap pendapat/ide mereka hargai sekalipun pastilah ada challenge diselingi sedikit ledekan tapi tetap fun dan lucu.

·         Fun, Fun and Fun : Objective dari semua permainan mereka adalah pengalaman dan fun. Berapa lamapun mainnya mereka selalu berusaha tetap fun, kalau ada yang kurang semangat selalu mereka ingatkan supaya semangat dan sama sama fun.

·        Reward dan feedback : Selalu setelah selesai bermain mereka santai santai sambil menikmati makanan atau minuman kesukaan mereka. Pembahasan biasanya mengenai apa yang kurang dan hal hebat apa yang sudah mereka lakukan. Pernah suatu ketika selesai membuat percobaan mengangkat es dari air dengan dengan benang dan garam , mereka mereward diri sendiri dengan makan es krim sambil membahas bagaimana kalo ukuran benangnya diperbesar atau garamnya diperbanyak. Kenapa kalo air sudah bercampur garam malah benang sulit menempel.

 

Dunia Kids memang berbeda, mereka lebih jujur, ideal, progressif , pragmatis, simpel dan fully fun. Berbeda dengan dunia manusia dewasa yang lebih banyak warna dan suara palsu, ruwet dan (dibuat buat) fun walaupun semu dan kadang menyebalkan

Saya menterjemahkan kata Bench Marking sebagai upaya untuk membandingkan sesuatu terhadap sesuatu yang dianggap lebih baik (bila tidak terbaik). Sesuatu yang menjadi acuan itu bisa  berupa pola, template, kemasan dasar atau struktur standard dengan kualitas baik. Bench Marking berhubungan erat dengan kualitas dan kuantitas pencapaian terhadap sesuatu. Ia juga kadang diterjemahkan sebagai referensi atau standard. Sering juga orang menggunakan bench marking sebagai refresh terhadap suatu keadaan dan pencapaian untuk mencari solusi terbaik.Tapi ngga jarang ia digunakan sebagai pembanding untuk menunjukan tingkat kemunduran , keberhasilan dan pencapaian.

 

Saya melihat bahwa sebenarnya bench marking merupakan bagian dari sejarah, ia dibutuhkan sebagai set point terhadap suatu proses aktifitas , kegiatan bahkan cita cita. Sebagai set point dia bersifat dinamis dan bukan absolute. Dinamis dalam artian ia selalu berada dalam kerangka improvement dimana factor lingkungan, intelegen, kreatif dan inovasi mesinya sudah melekat di dalamnya. Karenanya sebagai suatu standard, bench marking mestinya berubah (dengan perspective positif). Karena kalau sebagai acuan dia statis maka kemajuan progressif ngga akan mungkin dicapai. Sebagai sebuah peta standard, GPS bisa disebut sebagai contoh bench marking. Perlu ada update informasi atas semua yang berubah di permukaan bumi, kalau ngga ada update maka ia akan menjadi out of date data.

 

Kawan saya selalu menyebutkan beberapa tokoh dunia masa lampau seperti Mahatma Gandhi atau Sukarno sebagai bench mark bila ia mengatakan figure pemimpin politik ideal. Che Guevara sebagai contoh tokoh pemberontak sekaligus pejuang revolusionir yang berkarakter dan berhasil atau Prof.Yusuf Qordhowi sebagai pemikir pembaharuan dalam Islam. Bahkan Tiger Wood sebagai legenda hidup golf dunia. Kawan lain menyebutkan Belanda sebagai bench mark Negara dengan teknologi sipil yang paling maju, Korea sebagai jago innovasi soal teknologi atau Thailand yang maju di bidang teknologi tanaman dan pangan. Ada seorang kawan yang selalu menggunakan idolanya sebagai bench mark, nah ini menurut saya ngga selalu benar karena ada factor ketertarikan atas kesamaan pemikiran,pandangan dan tingkah laku. Bench mark bisa lebih jujur bila mayoritas orang akan berpandangan serupa  ,disini nilai kejujuran dan demokrasi berperan.

 

Seorang sahabat pernah mengatakan bahwa mantan kekasihnya adalah figure terbaik yang pernah dia miliki dan ngga ada duanya, bahkan dia yakin ngga akan dia jumpai lagi yang sebaik simantan. Sejalan dengan waktu ternyata dia menemukan kekasih baru, kali ini dia menemukan bahwa kekasih barunya ternyata jauh lebih baik dari kekasih sebelumnya. Sekarang  dia yakin bahwa bench mark bisa berubah. Sahabat lain yang baru ganti boss bilang ke saya bahwa boss barunya payah ngga seperti bossnya dulu yang sangat click dengan apa yang dia harapkan. Sejalan dengan waktu ternyata boss barunya ini mampu membuat banyak perubahan dan kemajuan terhadap dirinya. Dia yakin bahwa boss barunya ini adalah figur leader yang dia dambakan. Disini faktor waktu dan interaski ternyata mampu merubah bench mark. Sebagai suatu yang berubah , bench mark ngga cukup diliat dari satu sisi dan dimensi. Dia perlu dilihat dari berbagai sisi untuk memberikan gambaran yang sempurna. Bench mark tidak absolut dan tidak tunggal, karena ada faktor dimensi didalamya jadi mestinya dia berupa pilihan. 

 

Dedicated to someone who ever think that bench mark was an absolute one

Memiliki sesuatu itu bagi saya hanya ada di dalam kamus Sang Pencipta Alam Semesta, dia baru berarti bila dipandang dari kaca mata mahluk. Karena yang memandang mahluk jadi pasti ada keterbatasan dari segala hal. Mulai dari jarak pandang, cara pandang, sudut pandang sampai hasil pandang….ruwet juga kan? Memiliki atas sesuatu sebagai hak manusia bagi saya bukan given apalagi absolute. Dia Cuma berupa kesepakatan orang banyak dan kesepakatan itu kemudian dijadikan benchmark. Misalnya saja hak atas tanah, mulai dari HGB, hak garap atau hak milik. Dia bisa hilang karena suatu hal, hak milik atas tanah kalau Negara menghendaki tentu saja dia bisa dikompensasi atau beralih fungsi. Hak atas benda, dia bisa dinikmati selama benda itu berada di tangan atau pengawasan kita dan kemudian beralih ke orang lain ketika manusia meninggal dunia. Matinya nyawa atau putusnya Ruh adalah pemutus segala kelezatan dan kepemilikan (dari kacamata mahluk).

 

dsc00228Karya manusia seperti hasil riset, pemikiran, ungkapan dan ucapan bahkan penemuan/kreasi  atas sesuatu nyaris menjadi hak milik dan bisa berlangsung lama. Tapi itupun akan hilang juga kalau ngga dibilang musnah ketika dia kemudian cuma disandarkan pada sejarah saja. Sebut saja teknologi pewarnaan pada textile yang diciptakan oleh Ibnu Rush, kini dia Cuma dikenang sebagai penemu karena sudah banyak manusia yang mampu melakukan hal serupa bahkan jauh lebih modern  dan advance. Ungkapan merdeka atau mati dari Bung Tomo adalah trademarknya beliau dan dia kemudian menjadi umum bagi kalangan pejuang ketika itu.

 

Lalu apa yang bisa kita katagorikan sebagai hak milik manusia. Saya fikir cuma dua yaitu Iman dan Amal Soleh. Iman adalah pilihan dan Amal soleh adalah perbuatan baik yang memiliki reward dan ngga bisa diwariskan. Menurut saya semua hasil riset, pemikiran dan karya manusia bila dia diniatkan untuk kemaslahatan hidup manusia maka dia termasuk amal soleh. Dia melekat hingga pemutus kelezatan datang menjemput kita. Secara pribadi saya berharap dan berusaha supaya hak milik yang diberikan Sang Pencipta itu akan ada dan bertambah banyak untuk tabungan saya kelak.

 

Mimpi berbuat baik saja bagi saya sudah anugerah apalagi kalau bisa saya lakukan

dsc00145Aku pernah dan sering malah berada di persimpangan jalan yang baru pertama kali aku lewati ketika mengemudikan kendaranku. Biasanya yang aku lakukan adalah check orientasiku, kemana tujuanku, melihat tanda tanda, bila perlu berhenti sebentar dan bertanya setelah itu aku putuskan untuk belok ke kiri, ke kanan, jalan terus atau bahkan berbalik arah. Keputusan yang aku ambil kadang benar dan kadang salah. Bila benar aku syukuri dan bila salah sekalipun ada rasa kesal tetap aku coba untuk aku syukuri. Karena paling ngga ada pengalaman terhadap kesalahan pengambilan keputusanku. Persimpangan jalan ngga selalu sama, ia berbeda pada lingkungan berbeda dan bahkan bentuk yang berbeda. Sebutan dalam bahasa Inggris “Round About” terhadap persimpangan jalan menurut aku tepat banget. Disitu ada ketidakpastian bagi yang akan mengambil keputusan dan kepastian terhadap kondisi persimpangan itu sendiri.

 

Simpang 3,4 bahkan 5 mencerminkan tingkat kesulitan dalam proses dan pengambilan keputusan. Bayangkan bila kita miskin pengalaman melewati persimpangan tersebut maka ada konsekuensi waktu dan kerugian. Tanda tanda yang jelas, marka jalan bahkan traffic light akan sangat membantu. Namur kemampuan dan kecepatan akal kita dalam mengambil keputusan akan sangat dominan dalam kualitas keputusan yang kita ambil. Proses pembelajaran dalam pengambilan keputusan bagi saya merupakan life school on the life journey. Dia bisa dibukukan dalam bentuk teori bahkan guideline tapi bila tidak dijalankan atau di uji cobakan maka dia tidak teruji . Sedikit atau banyak, besar atau kecil akibatnya semua manusia selalu pernah mengambil keputusan. Semua keinginan kita selalu didahului oleh proses terhadap pengambilan keputusan. Bahkan keinginan kita untuk makan, minum dan tidurpun selalu dilakukan dengan keputusan. Kadang kita menyadarinya karena itu kita lakukan setiap hari dan menjadi kebiasaan, tapi jangan lupa bahwa kondisi dan lingkungan manusia setiap hari adalah berbeda dari hari sebelumnya. Maka ketika ia memutuskan untuk tidur ada saja yang berbeda dari hari sebelumnya. Inilah yang menyebabkan setiap pagi hari kita bangun tidur kondisinya akan berbeda dari hari sebelumnya.

 

Di persimpangan jalan kita sering membutuhkan waktu sedikit untuk berfikir bahkan merenung. Ngga jarang banyak ide muncul ketika kita berada di persimpangan jalan, menurut aku karena saat itu otak kita dipacu untuk mengambil keputusan dalam waktu yang pendek dengan mempertimbangkan segala informasi dari sekitar kita yang dapat kita tangkap. Saat itu otak bekerja dan ide ide tentang hal lain terpancing dan teruraikan. Dalam hal ini menurut aku ide ide taktis muncul ketika kita berada dalam situasi yang aku sebut Confine Space atau ruang terbatas. Semakin sering otak kita berada dalam confine space maka akan semakin terlatih kita dalam mengambil keputusan secara cepat dan taktis.Dalam hal ini menurut aku profesi seperti tentara, kapten kapal, pilot pesawat udara, dokter bedah, fire fighter, petugas penyelamat dan bahkan pialang pasar modal akan sangat banyak mempergunakan kemampuan confine space otak mereka.

 

Jalan lurus dan berbelok saja menurut aku kurang menarik dan membosankan, kita perlu menanjak, menurun , berhenti sejenak dan melewati persimpangan jalan. Karena dengan itu kita menjadi kaya pengalaman dan semakin yakin terhadap keputusan yang akan kita ambil.

Banyak pejuang pejuang wanita di Indonesia Negara kita tercinta ini diantaranya Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, SK Trimurti dan lainnya. Bagi Saya RA Kartini memiliki karisma dan kesan tersendiri di kalangan wanita khususnya dan bagi pria umumnya. Yang membedakan RA Kartini dan pejuang wanita lainnya adalah bahwa RA Kartini berjuang untuk melepas belenggu keterbelakangan kaum wanita dan diskriminasi melalui jalur pendidikan yang bagi saya pribadi adalah kemampuan utama seorang wanita. Perjuangan Kartini tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang.

Sekalipun RA Kartini adalah puteri seorang Bupati Jepara, ia tetap belum mendapatkan kebebasan untuk bisa sekolah lebih tinggi sebagaimana pria di masa itu dimana wanita bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri. Menurut saya sangat sangat sulit mencari bandingannya di jaman sekarang wanita sekaliber RA Kartini . Ia meninggal dunia di usia 23 tahun ketika melahirkan anak pertamanya. Di usia muda dia sudah mewariskan cita cita dan semangat perjuangan yang menggetarkan hingga sampai ke negeri Belanda. Saya menggaris bawahi perjuangan RA kartini ke dalam beberapa langkah dan ia mestinya menjadi tolok ukur kaum wanita di negeri kita kalau mau maju dan berjiwa Kartini.

Interaksi dan Komunikasi melalui Membaca dan Menulis

RA Kartini kemudian banyak berinteraksi dan mengamati perkembangan dan kebebasan wanita Belanda. Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli “Max Havelaar” dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa.Ia kemudian banyak menulis surat surat kepada sahabatnya di negeri Belanda. Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Bercita cita dan Pantang menyerah

Dia sebernarnya berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang. Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. Sejak saat itu, dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan.  .

Membangun Sekolah

Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma.Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, an Cirebon.

Bagaimana relevansi perjuangan RA Kartini dimasa sekarang? Menurut pengamatan saya pribadi, nilai nilai perjuangan   RA Kartini telah banyak disalahtafsirkan bahkan salah kaprah. Wanita Indonesia yang mau berjuang di jalur pendidikan dan meninggikan kemampuan, harkat dan martabat wanita Indonesia sangatlah jarang. Ukuran kemajuan wanita  menurut saya mestinya utamannya di bidang pendidikan  dan kesehatan, karena wanita memiliki naluri yang luar biasa dibandingankan pria dalam hal mendidik dan mengutamakan hidup sehat. Kedua hal tersebut bagi saya adalah build in di dalam setiap jiwa para wanita.

Tuntutan persamaan hak dari satu sisi sangatlah benar, namun dari sisi lain sering bertabrakan dengan fitrahnya wanita. Hingga sekarang akan sangat sulit untuk tidak membedakan antara pria dan wanita, karena itu Tuhan menciptakan dua jenis manusia tidak tunggal. Wanita yang menuntut persamaan hak, seringkali disisi lain minta diutamakan atau diberikan perkecualian, hal ini yang menurut saya adalah fitrah mengapa wanita dan pria berbeda.

Source : TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

dsc00134-1Kali ini saya mengajak anak anak  ke puncak ngga seperti biasanya. Karena Cuma saya dan kids tanpa maid. Kebeneran ada sahabat yang neneknya punya vila di sekitar Cimacan, puncak pas lewat dikit. Campaign mau jalan jalan ke puncak sudah saya raise sejak tiga pekan sebelumnya. Anak anak jadinya menghitung hari, pasti serasa mendebarkan. Satu hari sebelum keberangkatan mereka sudah tanya tanya terus, nanti villanya seperti apa, bagus ngga? Bagus mana dengan villa yang biasa kami menginap? Ada kolam renangnya ngga? Kamarnya berapa? Ada kuda ngga? Boleh mancing ngga?

 

dsc00120-1Kami berangkat kamis sore, ada sedikit incident kecil karena adiknya sahabat saya namanya Ayesha pingin satu mobil dengan anak anak saya (Syahla, Syaikha dan Bilal) tapi oleh ibunya tadinya ngga dibolehkan. Setelah negosiasi panjang akhirnya berangkat juga, hari sudah sore. Tapi anak anak tetap senang, sepanjang jalan kami menyanyikan lagu lagu…. (coba tebak !!) lagu lagu perjuangan he..he..he.. mulai dari Maju Tak Gentar, Dari Sabang Sampai Merauke, Halo Halo Bandung, Hari Merdeka sampai Indonesia Raya. Ditambah lagu lagu daerah dari ambon, papua, Kalimantan dll. Masing masing dengan suara anehnya, bahkan setiap lagu ada sedikit Rap-nya…..Syahla yang ahli rap-nya. suasana makin seru sekalipun macet di jalan tol ke arah puncak . Kami singgah sebentar di Cimori restaurant untuk makan malam dan beli susu, yogurt dan persediaan makanan kecil. Karena long weekend, Cimori penuh sesak nyari parkir aja susah. I was impressed  dengan anak pemilik Restaurant yang berkeliling menegur pengunjung menanyakan apakah ada yang kurang dari menu dan pelayanan. Bila ada yang diminta oleh pengunjung dia dengan sigap memanggil petugas restaurant untuk mempercepar pelayanan dan memenuhi apa permintaan pengunjung, He said to all visitors “lovely evening enjoy your dinner” Jalan ke arah vila sedikit gelap dan ga terasa kami sampai di Vila Cimacan sekitar jam 9.30, anak anak senang banget tapi sudah mulai lelah dan ngantuk.

 

dsc00132-1Besok paginya mereka sudah sibuk dan bingung karena kelewat banyak yang interesting dan pingin dikerjakan. Mereka mulai dari berpetualang menjelajahi lingkungan sekitar villa, ke kebun, ke kolam ikan , jalan di atas tanggul kolam, melompat melewati pintu air, mancing ikan, leaf racing di saluran air, naik kuda keliling lingkungan sekitar, main gelembung sabun, kasih makan ikan. Makan siangpun jadi lahap dan banyak, senangnya. Malamnya kami ke safari malam, ternyata pengunjung safari malam membludak dan kami ngantri cukup lama untuk bisa naik bus keliling safari malam. Anak anak antusias banget, terutama meliat hewan hewan liar diwaktu malam. Ini pertama kali bagi mereka melihat hewan hewan berbagai jenis diwaktu malam, yang paling kami kagumi adalah harimau putih dari Benggal India, ukurannya sangat besar dan keliatan sangat kuat dan gagah sekali.

 

dsc00140-1jpgSarapan di pagi hari selalu rame dan seru, karena anak anak sudah ngga sabar mau berpetualang lagi keliling kebun dan memancing ikan. Siang harinya mereka sudah laper lagi dan makannya lebih seru. Waktu lagi mincing, ada tukang es krim lewat, semua pancing mereka tinggal dan nguber tukang jual es krim. Sangking hot-nya makan es krim wajah mereka cemong semuanya. Sore hari mereka saya ajak berenang di kota bunga, kami kira airnya hangat ngga taunya dingin banget…Syaikha ngga kuat jadi berenanganya cuma sebentar. Syahla, Bilal dan Ayesha lanjut berenang tapi keliatan gemeteran karena dingin. Ada sedikit incident, ternyata celana dalam mereka ketinggalan di villa, terpaksa mereka aku pakaikan celana dalamku yang untungnya aku bawa spare di tasku. Tapi bilal dan Syahla ngga dapet celana dalam, duh kasiannya mana udaranya dingin lagi. Sampai di mobil mereka aku hangatkan dengan udara hangat dari AC. Kami kembali ke Vila untuk siap siap makan malam dan berbagi cerita….dsc00124-1dsc00123-1

 

 

Holiday with kids are always fun and exciting….

Saya senang mengamati beberapa bisnis skala kecil (setara kaki lima atau sejenisnya) di Indonesia, terutama model bisnisnya dan bagaimana mereka mempertahankannya. Bagi saya hal in sangat unik dan mungkin cuma ada di Indonesia. Mereka semua adalah gambaran rata rata ekonomi rakyat Indonesia. Cuma mereka yang tahan akan segala jenis cuaca dan gangguan ekonomi dunia. Sebut saja krisis ekonomi, krisis pangan, krisis BBM, krisis kepemimpinan dan bahkan ketika negara dalam keadaan krisis telak alias banyak utang dan korupsi…mereka ternyata tetap hidup dan bahkan tetap dibutuhkan untuk menopang perekonomian rakyat.Padahal mereka tergolong pebisnis yang tidak di urus oleh negara.

DSC00097Saya mulai dari sektor makanan. Jenis makanan adalah sesuai dengan daerah asal makanan tersebut. Kalau kamu pernah atau sering makan di warung tegal, maka pemiliknya adalah mayoritas memang berasal dari tegal, jawa tengah. Menunya hampir sama : tempe, tahu, ikan goreng, orak arik tempe, sambel goreng kentang, telur dadar dsb. Biasanya makanan yang ngga habis hari ini dipanaskan lagi buat besok, dan seterusnya. Model warungnapun streamline, mulai dari jenis bangku, meja kotak, sampai daun pintunyapun mirip. Cat pintu dan kusen nya rata rata hijau muda dan sudah pudar. Harganya relatif sama, plus ada rokok ketengan. Rata rata pengusaha warung tegal mempunyai beberapa cabang dan seringkali karyawannya di rotasi untuk me maintain kualitas pelayanan dan tentunya bagian dari upaya training. Jam buka Warteg biasanya dari pagi sampe menjelang tengah malam. Warteg adalah tempat mangkal paforit tukang ojek, tukang beca, tukang bangunan dan mahasiswa perantauan. Tanpa warteg, ngga bisa dibayangkan nasib mahasiswa , tukang ojek dan tukang beca. Karena makan minum di situ sangat murah bahkan boleh ngutang.DSC00206

Nasi Uduk, sektor makanan ini biasanya dikuasai pedagang makanan dari Betawi. Nasi uduk adalah ciri khas sarapan model betawi. Jam bukanya ada yang pagi sampai siang, ada juga yang malam. Yang buka malam saat sekarang ini sudah ada yang dimiliki suku lain selain betawi karena mereka juga dagang pecel lele. Nasi uduk kebon kacang dan rawa blong adalah yang paling ngetop, karena asli betawi dan ada menu asli misalnya bandeng pucung, semur jengkol, gepuk daging kebo dan pete mentah. Lain lagi dengan warung sayur asem, karena ada sayur asem betawi dan ada sayur asem sunda. Biasanya di Jakarta warung sayur asem dimiliki oleh orang betawi. Bubur ayam cirebon, yang warungan atau gerobakan biasanya dikuasai oleh orang cirebon – Indramayu. Kerak telor, makanan khas betawi yang unik ini bisnis dan ilmunya dikuasai orang betawi terutama yang berasal dari daerah buncit dan mampang. Kalau kamu menyebut mpe mpe pasti ingat Palembang, karenanya pedagang mpe mpe dan tekwan adalah mayoritas berasal dari Palembang. Minuman cendol setau saya ada yang berasal dari Bandung ada juga yang dari banjarnegara, jawa tengah dan dua duanya enak. Kalau soto, bisnis makanan ini banyak ragamnya dan juga dikuasai oleh suku tertentu sesuai dengan asal sotonya, misalnya lamongan, banjar, makasar, betawi dll. Warung Indomie yang rata rata beroperasi 24 jam, pemiliknya adalah orang sunda dan pegawainya di mana mana dipanggil “Ucup”. Sate Madura dengan gerobak khasnya jelas dikuasai oleh orang madura. Sama juga dengan warung padang, yang menguasai bisnis ini adalah orang padang.

DSC00203Bagaimana dengan  bisnis perkreditan, rata rata tukang kredit datang dari garut dan ciamis. Ntah kenapa, mereka sangat handal mengelola kredit barang kebutuhan rumah tangga, pakaian dsb. Barber shop ada yang dimiliki oleh Asgar (asli garut) tapi ada juga yang dari soerabaya. Bengkel tambal ban rajanya adalah dari suku Batak, mereka sangat tuff bahkan ada yang buka 24 jam non stop. Karena memang di Jakarta paku jebakan bertebaran 24 jam dan siap memangsa pemakai jalan raya. Bengkel tambal ban sangat membantu bila ban mobil atau motor kita terperangkap jebakan paku. Bengkel mobil dan motor, yang skala besar biasanya dikuasai etnis China dan skala menengah kebawah biasanya campuran ada China, Jawa dan Batak. Bagaimana dengan bisnis pakaian, di bisnis ini rajanya adalah orang Padang. Mereka banyak menguasai bisnis perdagangan pakaian mulai dari pasar Tanah Abang, Cipulir, Blok M , Mayestik, Cipadu bahkan sampai yang kaki lima di pasar kaget mingguan. Untuk sector kain, yang juga banyak menguasai adalah etnis India terutama yang bermerek. Bisnis besi bekas, baik yang loak maupun yang skala besar benar benar dikuasai etnis Madura. Mereka sudah sangat ahli dalam soal perbesian, dan kemampuan mereka untuk mengumpulkan dan memproses ulang semua jenis logam sangat luar biasa dan sulit tertandingi. Hampir semua keberadaan besi bekas di Indonesia bisa mereka deteksi dan sanggup dimobilisasi, bahkan bangkai kapal laut, anjungan, tangki atau pesawat udara bisa mereka sulap menjadi potongan kecil logam yang siap dilebur ulang.

Bagi saya pengetahuan dan skill bangsa kita sangat beragam , andai saja mereka dibina sedemikian rupa oleh pemerintah kita maka mereka bisa menjadi kekuatan ekonomi yang dahsyat dan mampu menopang perekonomian Negara dalam kondisi apapun. Belum lagi pemilik bisnis kertas, layar tancep, catering, batik, handicraft dll. Sayangnya tidak ada pembianaan yang serius apalagi sustainable. Yang kita liat yang dibina malah pebisnis kalangan atas yang hutangnya banyak tapi justru ngga mampu membayar hutang, padahal dengan segala kemudahan fasilitas kredit dan fiscal. Akhirnya yang terjadi adalah kredit macet dan pengusahanya kabur tak tertangkap ke luar negri.

Double thumbs untuk para pedagang kecil dan menengah….

April 2009 , Aku baru aja kembali dari perjalanan dinas ke Cilacap. Ini kali pertama aku visit ke Cilacap. Ada banyak oleh oleh yang aku dapatkan dari sana. Yang pertama aku ketemu kakakku tercinta yang bekerja di Refinery Cilacap sudah 12 tahun, dia pindahan dari  Methanol Plant di Bunyu. Ini juga pertama kali aku mengunjungi dia dan keluarganya sejak mereka pindah ke Cilacap. Yang kedua, aku berkesempatan ketemu dengan teman teman lamaku waktu masih di project gas processing plant di Sengkang, Sulawesi Selatan. Mereka adalah Mukti Syarif dan Sungaib Dulsomad, dua orang sahabat lamaku yang sudah 10 tahun kami ga bertemu. Mukti dan Sungaib are my top gun for any projects that I was involved in this country. Mereka ahli kontruksi dan kalibrasi Instrumentasi, aku belajar dengan mereka bagaimana instalasi dan kalibrasi instrument dan mereka belajar dari aku mengenai intrumentation process control, quality control of installation and project management. Mukti dan Sungaib sudah seperti saudara kandungku, mereka sahabat susah dan senang waktu kami masih sama sama di project dulu. Ada satu lagi sahabat kami yang juga tinggal di Cilacap tapi pas aku ke sana dia lagi di offshore namanya Ahmad Kastari, ahli dalam instalasi instrument.

Mereka bertiga bagi aku bukan orang sembarang, mereka adalah very skill person with very expensive pay. Jam terbang mereka sudah sangat tinggi dan paspor mereka sudah penuh dengan cap imigrasi dari Negara-negara seperti Iran, Saudi, Iraq, Kuwait,Thailand, Vietnam, Malaysia, Thailand dll. Komitmen mereka akan profesionalitas dan persaudaraan menurut aku sangat hebat dan tulus.Ketiganya ngga punya pendidikan formal yang tinggi, tapi skill dan kemampuan berfikir otak mereka luar biasa. Ngga heran kalo mereka selalu saja dapat panggilan kerjaan dari perusahaan perusahaan besar. Anak anak mereka semuanya kuliah di perguruan tinggi negri dan swasta ternama di Jawa Tengah. Aku selalu tercengang cengang kalau mengingat hasil kerja mereka selama diproject, karena menurut aku skill mereka itu luar biasa dan hanya bisa diraih dengan belajar keras, berani dan selalu ada inovasi.

Waktu baru nyampe Cilacap tengah malam aku sudah call Pak Mukti dan karena kangennya dia, dia langsung bilang besok siang mau ketemu aku dan akan menghubungi rekan rekan kami. Benar saja, besok sianganya dia sudah nunggu di satu tempat di depan rumah Sungaib, dengan vespa antiknya dan gayanya yang ga berubah (necis, rapi, ikat pinggang kulit besar, celana cutbray, rambut mengkilat karena minyak rambut, dan rokok di tangan) Ramane Mukti memeluk aku keras dan ngga melepaskan tanganya ketika salaman. Dia bilang tempat kami berdiri itu depan rumahnya Sungaib. Aki kenalkan dia dengan kakaku, kami langsung mengetok pintu rumah Sungaib Dulsomat. Tanpa disangka yang membuka pintu Sungaib Dulsomad driver dan orang serba bisa saya selama diproyek. Dia kaget setengah mati bercampur senang, dia peluk aku kencang dan lama sekali dan lagi lagi melihat wajahku seakan ngga percaya kalau kami bisa bertemu lagi.

DSC00207-1Kami bernostalgia dan mengingat ingat siapa saja team kami dulu waktu di Sengkang. Dulsomad menyuguhkan kami berbagai makanan, mulai dari es kelapa muda, tempe mendoan, sukun dan banyak lagi. Dulsomad rambutnya sudah putih, dia sekarang di rumah aja karena tanah , sawah dan kebunya banyak. Cukup untuk membiayai anak-anaknya kuliah.Dia baru mau ke offshore kalau ada tawaran yang tinggi terutama di luar negeri. Dulsomad dan Mukti masih kuat merokok, hal yang juga ngga berubah. Ceritanya ngga habis habis, sampai akhirnya kakaku menewari mereka untuk main kerumah kakakku. Dirumah kakak, kami disuguhi makan siang dan habis  itu lanjut  lagi ngobrol sampe sore…..rasanya hari itu luar biasa bahagia setelah hampir 11 tahun ngga ketemu. Sekalipun ahmad kastari lagi ngga ada di tempat, kangen saya terobati…

Real mates are never forgot with all the good things have done but forgive for any mistaken…

DSC00168-1Karena urusan pekerjaan, saya sudah sering bolak balik ke KL selama bertahun tahun tapi belum ada kesempatan berkunjung ke Malaka. Kali ini di penghujung tahun saya berkesempatan jalan jalan ke Malaka. Berdua dengan kawan, kami niat banget ke sana. Dari Kuala Lumpur kami pagi pagi sekali berangkat ke stasiun bus di Pudu Raya. Kami membeli tiket pergi saja, dengan perkiraan pulangnya pasti banyak bus kosong sebagaimana di Indonesia. Stasiun bus pudu raya ngga seperti stasiun bus di Indonesia yang rata rata berada di lapangan terbuka panas dan kumuh. Disana pengaturan bus lebih tertib,penumpang menunggu di masing masing anjungan di lantai atas. Sambil menunngu bus,kami membeli makanan dan minuman. Yang paling saya ingat adalah bakpau kacang hijau dan kacang merah yang kami beli sangatlah enak dan belum pernah kami jumpai bakpau seenak itu di Indonesia. Tangga akses ke bus baru dibuka ketika bus sudah siap di jalurnya. Penumpangpun mengantri dengan tertib dan pemeriksaan tiket sangat ketat.DSC00210-1

Alhamdulillah kami dapat kursi dibarisan depan sisi kanan. Busnya lumayan bagus tapi menurut saya jauh lebih bagus dan modern bus luar kota executive di Indonesia. Bus ngga menunggu lama untuk berangkat, begitu penumpang semuanya masuk dan duduk pemeriksaan kedua dilakukan oleh petugas tiket. Ngga ada kondektur yang membantu supir, semuanya dilakukan supir termasuk memasukan dan menurunkan barang ke bagasi. Kami kebeneran membawa makanan kecil dan minuman. Bus mulai berangkat, kamipun sudah mulai membuka bekalan, baru sedikit Pak Supir sudah mengingatkan kami untuk ngga makan minum sambil menunjukan stiker cukup besar berisi tulisan dilarang makan minum di dalam bus…wah kami lumayan malu juga karena sama sekali ngga terbaca peringatan itu sebelumnya. Kami kira seperti bus bus luar kota di Indonesia yang bebas makan minum…huhh kentara banget ya…kampungnya.  Perjalanan dari KL ke Malaka melewati jalan toll yang panjang dan nyaris sempurna. Pemandangan di sisi kiri kanan jalan toll adalah kelapa sawit. Perjalanan ke Malaka  2 jam lebih, memasuki kota Malaka bus melintasi jalan utama dan yang terlihat oleh kami adalah bangunan kuno warna merah bata dan sangat cantik. Bus juga melintasi bangunan bangunan modern dan shopping mall. Kombinasi yang unik dan menarik. Sampai di stasiun sudah mulai sore dan kami berinisiatif untuk membeli tiket bus pulang ke KL. Ternyata dugaan kami salah telak, ngga ada satupun tiket bus yang tersisa karena ternyata banyak orang orang ingin berakhir tahun di KL. Kami akhirnya ditawarin menyewa mobil sedan dengan harga selangit. Sialnya kami ngga membawa duit cash yang cukup untuk menyewa mobil. Akhirnya kami keliling terminal mencari mesin ATM dan Alhamdulillah kami dapat juga  uang cash. Mobil yang dijanjikan adalah mercedes dan akan berangkat dari Malaka jam 8 malam. Bersama kami ada satu orang lagi penumpang keliatan dari bahasanya sih berkebangsaan philipine.

Waktu kami tinggal 3 jam, kamipun buru buru mencari bus kota mencari tempat tempat bersejarah kota Malaka. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah gereja tua jaman portugis, dindingnya merah bata, terletak di antara musium di atas bukit, kanal dan jalan raya. Ditengah tengahnya ada air mancur khas eropa dengan bunga bunga cantik disekililingnya. Pemandangan maikn eksotik kalau diliat dari atas bukit musium. Memandang ke arah laut, ada benteng kuno (lagi-lagi) warna merah bata dengan sejumlah meriam bertengger di atasnya. Berjalan ke arah Merina melalui tepian kanal pemandangan sangat cantik dan burung camar di sore hari terbang bersahut sahutan. Kapal layar kuno Belanda yang dipajang terlihat perkasa dan berani, terbayang betapa luar biasanya pelaut jaman dulu, mengarungi samudra untuk mencari dunia baru dan berdagang. Saya dan kawan santai sejenak di tepi kanal menikmati udara sore dan langit orange menjelang matahari terbenam. Jam menunjukan pukul 7.15 sore menjelang magrib. Kami mencari taksi untuk bisa kembali ke terminal, sudah 15 menit menunggu taksi belum ada yang kosong sampai akhirnya ada taksi dengan driver seorang bapak berumur sekitar 60 tahun bersedia mengantarkan kami ke terminal Bus. Si bapak sambil bercerita dan promosi kota Malaka, kamipun senang mendengarnya. Kami sampai di terminal jam 8 malam kurang lima menit, kami berlari menuju counter bus dan benar saja si pemilik sedan sudah menunggu. “Waduh Abang kemane , kami dah cari abang sedari tadi lagi tapi tak ketemu”, kami say sorry dan bilang betapa susahnya nyari taksi jam segini. Ternyata mobil Mercedes yang dijanjikan Cuma isapan jempol, yang ada mobil proton tua seperti taxi di Jakarta. Karena sudah ngga ada kendaraan lain yang mau ke KL, akhirnya kami pasrah. Saya dan kawan duduk di belakang dan si Philipino duduk di samping Supir. Untungnya kami membawa makanan kecil dan minuman, lumayan bisa mengganjal perut. Cuma saja (mohon maaf) bau badan si sopir bikin mual, terpaksa kami mesti sering sering membuka jendela mencari udara segar he..he…DSC00193

Jalan toll menuju KL dari Melaka cukup padat bahkan macet di beberapa ruas, menurut Pak Sopir ini dikarenakan banyak warga yang mau bertahun baru di KL terutama di twin tower. Sampe di KL kami sudah cape banget tapi puas dengan petualangan kami ke Malaka.

Kota megah gaya abad 16 M, canal exotic dan langit jingga….Kota para pelaut dan bajak laut.

Ketika kamu melakukan over expect terhadap sesuatu, dan ternyata sesuatu itu tidak melebihi garis level apa yang kamu expect maka yang akan kamu rasakan adalah kegagalan atau fail to reach the minimum limit or standard. Fail to reach the limit sebenarnya sudah bisa mengaktifasi alarm didalam tubuh kita. Dalam konteks hidup alarm yang yang diaktifasi bisa berupa perubahan expresi dan emosi. Seperti halnya perangkat alarm, maka expresi dan emosi sebenarnya bisa di reset atau diredam tapi dia tidak menghilangkan source dari alarm tersebut. Reset hanya untuk mengembalikan posisi si alarm kepada keadaan semula. Sebaliknya kondisi tubuh yang mengaktifasi alarm tersebut hanya bisa dikembalikan pada kondisi normal dengan command dari hati ke otak untuk tetap tenang, sabar dan ikhlas atau mencari solusi yang tepat. Barulah dia bisa kembali pada posisi semula. Saya menyebutnya sebagai respon tubuh untuk mencapai kestabilan fikiran, emosi dan expresi.

Setiap respon , selalu melibatkan fungsi waktu (time) dan jarak atau jumlah. Response DSC00146-1seseorang tarhadap kegagalan dalam mencapai sesuatu bisa berlangsung lama dan berakibat biasa saja atau bisa saja berlangsung cepat tapi akibatnya luar biasa. Setiap response biasanya diawali dengan waktu tunda yaitu ada fungsi waktu tapi fungsi jarak atau jumlah nilainya kecil sekali sehingga tidak membawa akibat yang bisa dilihat dari expresi. Waktu tunda dan kecepatan mengatasi response akan berbanding lurus dengan kemampuan dan ketahanan seseorang. Saya sebut ini sebagai Individual Performance yang bisa di kelompokan ke dalam Performance Index dengan berbagai level. Performance Index tidak statis tapi dinamis artinya bisa dibentuk dan bisa juga mengalami degradasi. Pendidikan, lingkungan dan pengalaman bisa membentuk performance index sesorang tapi semangat, disturbansi dan lingkungan juga bisa mengurangi performance index. Factor overlap dari penambahan dan pengurangan PI adalah lingkungan. Bagi saya faktor lingkungan itu memiliki komposisi yang luas seperti pendidikan informal berupa learning by doing, encouragement atau motivasi yang bisa menambah atau malah mengurangi spirit, keseragaman yang juga bisa merubah habit dan culture bahkan pergaulan yang bisa menggiring terhadap perubahan baik drastis maupun long term. Karenanya perlu ada ketetapan hati dan kalibrasi terhadap komponen kemampuan pribadi yang kita miliki.

Mengkalibrasi hati recara rutin dapat memperbaiki performance index manusia

DSC00114Lebaran festive September 2009, aku dan anak anakku dapar rizki dan kesempatan untuk pulang ke kampung halaman di Tarakan. Tiada bandingannya bila kita mendapat  kesempatan untuk berlebaran bersama keluarga terutama orang tua dan saudara. There always a great moment to meet and chat with my big family. Persiapan untuk pulang kampung sudah kami lakukan jauh sebelum Ramadhan, anak anak menjadi lebih bersemangat menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena setelah itu akan pulang kampung….ya…. pulang kampung the magic of idul fitri festivity. Sambil puasa anak anakku menghitung mundur hari the date of flying to my home town. DSC00170-1They had feeling excited when we were back to my home town couple years a go but now they feel so more exciting. Perhaps this time most of entire families come and gathered in my lovely parent house. Warm welcome from my brothers and sisters have made us feel so excited and truly happy.

 

DSC00140-1Ramadhan hari ke 27 setelah I’tikaf dengan my love, kami makan sahur dan siap siap berangkat ke airport. Anak anak ngga keliatan mengantuk, masing masing memanggul their back packs. There always so sad when I have to leaving my love alone, she can’t join us due to some reasons. Kami terbang ke Balikpapan selama kurang lebih 2 jam , transit sebentar di Balikpapan dan lanjut terbang ke Tarakan selama 50  menit. Dari udara sudah keliatan pulau Tarakan yang coast line-nya sudah bertaburan tambak udang/ikan. First impression from kids were “My God, here is so warm even warmer than Jakarta”, aku bilang Tarakan kalau siang memang panas tapi pagi, sore dan malamnya will be so nice. Apalagi bintang bintang bisa terlihat jelas dan cantik. Kami dijemput kakaku Bang Engkus (namanya M.Khusni Tamrin) dan anaknya si Ibnu. Karena barang barang kami lumayan banyak akhirnya kami putuskan untuk ambil 2 taxi. Tarakan doesn’t change so much even slow compare to couple years a go when I and family went there, even though I notice more motorcycles on the road. Sampai di Markoni (rumah orang tuaku) semua saudara sudah menunggu di warung kopi kakaku Bang Firman, that was so nice and happy expressed from all of them when welcoming our arrival, thanks God you gave me long age to see them again. DSC00196-1Rumah Bang Firman pas di depan halaman depan rumah orang tuaku, di rumah Mama tercinta sudah menunggu dengan derai air mata kebahagiaan dia menyambutku dan anak anakku warm hugs and kiss from her to us, lovely kiss. My father is still ill, he just can crying when welcoming us. He was 84 years old, looks weak but still having high spirit as usual. He is a former rebels and veteran of Indonesia army.

 

Kami ngumpul dan ngobrol di ruang tengah, rasa kangen yang luar biasa…..anak anak dah ngga keliatan di rumah. Mereka sudah langsung main dengan sepupu sepupu mereka…acara kedua setelah melepas rindu dan ngobrol adalah bagi bagi oleh-oleh.Masing masing dapat bagian, thanks to my Love who had prepared all the gifts long before we depart. Ka Tuti, kakak wanitaku yang tinggal dir rumah dan mengurus orang tuaku dapat oleh oleh lebih banyak as part of my gratitude and thanks to her have spent her time and hard work to taking care my parents. Ka Tuti sudah menyiapkan masakan Kepiting saus untuk menyambut kedatangan kami. DSC00176Buka puasa di hari pertama kedatangan kami di Tarakan serasa meriah banget, makanan berlimpah dan kami kumpul semua di dapur Mama. There always so tempted when eating there, not only because the taste but more about the nice and warm environment from those brothers sisters make any kind of food feel delicious. Bener saja, kepiting saus Ka Tuti ueenaak banget, anak anaku makan lahap sekali seperti habis tersesat dihutan dan kelaperan….My borthers and sisters watched them dengan tatapan mata kasian. Buah tarab yang dipetik dari kebun halaman belakang rumah jadi penutup makan malam kami, Cuma aku dan anak anaku yang menyerbu buah tarab itu…that was so long haven’t taste the  sweet fruit. Ka Udin, suaminya Ka Tuti yang memetik dan menyimpan buah kesukaanku itu khusus untuk kami. Malam pertama di Tarakan, aku tarawih di rumah tapi subuhnya Alhamdulillah bisa Jamaah di Masjid Markoni yang sudah ada dan jadi tempat mainku sejak aku SD. Dulu sih masjidnya berlantai kayu dan ada kolongnya tapi sekarang sudah megah, luas  dan bagus banget. Di masjid, aku sempat ketemu dengan beberapa teman kecilku.

 

DSC00164Hari hari selanjutnya were running so fast but very nice and memorable, kumpul, ngobrol, ketemu saudara, nongkrong di warung Bang Firman, duduk santai dan ngobrol sama si Mama, memapah Abah kalo dia mau ke toilet, nyiapin pakaian Syahla dan Syaikha kalo mereka mau mandi, jalan jalan keliling kota kecil yang bagiku indah dan menarik, mengajak anak anak dan ponakan ke pantai dan mangrove, jajan di warung Bang Firman, duduk santai dengan para kakak di tepi kali di depan warung Bang Firman dan makan rame rame di dapur Mama dengan masakan super nikmat buatan Ka Tuti. Ngga lupa makan buah tarab dan Lai…hmmmm lengkap sudah the most memorable pulang kampung lebaran kami. Bang Iwan dengan istri dan anak anaknya datang just a day before lebaran, anak anaknya tinggi tinggi dan besar. Syahla dan Syaikha sudah lama menunggu kedatangan Dina anaknya Bang Iwan yang paling kecil. Syahla, Syaikha, Dina dan Webi (anaknya Bang Bob) empat serangkai berumur hampir sama, mereka mandi, tidur, makan dan main selalu bersama. Anak anaku bilang mereka bebas kalo di Tarakan bisa main di TK dekat rumah, ke ladang sapi, main di parit besar, jajan di warung julaknya dan ngga pernah tidur siang duh…untung saja ini masa liburan sekolah. DSC00245-1Anaku yang paling besar Mas Eggi juga sibuk dengan sepupu sepupunya naik motor keliling kota, kepantai dan kalo malam mereka ngumpul sambil main kartu. Pantas saja waktu kembali ke Jakarta mereka post power syndrome alias rindu masa liburan dan pingin balik lagi ke Tarakan segera.  Suatu waktu si empat serangkai aku ajak ke ladang minyak tua tempat dulu semasa kecil aku sering main dari pulang sekolah hingga menjelang magrib. Tarakan memang kota minyak dan dulu sangat terkenal sebagai ladang minyak BPM (Shell) kemudian Pertamina. Masa kecilku banyak kuhabiskan untuk menonton orang membor dan men service sumur minyak. That was inspired me to study and work only in Oil & Gas industries until today.

 

DSC00178Malam takbiran kali ini adalah malam takbiran yang sangat meriah dan menyenangkan bagi kami sekeluarga, disamping kami ngumpul semua banyak adegan adegan lucu dari anak-anak dan keponakan. Aku ajak mereka ke penjual petasan dan kembang api di markoni, betapa senangnya melihat mereka bergembira ria menyambut Idul Fitri. Setelah sholat subuh aku bangunkan anak anaku untuk siap siap ke masjid. Paginya kami sekeluarga sholat Ied di Masjid Markoni. Mama dan Abah sudah ngga bisa ke mana mana, mereka just stay at  home. Seperti biasanya, selesai sholat Ied rumah kami diserbu para tamu mulai dari tetangga, keluarga, kerabat dan pejabat pejabat daerah karena orang tuaku termasuk yang dituakan di kota itu. Bang Rahmat beserta keluarganya dan adiku Yani dengan suaminya Gunter baru sampe di rumah sekitar jam 11 siang di hari pertama lebaran. Suasana rumah tambah rame dan padat. Acara sungkeman di mulai, satu persatu sungkem mulai dari Bang Bob beserta istri dan anak anaknya, bang Iwan, Ka Tuti, Bang Rahmat, Bang Firman, Bang Engkus, Bang Ilham, Aku dan adikku Yani. Tahun ini Kakakku yang paling Tua Ka Tia yang tinggal di Nunukan ngga bisa datang karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. DSC00216-1Rasa sedih dan gembira kumpul menjadi satu. Menu masakan lebaran kami seperti biasa adalah soto banjar dan kare daging sapi. Ka Udin mesti memotong 12 ekor ayam kampung peliharannya untuk soto banjar bikinan Ka Tuti. Anak anak dan keponakan banjir duit THR….dan hadiah oleh oleh dari Julak, Paman dan acilnya. For mostly people extra spending during lebaran period is common and doesn’t matter because it shall return unless they make their family happy. No wonder if money cycling during lebaran festive is always faster and increase significantly.

 

DSC00304-1Aku Alhamdulillah berkesempatan visit ke Bulungan tanah kelahiran aku, fortunately I have my childhood colleague there she is happy to accompany me looking around the town. Naik speed yang paling pagi dari Tarakan ke bulungan butuh waktu 1 jam 20 menit. Sampai di bulungan kawanku Ifau dan keponakannya (Gian, Albi dan Diego) menjemput aku di pelabuhan, kamipun keliling kota bulungan yang menurut aku perkembanngannya malah jauh lebih lamban dari Tarakan. Aku sempatkan melihat bekas rumah dinas ayahku dulu, aku sempat tinggal disitu dari kecil hingga kelas 3 SD. Bentuk, interior dan exterior rumah itu nyaris masih sama dengan puluhan tahun yang lalu. Yang aku ingat according to my parents the house had built by Dutch for their army staff. DSC00301-1Yang menempati rumah tersebut sekarang masih dari TNI dan istri dari penghuni rumah untunngnya saat itu ada dan aku diperbolehkan mengambil photo photo di dalam dan di luar rumah. Aku diajak Ifau silaturahim ke tempat saudaraku dari pihak Abah dan ke saudara saudara Ifau sendiri. Paling seru waktu makan siang dengan 3 orang ponakan Ifau, setelah itu kami makan duren dan lai yang rasanya dahsyat…naik ketingting (perahu dengan mesin kecil) kami menyeberang ke Tanjung Palas untuk meliat museum peninggalan Sultan Bulungan. I amaze with the territory of the last Sultan Bulungan M.Maulana Jalaludhin. Dari catatan sejarah Sultan yang kaya raya itu memiliki kapal pesiar dan Kapal penumpang besar bernama Boelungan-Netherland  yang ia pakai untuk berkunjung ke Belanda di tahun 1938 guna menghadiri pernikana Putri (ketika itu) Beatrice dari Kerajaan Belanda. DSC00306-1Perjalanan ke eropa dengan kapal itu memakan waktu satu bulan. Kesultanan yang awalnya memiliki 3 keraton megah yang terbakar di tahun 1968, kini yang tersisa tinggal museum dan sedikit barang peninggalan.

 

Suply air di rumah orang tuaku diambil dari bak yang memiliki mata air di belakang rumah dialirkan secara gravitasi ke dalam rumah. Airnya bening dan segernya luart biasa, menurut aku jauh lebih seger dari air mineral. Tapi kalo di masa Lebaran seperti sekarang ini supply dan pemaiakainnya ngga seimbang. Kami kemudian memutuskan untuk membor sumur air tanpa mematikan mata air yang sudah ada. Air kami dapat tapi hingga aku kembali ke Jakarta airnya belum sebening yang kami harapkan, tapi proses pengurasan masih berlangsung.

 

DSC00038-1Aku punya sahabat setia dari SD, SMP hingga SMA namanya Tono. Setiap kali aku pulang kampung, sahabat yang pertama kali aku cari adalah si Tono. Dia ajak aku ketemu teman teman SMA dulu, ada yang sudah 24 tahun ngga ketemu seperti si Bambang Ariyanto. Kami ngumpul di rumah Amri Idrus, Kapt.Polisi dan kamipun spontanitas berinisiatif mengadakan reuni di rumahku. Luar biasa responya, banyak teman teman yang aku dah ngga ketemu lebih dari 20 bisa ketemu lagi dan anehnya tetap kompak dan rame seperti dulu. Padahal mereka sudah pada sukses. Aku ingat si Zarkasih teman SMP yang badungnya setengah mati sekarang dah jadi Camat, si Jamaludin yang pendiam sekarang jadi kepala PU, Akiong yang pemalu sekarang pemilik beberapa apotik, Aoi yang pandai dandan sekarang dah punya ticketing travel dan mengelola executive lounge di bandara Tarakan. Adalagi si Thamrin yang pendiam sekarang dah jadi Kontrctor sukses barangan sahabat setiaku Mustafa yang lebih dulu jadi kontraktor sukses.Dan banyak lagi seperti Chu Men Kin yang sekarang pengusaha tambak, ada yang jadi kepala sekolah SD yaitu si Soeleman. Endang dan Merry yang dah jadi Ibu rumah tangga. Reuninya benar benar meriah, senang dan ngga menyangka rasanya bisa bertemu dengan mereka mereka lagi.

 

DSC00311-1Tarakan kena imbas dari kabut hasil kebarakan hutan, selama 4 hari bandara ditutup dan tidak ada penerbangan. Terpaksa schedule kepulanganku tertunda, padahal kami sudah ke airpot siap siap pulang.  untuk itu anakku luar biasa senang karena mereka berharap bisa stay along in Tarakan. Masa yang paling tidak disukai adalah perpisahan, kembali berpisah dengan Mama, Abah saudara saudaraku dan sahabat. Kami kembali ke Jakarta dengan perasaah senang bisa pulang kampung tapi juga sedih karena terlalu banyak kenangan dan orang orang baik yang kami tinggalkan. My kids suggested to me to get a job there, move and stay in Tarakan because they love Tarakan so much. Hope one day, when I was retired I able to return home doing teaching and set up my own business to develop my home town far beyond the current condition.

 

 

Dedicated to my beloved parent, brothers, sisters and class mates at SMPN 1 and SMAN1 Tarakan class 1985, East Kalimantan.

Awal October tahun ini Alhamdulillah aku dapat kesempatan untuk attending HSSE Leadership course di Cambridge. Tepatnya di Moller Centre, the Judge School of Cambridge, Churchill College. Cost coursenya sangat sangat sangat mahal tapi Alhamdulillah aku dapat gratis karena rekomendasi dan sponsor dari  boss Global HSSE Exploration & Production. Sebelum berangkat aku banyak dapat masukan dari line managerku mengenai Cambridge, karena kebeneran dia alumnus universitas prestisius di dunia itu. Dia bilang di UK, siapa saja yang menulis dan menerbitkan buku, maka dia harus mengirimkan ke tiga library yaitu, Cambridge, Oxford dan London. Cambridge terkenal dengan Issac Newton, sang penemu teori gravitasi yang merubah dunia dan kita terus mendapatkan manfaatnya sampai kapanpun. Juga disana ada Prof.Steven Hawkins ahli fisika Quantum yang terkenal dengan teori Expanding Universe-nya. Baru kembali beberapa hari dari kampong halaman aku lanjut terbang ke London via Abu Dhabi. Baru kali ini aku transit di Abu Dhabi dikarenakan aku naik pesawat Etihad. Service maskapai penerbangan ini luar biasa dan memang beda bahkan jauh lebih baik dibandingkan maskapai International lainnya yang pernah aku naiki. Mulai dari ticketing, check in, bagasi handling, business lounge, sampai airport transfer menggunakan limosine dengan driver yang very professional dan luar biasa baik. Alhamdulillah…pantasan saja maskapai seperti BA harus merumahkan lebih dari 1000 karyawannya dengan alasan efisiensi karena sebenarnya maskapai eropa mulai kalah telak dengan maskapai maskapai asia seperti Etihad, Emirates, Qatar Arways dan SQ. Cuma saja sedih juga kapan Garuda bisa sebagus itu yaa….

Waktu transit di Abu Dhabi aku ketemu dengan teman teman kantor yang mau liburan ke Europe..mereka terburu-buru karena penerbangan selanjutnya ke Frankfurt sudah mepet akibat pesawat delay waktu masih di Jakarta. Kami sempat photo bareng sebelum berpisah. Airpot Abu Dhabi memang mewah, tapi ngga sebagus Changi atau Heathrow. Toko toko barang wewah dan bermerk berderet  tapi terlihat sepi. Business lounge Etihad memang beda dari any business lounges that I ever tried..dia lebih mirip restaurant di hotel bintang lima dengan petugas yang ramah khas asia. Rak bukunya penuh dan beragam buku bagus tersedia. Perjalanan ke heathow London butuh sekitar 7 jam lebih dari Abu Dhabi, waktuku lebih banyak aku pergunakan untuk menulis, membaca buku dan nonton film lawas “Armageddon”. Yang menarik dari film itu menurut aku adalah kerjasama team dari para drillers dan geologist. Di heathrow London ternyata pesawat mendarat di terminal 4, terminal baru. Disana sini masih di isolasi dengan pita dan triplek bertuliskan Under Construction. Antrian di immigrasi panjangnya minta ampun dan prosesnya lama sekali.Jauh lebih pendek dan cepat antrian dan immigrasi di Changi, KLIA bahkan di Cengkareng. Aku perhatikan orang orang yang berwajah Asia tengah (India, Bangladesh, Pakistan) harus mendapat sederetan pertanyaan dan pemeriksaan yang ketat sebelum bisa lewat immigration gate, not sure what was mistaken they did. Hanya terlihat pemeriksaannya sedikit berlebihan, mungkin ini bagian dari upaya pemerintah Inggris untuk menghindari imigran gelap, criminal atau terorism. Waktu aku sampai di immigration gate, benar juga pertanyaan petugas sedikit detil bahkan dia mau liat undangan dari penyelenggara course yang akan aku hadiri. Ini ngga seperti biasanya kalau aku travelling ke UK. Aku butuh sedikit waktu untuk mencari counter Limo Etihad karena ternyata system informasi di terminal 4 ini belum baik, Limo akhirnya ketemu sopirnya keturunan pakistan  dan ramah sekali. Dia sudah menunggu beberapa jam karena pesawatnya delay waktu berangkat dari Abu Dhabi. Sedikit cerita mengenai Pak Supir ini , namanya Muhammad. Dia sudah 8 tahun  mukim di London UK, sebelumnya belasan tahun tinggal di Washington USA. Anaknya 2 dan keduanya vanita. Setelah peristiwa september eleven dia dan keluarganya mengalami banyak perlakuan yang tidak manusiawi dari warga USA hanya karena kedua anak wanitanya kalau berangkat sekolah mengenakan jilbab.Dia dan keluarganya kemudian memutuskan untuk pindah ke eropa, pertama-tama ke Belanda kemudian akhirnya mereka mukim di Inggris. Sebagai seorang immigrant muslim dia sadar betul bahwa hidup bukan cuma untuk makan, minum, belajar dan menikmati apa yang dia dapat dari kerja kerasnya. Tapi lebih dari itu menurut brother Muhammad dia mesti tetap menjalankan ajaran agamanya tanpa mengganggu kebebasan orang lain apa lagi menyakiti mahluk Tuhan. Pemikiran yang sederhana,kalsik tapi luar biasa. Sambil ngobrol kami menuju Cambridge melewati ranch-ranch luas dengan pemandangan khas Inggris. Sampai di Crambidge sekitar siang dan cuaca cerah banget tapi udara dingin sekitar 17 derajat Celcius.

Sampai di Moller Centre, Churcill College di Lingkungan Cambridge University aku ngga kemana mana lagi, setelah mempelajari lagi peta kota Cambridge dari Informasi yang ada di kamar aku langsung tertidur lelap. Bangun bangun sudah malam dan udara  di luar dingin sekali. Senin pagi aku ambil kesempatan jalan kaki menyusuri kota Cambridge pagi hari melewati Magdalena street, Magdalena bridge dan Round Church gereja bunder tertua yang dibangun setelah perang salib I di tahun 1130. Aku membeli buah di Market place di St Marry street. Buah anggur dan pearnya segar dan bagus bagus. Jalan jalan hingga siang di cuaca dingin aku kelaparan, singgah di satu restaurant di Trinity street. Aku mulai survey dimana tempat beli buku dan belanja oleh2 murah khas Cambridge, tapi baru sempat belinya sehari sebelum berangkat pulang. Pemandangan di semua sudut kota Cambridge menurut aku ngga ada yang jelek, berhenti sebentar di Magdalena bridge dan quayside untuk melihat Punt, perahu khas Cambridge yang dipakai untuk menyusuri the River Cam.

Cambridge , kota tua dan kota universitas adalah tempat berkiprahnya para ilmuwan klasik dunia seperti Issac Newton, Charles Darwin, Charless Babbage peolopor informasi electronic, Frank Whittle penemu mesin jet dan Ernest Rutherford orang yang bersama teamnya pertama kali memisahkan atom. Disini  juga dulunnya William Pit (Pit the Younger) menjadi perdana mentri termuda yakni di usia 24 tahun di abad 18 yang memperkenalkan pajak pendapatan. Pemandangan lain ngga kalah menariknya adalah serombongan sarjana baru masih mengenakan toga jalan berombongan menggenggam botol sampaign di tangan mereka. Cambridge hampir mirip dengan Amsterdam, kebanyakan orang bepergian naik sepeda.

Suasana belajar di Moller Centre sangatlah nyaman, Cuma saja dari pagi sampai malam kami mesti belajar.belum lagi test dan mengerjakan tugas kelompok. Untungnya teman tema sekelas sangat baik, ramah dan rajin bekerja sama. Belum instrukturnya yang hebat dan sama sekali ngga menjemukan. Salah seorang instruktu bilang “ You can ask any difficult questions, because this is Cambridge when any questions must have and answer”. Suatu waktu kami dinner di King College restaurant di dalam University complex…Ia sebuah restaurant khas Inggris. Tempatnya luar biasa hebat dan antic, College ini dibangun oleh Henry VI di usia 19 tahun di tahun 1441. Salah seorang penggagas course tahun ini mau pensiun, dan dinner malam itupun dimeriahkan drama yang menggambarkan perjalanan sang dosen  dari lulus universitas , menjadi geologist di mesir sampai meraih posisi tertinggi di perusahaan. Pemeran dramanya rekan rekanku, selanjutnya ada acara musik dan menyanyi. Wah seru sekali, aku dan seorang kawan dari Perancis kebagian tugas menyanyikan lagu The Beatles Yesterday…Yang ngga bisa menyanyi bisa membacakan pantun atau puisi seperti seoarang kawan dari China yang membacakan Syair zaman dinasti Ming dalam bahasa China.

Suatu malam kami diharuskan untuk menelusuri kota Cambridge dalam group menuju ke suatu restaurant di dekat Round Church. Tapi kami harus melewati 4 buah post dan harus bisa menjawab pertanyaan yang dibawa oleh penjaga pos pos tersebut. Kamipun menjelajahi jalan jalan di Cambridge, melewati bangunan bangunan tua berusia ratusan tahun tapi indah dan terawat. Melintasi toko toko yang mulai tutup, melewati rombongan student yang baru pulang dari campusnya, semua orang jalannya cepat. Hujan turun rintik rintik, menambah dingin cuaca. Banyak bagian jalan yang gelap dan berair, heran juga kenapa lampu jalannya ngga banyak ya.mungkin supaya hemat. Masing masing kami ada tugasnya, ada yang membawa peta, membawa petunjuk arah, menjawab pertanyaan, membawa senter, tugas aku membawa camera dan mengambil gambar. Groupku sampai di restaurant sebagai juara dua, senangnya..karena kami dapat hadiah dari kerja keras dan kekompakan kami.

Di hari terakhir course perpisahan yang cukup membuat hati kehilangan terjadi juga, aku dan sebagian teman yang akan pulang ke esokan harinya pindah ke Crown Plaza hotel di tengah kota Cambridge. Sore dan keesokan paginya aku sempatnya jalan kaki lagi keliling kota sambil mencari oleh oleh buat istri dan anak anak tercinta. Siangnya limosine dari Etihad sudah menjemput utuk berangkat ke London Heathow, drivernya keturunan Pakistan juga dan sama baiknya dengan yang sebelumnya. Di heathrow aku sempatkan membeli buku buku bagus dan murah…novel The Traveller’s Wife untuk istri tercinta dan The Young Stalin buat aku dan beberapa buku lainnya. Cheers UK, will meet you later soon.

Dedicated to my course team Julius Aqbo, Alain Panhard, Karen Westley, Jack Russell, Ralph Pegram and Mark Shuster.

Di berbagai kesempatan dialog,diskusi, mengajar atau cuma obrolan santai saya sering mengatakan bahwa pendidikan itu bukan hanya belajar di dalam kelas saja tapi dia comprehensive tanpa ada batasan waktu, ruang dan lingkungan. Hampir setiap agama mengajarkan bahwa pendidikan sudah bisa dimulai ketika manusia masih di dadalam kandungan Ibunya. Hingga manusia tua renta pun ia butuh pendidikan. Berbagai ragam jenis pendidikan dan cara penyampaian materi didik merupakan kreasi dan inovasi manusia, dia menjadi sukses bila cara, ,metode, obyek, materi, suasana, lingkungan, system dan penerapan yang dibangun tepat dan praktis.

Pendidikan yang menyentuh spiritual, emosional/mental dan otak manusia sering disebutkan sebagai pendidikan yang paripurna. Bagi saya itu baru menyentuh dimensi metode, system dan obyek. Dia belum menyentuh dimensi waktu, lingkungan dan penerapan. Untuk menjadi manusia tangguh kita membutuhkan pendidikan multi dimensi, berkelanjutan, tidak terputus, implementasi dan perbaikan terus menerus. Pendidikan semestinya seperti rantai makanan atau keseimbangan alam. Dia bergulir terus tanpa putus bahkan selalu ada penyesuaian dan perbaikan yang bisa didapat dari masukan atau kegagalan yang pernah diderita.

Suatu waktu dalam obrolan santai dengan teman teman masa sekolah di kampung, seorang kawan saya terheran heran bahwa ada seorang kawan sekolah kami yang sudah menjadi pembantu rector di sebuah universitas tapi masih bisa dikelabui dengan seorang kawan yang lain yang tidak punya title khusus. Dia bilang, ko bisa ya dia dikelabui padahal dia kan sudah bertitle dua. Saya bilang, kalau cuma title di Jakarta sekalipun banyak orang bertitel menganggur, ditipu orang bahkan menjadi koruptor dan tinggal di dalam penjara. Pertanyaannya bukankah semestinya orang yang bertitel (= berpendidikan) bisa hidup lebih baik dari orang yang tidak punya title? Saya pribadi berpendapat bahwa title bukanlah ending tapi dia Cuma satu bagian dari ribuan bahkan jutaan lembar materi pendidikan yang di dapat manusia selama dia hidup. Pengakuan manusia terhadap tingkat keilmuan sesorang dari jumlah title yang didapat seseorang bagi saya adalah bagian dari pendidikan yang keliru bahkan bisa dibilang purba.

Semakin seseorang itu santun, berguna, bermanfaat bagi bangsa, keluarga ,lingkungan sekitarnya, mampu dengan pasti membedakan mana yang baik dan buruk atau utama dan tidak utama, berteman banyak, berkomunikasi dengan baik dengan manusia dan Tuhannya, cinta kepada semua mahluk hidup, disiplin, pencari nafkah yang tangguh, mampu membuat dan menghasilkan sesuatu yang berguna, rajin dan pembersih serta mampu berbuat adil maka itulah ukuran sebenarnya tingginya pendidikan seseorang. Karena ia terbukti mampu hidup didunia dan bermanfaat maksimal bagi mahluk hidup lainnya Jadi jangan salah kaprah mengukur tingginya pendidikan sesorang dari embel embel atau sejenisnya. Karena embel-embel atau title itu tidak akan membawa kesuksesan di dunia apalagi di akhirat kalau dia tidak bermakna. Sebaliknya jangan pernah menyerah untuk belajar, karena dengan belajar itulah manusia bisa mencapai apa yang dia inginkan dan apa yang diharapkan orang lain kepadanya.

Dedicated to my beloved wife, sons and daughters, I’m sure one day you will pursuing your PhD in proper manner.

Pertanyaan ini sering muncul ketika saya sedang menginterview atau melakukan assessment terhadap calon karyawan , berinterkasi dengan teman baru atau siapa aja yang akan berada di lingkungan baru dimana kita berada di dalamnya. Track record seseorang terbentuk dan terekam sebagai hasil prilaku dan kebiasaan seseorang di masa lampau. Ia biasanya ada karena terbentuk dari pendidikan, pengalaman dan lingkungan. Ketiganya menurut saya ada di dalam bingkai besar pendidikan, bingkai yang bukan berarti sekolah formal semata tetapi segala hal yang bisa membentuk jiwa, kepribadian dan kecerdasan seseorang. Pekerjaan saya diantaranya adalah melakukan back ground check,investigasi, audit dan assessment. Diantara tools yang saya gunakan untuk melakukan screening dan background check adalah latar belakang, track record, sepak terjang dan jaringan yang dibangun oleh seseorang. Pekerjaan ini adalah research, seperti halnya menjawab pertanyaan mengapa daun suatu pohon lebar dan hijau, mengapa buahnya manis atau asam, mengapa batang pohonnya keras dan bergetah. Sampai berapa lama pohon tersebut akan bertahan hidup, seberapa tinggi dia dan seberapa jauh akarnya. Track record saya analogikan sebagai catatan dan reputasi suatu pohon. Seberapa sering pohon tersebut memberikan manfaat pada mahluk hidup lainnya misalnya sebagai tempat berteduh, kerimbunan daunnya yang menghasilkan kesegaran udara, berapa banyak buahnya, seberapa kuat batang dan akarnya untuk menjadi tempat pijakan orang yang memanjatnya, menjadi tempat resapan air dan penahan tanah longsor bahkan seberapa sering kulit batangnya mengalami perusakan atau tebasan parang. Rekaman kejadian yang dialami pohon tersebut dapat menggambarkan bagaimana nasibnya di kemudian hari misalnya apakah dia akan ditebang untuk diambil batangnya. Apakah dahanya akan dipangkas untuk mengurangi daunnya yang gugur, atau malah dia akan dilestarikan karena manfaatnya yang terlalu banyak dan ia disukai semua mahluk hidup. Ketebalan daun kering yang gugur dibawah suatu pohon, banyaknya benih2 yang tumbuh dibawahnya, atau seberapa banyak benalu yang menggerogotinya dapat menggambarkan bahwa betapa pohon tersebut dibiarkan tumbuh dan terus tumbuh tanpa dirawat . Tanaman yang terawat dan banyak memberi manfaat akan terus tumbuh , berkembang dan memberikan manfaat. Perawatan selalu berasal dari manusia yang merawatnya, sedangkan rasa, kesuburan dan kelangsungan hidupnya dapat bergantung dari banyak aspek misalnya kesuburan tanahnya, iklim, ada tidaknya gangguan dari hewan liar atau tangan manusia, apakah ada manusia yang mengurusnya dan sifat dasar dari jenis tanaman tersebut. Track record manusia bisa membekas dan mempengaruhi arah hidupnya. Bekas yang ditimbulkan dari persinggungan dengan dunia sekitarnya akan mampu mewarnai mental dan kepribadian seseorang, apakah seseorang itu akan menjadi kuat atau bahkan lemah terhadap singgungan yang sejenis. Langkah , perkataan dan perbuatannya menjadi terpola. Pola yang terstruktur atau yang acak. Saya menggambarkannya sebagai tumpahan zat pewarna di atas kain. Motif yang ditimbulkan akan mengikuti gravitasi, bentuk serat kain, daya resap, warna awal kain tersbut dan kekuatan sebaran pewarna. Sekali terbentuk motif tersebut akan sulit untuk diubah kecuali dengan pewarnaan lain dan upaya pemutihan yang tergolong upaya lain yang memakan waktu, tenaga dan biaya. Petinju yang tangguh dapat dilihat dari seberapa sering dia menang dan merobohkan lawannya. Pegolf yang ulung bisa dibuktikan seberapa kecil handicapnya dan seberapa sering dia menjuarai turnamen. Fire fighter yang handal bisa dibuktikan dari seberapa sering dia menyelamatkan nyawa orang dan kecepatannya memadamkan api. Ulama yang saleh ukurannya adalah berapa banyak orang dijadikan saleh olehnya dan ia selalu menjadi panutan dan mendatangkan manfaat dimanapun dia berada. Ekonom yang piawai cuma bisa dibuktikan dari seberapa besar tingkat kebenaran teorinya untuk memperkecil inflasi dan membuat pasar bergerak maju, mengurangi pengangguran. Kepala sekolah yang juara ukurannya adalah seberapa besar prestasi murid muridnya dan seberapa baik moralnya. CEO yang sukses bisa diukur dari seberapa besar earning perusahaannya, peningkatan kapital dan kekuatan brand dari perusahaan yang dipimpinnya. Ibu rumah tangga yang sukses bisa di buktikan dari seberapa sayang suaminya ke dia, seberapa rapih dan bersih rumahnya dan seberapa cinta dan hormatnya suami dan anaknya ke pada si Ibu. Pemimpin yang berhasil ukurannya adalah kemakmuran rakyatnya, kecintaan rakyatnya kepada dia dan seberapa besar aset negara yang bisa dibangunnya dan dikembangkannya untuk kepentingan rakyatnya semata. Track record yang terbentuk bukanlah by accident bila kita dan lingkungan sekitar kita tidak kontribusi di dalamnya.

Apa yang menjadikan kita tidak merasa hidup sendiri ? bagi saya jawabnya adalah hidup bermasyarakat dan salah satu tool dari bermasyarakat adalah ¨Ngobrol¨. Ngobrol itu adalah bentuk keberanian komunikasi dari seseorang untuk bisa bertukar cerita, pengalaman, keluh kesah, nasehat bahkan informasi yang tergolong rahasia. Dia berbeda dengan meeting yang looks formal and full interest behind.  Kebanyakan ngobrol dipergunakan untuk mengalihkan waktu yang terbuang daripada percuma. Ngobrol bisa dilakukan kapan saja, dimana saja dan  dalam suasana apapun bisa. Di KRL yang penuh sesak, orang yang ayik ngobrol malah membuat perjalanan tidak terasa lama dan sumpek. Obrolan para tukang ojek bisa menyingkirkan lamanya waktu menunggu penumpang. Para narapidana menghabiskan waktu sehari hari mereka di bui diantaranya dengan bertukar cerita alias ngobrol yang terkadang ngalur ngidul.

Kalau sudah ngobrol apalagi pasangan ngobrol kita menyenangkan, biasanya bisa tidak kenal waktu. Topic obrolan bisa beragam dan seringnya dari satu menjadi dua, dua jadi empat dan seterusnya. Ekspresi pada saat ngobrol sebenarnya adalah nature expresión dari setiap jiwa manusia, terutama bila teman ngobrol adalah kawan akrab.Maka sifat dasar manusia akan terlihat dengan jelas. Ngobrol serius atau santai selalu saja banyak bumbunya, dia seperti uji coba membuat makanan. Resepnya sama tapi rasanya sedikit banyak bisa berbeda karena pengaruh dari situasi, kondisi, perasaan, jiwa , bahan dan penyajiannya. Satu hal yang menarik adalah pada usia yang berbeda maka topik obrolan bisa berbeda. Misalnya saja anak anak balita, obrolannya adalah sekitar mainan, tokoh kartun kegemaran atau dongeng. Anak anak SD obrolannya mulai dari soal game yang terbaru, tokoh komik , sepeda baru sampai oleh oleh dari ayahnya yang baru pulang dari tugas luar kota. Remaja SMP atau SMA obrolannya sudah mulai soal hobby, teman main, sedikit soal pelajaran tapi lebih banyak soal HP, musik dan gebetan. Mahasiswa topik obrolannya kebanyakan soal duit jajan yang pas pasan, tugas kuliah yang numpuk, dosen yang sulit di ajak baikan, bagaimana caranya supaya suplai dana dari ortu bisa nambah, mulai bicara politik dan ketidakadilan, soal pacar dan sedikit soal masa depan. Para sarjana baru, obrolannya biasanya soal lowongan kerja, rencana melanjutkan sekolah lagi atau menikah, bagaimana caranya bisa bantu ortu dan adik adik, kalau bisa segera pindah kerja yang gajinya gedean tapi kerjanya tidak ngoyo.

Para pasangan muda obrolannya melulu soal anak , rumah baru kreditan yang mesti direnovasi, rencana beli mobil dengan dana yang pas pasan, dan sedikitnya waktu yang tersedia untuk bisa berduaan lagi  karena masing masing sibuk mencari nafkah karenanya perlu perencanaan cuti. Pasangan setengah tua, biasanya obrolannya bagaimana caranya sekolah dan kuliah anak anak bisa dapat yang bagus dan beken, kapan bisa naik jabatan, pingin pergi hají atau umrah, rencana liburan bersama keluarga dan berkunjung ke rumah kakek-nenek. Pasangan tua, obrolannya melulu soal menjaga kesehatan, kapan anak anak dan cucu menjenguk mereka, makanan apa yang bisa disantap tapi tidak mengganggu kesehatan, soal rencana pensiun dan asuransi, juga soal pekarangan rumah dan kebanggaannnya akan masa lalu. Para kakek dan nenek biasanya obrolannya soal cucu, soal penyakit yang tidak kunjung sembuh, soal pengajian dan doa doa apa yang bisa melipatgandakan pahala, soal guasita dan banyak soal pesan pesan. Saya tidak bisa membayangkan betapa terasa sepinya dunia kalau seseorang tidak suka ngobrol….kawan saya di Kampung namanya Haerul. Dia tuna rungu, tapi bisa baca tulis dengan lancar , pandai memotong rambut, kalau dia datang ke rumah saya dan kami ngobrol bisa sampai ber jam jam.Sekalipun cuma dengan bahasa isyarat topik obrolan kami bisa beragam. Karena ngobrol adalah bagian dari silaturahim dan sarana mencari ilmu dan pengalaman baru, so let takes your time to chit chat, don´t miss it….

Remembering X-Function : My self, Sofyan M, Ariyanto, Rino, Andi Marto Plus Vina and Syafril.

Trip saya kali ini ke Europe bukan untuk bisnis tapi untuk liburan berdua dengan istri tercinta. Kebeneran adik saya yang sudah belasan tahun mukim di jerman suaminya akan berulang tahun, hence our visit to them will be a special visit for his birthday. Persiapan kami sudah dari beberapa bulan sebelumnya, untungnya istri saya luar biasa jago mengurus semua persiapan perjalanan kami. She’s booked our return ticket, searched budget ticket from good quality and safe airline, she also managed our schengen Visa which was required 3 times actually visited Germany embassy in Jakarta. Yang paling menegangkan adalah abu gunung api di Iceland yang meletus just around ten days prior our journey. Banyak sekali penerbangan ke eropa dari semua benua yang di cancel. Banyak maskapai penerbangan menderita kerugian yang sangat besar. Istri saya hampir 3-4 kali sehari menghubungi maskapai penerbangan kami untuk memastikan apakah penerbangan ke eropa sudah diperbolehkan. Alhamdulillah 2 hari sebelum hari keberangkatan penerbangan ke Jerman sudah diperbolehkan. Adik saya dan suaminyapun menyambut gembira, kamipun senangnya luar biasa.

Lumayan sedih juga meninggalkan anak anak, mereka kami titipkan ke rumah Ibu. I hope one day I’m able to bring them along to Europe when they have their school holiday. Flight kami jam 1 pagi, karenanya menjelang tengah malam kami sudah harus berangkat ke airport. Hari itu sejak pagi saya harus memberikan training di salah satu perusahaan farmasi di bogor, selesainya sore dan sampai rumah sekitar jam setengah delapan malam. Dua jam sebelum berangkat ke airport saya dan istri menyortir lagi pakaian yang perlu dan tidak perlu dibawa. Tengah malam di bandara Sukarno Hatta sepi sekali, mungkin ini juga imbas dari sepekan larangan terbang ke eropa. Toko toko dan restaurant sudah tutup. Untungnya masih ada satu toko souvenir yang buka dan kamipun bisa menambah oleh oleh kami buat keluarga di Jerman. Penerbangan ke Frankfurt stop overnya di Doha, Qatar dan ditempuh kurang lebih 9 jam .Penumpang pesawat lumayan penuh. Saya pernah stop over di Abu Dhabi dan Kuwait, tapi baru kali ini stop over di Dubai. Airportnya tidak terlalu besar untuk ukuran Internasional dan letaknya di tengah padang pasir luas. There was a silly incident happened when my souvenir held by the Qatar security , the guy was asking me several times with Arabic and he didn’t know English at all. He wanted me to put back my stuff into X-Ray luggage check. He was curious what is the things inside, sudah kami jelaskan berkali kali dia masih belum mengerti juga sampai akhirnya dia memangggil petugas dari penerbangan kami. Untungnya petugas penerbangan dengan sigap mengambil barang tersebut dan mengemas rapi untuk dimasukan kebagasi. Rupanya mereka kawatir dengan barang yang kami bawa ke kabin dan meminta petugas penerbangan untuk memasukannya ke bagasi.

Repotnya ruang tunngu untuk transfer airline kecil banget, ngga ada money changer. Yang ada cuma duty free barang barang mewah dan beberapa kafe kecil. Di lantai atas ada food court , musholla dan internet room. Untungnya kami hanya transit 2 jam di sana. Penerbangan lanjutan ke Frankfurt lancer sekali, udara cerah dan ditempuh selama 6 jam. Sampai di Frankfurt udara cerah sekali, kami sudah di jemput oleh suami adik saya. Dia ambil cuti kerja hanya untuk menjemput kami, dia memang orang yang sangat baik, suka membantu dan pekerja keras serta disiplin. We then were travelling to Tamm (my sister house) through auto bahn and took around 2 hours. Luckily he prepared some drink, fruit and sandwich in his car. Kami yang mulai haus dan laparpun tertolong. Saya lihat istri saya yang duduk di kursi belakang sudah tertidur nyenyak. My brother in law menjelaskan mengenai aturan speed limit di auto bahn, lajur untuk truck/bus dan light vehicle. I was impressed with the road quality in Germany, that’s very flat there is no even small holes at all. Imagine if I drive in my country whereas even in the toll road felt bumpy and no wonder if my car regularly should have to get spooring balance in a car workshop. Jalan bagus dan ngga ada bayar toll, bandingnkan dengan jalan toll di Jakarta yang setiap ruas toll kita harus bayar berkali kali.

Sampai di Tamm, Omma sudah menyambut kami. That was very nice and so happy met her again. Last time I visited them was on more than 2 years ago. Omma looks no different, very kind and keen to give. She hug me so hard, as well as to my wife. I was so missed her. My brother in law mengangkat barang barang kami ke kamar di lantai 3, padahal our luggage lumayan berat. Kamar kami sudah siap dan lengkap sekali. My brother in law then membawa kami keliling rumahnya untuk diperlihatkan ke kami. Mulai dari kamar, dapur dinning room ruang keluarga sampai gudang di basement. Kami sangat terharu sekali dengan sambutan mereka. Adik saya minta kami ikutan suaminya untuk menkemput dia di tempat kerja. Sore itu di Tamm cerah sekali tapi sejuk dan nyaman. Karena kami datang pas spring season, cuacanya sangat sejuk. Bunga mekar di sana sini….penduduk Tamm yang ramah dan friendly sangat menambah kenyamanan suasana. Kami diperkenalkan dengan teman teman adik saya di tempat kerja dia. Adik saya rupanya sudah menyiapkan pasta untuk makan malam kami, kamipun makan lahap sekali tapi rupanya badan dan mata sudah lelah setelah terbang belasan jam, sambil ngobrol ngga terasa sudah hampir jam 10 malam. Besok pagi paginya kami sarapan , bangun terlambat karena early morning we had got up perhaps because the jet lag then we slept again just until the sun rise up around 5.30. Sarapan pagi yang menyenangkan dan we were so enjoyed it. Istri saya terlihat sangat senang sekali dengan menu breakfast di sabtu pagi itu, saya juga sudah lama tidak merasakan lezatnya selai blue berry plus swiss cheese.

Sabtu pagi sampai siang kami dibantu my brother in law sibuk booking ticket untuk perjalanan kami ke Paris dan mencari hotel yang murah, bersih tapi dekat dengan station kereta. Kami pilih TGV train dari Stutgart ke Gare De L’est Paris, lumayan juga harganya untuk ticket pulang pergi dua orang. Harga ticket sudah termasuk ticket S-Bahn dari Tamm ke Stutgart pulang pergi. Hotelnya kami pilih Chomel Hotel di Rue Chomel Prais, bintang 3 tapi keliatannya bersih dan harganya murah. Di Tamm saat itu lagi ada bazaar murah barang barang second pas di halaman depan Cummunity Council. Meriah sekali dan berbagai barang second tapi masih keren dijual. Siangnya saya ajak istri untuk jalan kaki muterin dalam kota kecil Tamm. Saya tunjukin ke dia toko tempat saya pernah membeli sepatu second yang samapi sekarang masih saya pakai. Kami menyenangi kota kecil ini, rapi, bersih, indah, berbukit, bunga dimana mana . Pohon pohon apel, pear, plum cherry ada hamper dietiap jalan yang kami lewati. Penduduknya ramah dan bersahabat. Istri saya sampai berharap kalau saya pensiun stay di Tamm saja…

No Doubt , Europe is the most beautiful continent in the world.

Birthday of my brother in law was very special for him that because we visited him and was held during weekend. He and my sister had prepared anything for his birthday party. Jangan membayangkan pestanya seperti pesta ulang tahun orang Indonesia kebanyakan. That’s more about family gathering with their closest friend. Sabtu malam minggu pesta pertama dimulai. Keponakan saya yang kuliah di Konstant datang bersama pacarnya. Adik saya rupanya sudah menyiapkan masakan Indonesia seperti opor ayam, mie goreng udang dan sate ayam…kami yang baru tiga hari jauh dari rumah rasanya sudah kangen banget dengan masakan Indonesia. Mulai jam 6.30 malam (tapi matahari masih terang benderang) sahabat karib dan tetangga samping rumah mulai berdatangan. Ada yang bawa bungkusan kecil kado, ada yang bawa sampaign. Kamipun dikenalkan dengan semua tamu, kalau saya hitung hitung sih ada sekitar 6 pasangan yang datang. Susananya sangat santai, akrab dan hangat. Omma dan ponakan saya sibuk membantu, kami tidak dibolehkan membantu banyak karena katanya kami tamu jadi cukup duduk manis menikmati hidangan. Semua yang hadir ternyata makan dengan sangat lahap, omma rupanya sudah menyiapkan dissert apple pie yang enak banget. Saya malam itu cuma pake switer, istri saya malah cuma pake baju tangan panjang kaos. Ternyata makin malam temperature makin turun, si Omma tidak berapa lama datang membawa selimut dan menawarkan selimut dengan para tamu dan istri saya. Ternyata istri saya dia selimuti, katanya kasihan kalo kedinginan apalagi istri saya lagi hamil. Sahabat adik dan ipar saya beragam, ada yang engineer bekerja di porsche factory, ada yang pengusaha dan pembuat spare part porsche, ada yang pensiunan. Kebanyakan dari mereka adalah teman kecil ipar saya. Malam makin larut, jam 10 omma sudah pamit mau istirahat. Saya dan istri jam 11 sudah ngga kuat, selain kedinginan kamu juga sudah ngantuk banget rupannya jet lag kami masih tersisa. Kamipun pamit istirahat. Sampai kami menjelang tidur kami masih mendengar obrolan para tamu, besok paginya kata adik saya tamu tamu baru pada pulang sekitar jam 3 pagi, itupun setelah disuruh pulang dengan sopan oleh adik saya….there was nice and memorable dinner that we ever had.

Minggu pagi saya dan istri pagi pagi sudah jalan keliling Tamm, cuaca cerah tapi tetap dingin. Banyak kami jumpai anak-anak naik sepeda berombongan, they seems enjoying their weekend so much. Hari itu rupanya hari buruh jadi ngga ada toko atau kedai kopi yang buka. Tamm masih seperti beberapa tahun lalu waktu saya pertama kali visit ke adik saya. Kota kecil yang sejuk, tenang, bersih, rapi dan teratur. Penduduknya sangat ramah dan sopan. Kami pulang menjelang siang, di rumah adik dan ipar saya rupanya sudah menyiapkan pesta untuk session ke dua. Siang hari ini khusus untuk keluarga dekat, saya kali ini diperbolehkan membantu menyiapkan dan menata meja. Menu makanan hari minggu itu barbeque dan mie goreng. Menjelang siang, Suzanne dan suaminya Marthin dengan anak-anaknya Simon and Mirriam datang. Mereka tinggal di dekat Frankfurt. Marthin engineer di perusahaan oil service company, istrinya Suzanne adalah adik dari ipar saya. Dia seorang guru bahasa inggris. Anaknya Simon usianya sekitar 14 tahun, sangat sopan dan baik. Mirriam yang cantik usianya sekitar 11 tahun. Mereka keluarga yang sangat baik dan terpelajar. Marthin berasal dari South Africa. Kami makan siang dan ngobrol santai, suasananya sangat kekeluargaan dan hangat. Menjelang pukul 3 sore, Ursula adik dari ipar saya datang. Ursula seorang parent education consultant she also own art gallery, dia tinggal sekitar 15-20 menit dari Tamm ke arah Stutgart. Suzane rupanya sedang kena flu, Omma sangat perhatian dengan anak-anaknya, dia naik ke kamar dan mencarikan obat dan madu untuk Suzanne. Siang itu Omma rupanya sudah menyiapkan dissert yang sangat enak, rabaabe pie dan apple pie. Enaknya luar biasa. Mirriam senang sekali melihat miniatur sepeda, birthday gift dari kami untuk ipar saya. Setelah makan siang, kami diajak Marthin, Simon, Taufan dan Linda  jalan jalan ke penjara untuk orang orang psycho. Penjara ini sebenarnya dulunya di awal abad 19 dipergunakan Napoleon sebagai benteng waktu menaklukan Ludwisberg. Marthin ternyata sangat banyak tahu sejarah Germany, mulai dari Baden-Württemberg, German Empire, sampai Napoleonic Wars. Puas jalan jalan keliling Tamm, kami sorenya ziarah ke makam Opa . Almarhum ayah dari ipar saya. Menjelang jam 6 sore  Marthin dan keluarganya juga Taufan dan Linda pamit pulang.

Senin pagi-pagi selesai sarapan pagi saya dan istri pamit mau jalan-jalan ke Ludwisberg dan Stutgart. Kami dibekali adik saya sandwitch dan apple. Kami naik naik S-Bahn dari Tamm ke Ludwisberg, cuaca cerah sekali tapi begitu sampai di taman istana Ludwisberg cuaca cepat berubah mendung dan hujan gerimis. Temperature udara terus drop kamipun mulai kedinginan. Kami memilih tour ke dalam Ludwisburg Palace. Istana indah tiga lantai dengan taman berburu milik raja yang sangat luas. Istri saya sekali kali mencari tempat duduk untuk istirahat karena memang keliling di lantai dua saja kami sudah kewalahan, kami baru tahu rupanya raja raja eropa jaman dulu menikah atau menikahkan anak-anaknya juga dengan bangsawan atau anak raja raja dari kerajaan lain misalnya Belanda, Perancis atau Prusia. Hari menjelang sore, kami makan kebab di dekat station Ludwisberg. Dari situ kami melanjutkan perjalanan dengan S-Bahn ke Stutgart. Rupannya di Stutgart juga ada istana Raja Ludwisburg. Kami menghabiskan waktu duduk santai di lapangan rumput di depan istana, menikamti udara sore yang cerah dan sejuk. Malamnya kami baru pulang, sampai di rumah sekitar jam 10.30 malam. Sebenarnya kami sudah ijin ke adik, tapi rupanya Omma gelisah dan khawatir kenapa kami ngga pulang pulang. Sampai di rumah Omma sudah menyambut dan kami berdua feel guilty sudah membuat mereka khawatir. Sebelum tidur kami sudah kemas-kemas untuk siap siap pagi paginya berangkat ke Paris, Perancis.

Birthday party of my brother in law. Simple, warm, nice and even memorable.

Angka “0”, null atau zero atau kosong adalah angka yang paling istimewa. Dia hanya kosong, hampa dan tidak berisi. Namun angka noll identik dengan perubah yang sangat significant. Ia menjadi bermakna ketika menjadi pengali atau pembagi atau menjadi sesuatu yang dibutuhkan untuk menyatakan “selesai”, “finish”, “over”, “habis” atau “lenyap”. Angka noll tidak berpengaruh untuk proses penambahan atau pengurangan karena penambahan atau pengurangan sifatnya hanya sementara dan nyaris tidak bermakna bila dilihat dari sudut pandang alam semesta. Namun angka noll menjadi sangat dahsyat pengaruhnya bila digunakan sebagai pembagi karena hasilnya menjadi tak terhingga , un limited. Artinya bila dibandingakn dengan alam semesta semua yang ada di dunia ini sangat tidak sepadan dengan luas dan bermaknanya alam semesta. Sebaliknya semua angka bila dikalikan dengan noll ia akan menjadi kosong, hampa dan selesai. Saya mengibaratkan bahwa angka noll dapat mengkahiri semua yang tadinya ada baik statis,  bertambah atau berkurang. Ia mengembalikan sesuatu yang pada dasarnya ada menjadi tiada atau hampa.

Didalam ilmu termodinamika atau mekanika fluida,  aliran panas atau massa yang bernilai noll adalah statis atau  tanpa aliran tetapi siap untuk berpindah apabila terdapat perbedaan ketinggian/temperatur di salah satu ujungnya  atau ketika ada penambahan tekanan atau dorongan massa. Semua pergerakan massa akan terhenti ketika gaya yang menyebabkan ia bergerak ditiadakan atau menjadi nol. Proses peniadaan itu identik dengan perkalian dengan bilangan nol. Seberapa besar apapun daya (power) atau gaya (force) apabila dikehendaki untuk ditiadakan dia akan menjadi statis tanpa daya ataupun gaya. Dalam hal ini pergerakan atom dan molekul sangat bergantung pada perubahan temperature. Rotasi bumi dan pergerakan matahari terjadi karena ia masih menyimpan energy dari awal pembentukannya. Keduianya terus bergerak menjauh dari pusaran galaxy, kapan keduanya akan berhenti? Hanya Allah Yang Maha Tahu, yang pasti ketika keduanya dan benda benda luar angkasa kehilangan energy untuk mempertahankan gaya centrifugal dan centripetalnya saya mengibaratkan proses peniadaan mencapai puncaknya atau ketika angka noll turut serta dan sukses melakukan proses perkalian yang menyebabkan energy benda benda angkasa menjadi nol dan terhenti pada posisi yang tidak beraturan atau bertabrakan satu sama lain. Proses peniadaan kembali ini adalah haq Yang Maha Memiliki.

Zero tolerance, sering digunakan untuk mempertahankan kondisi yang stabil atau ketika toleransi terhadap penerapan aturan atau hukum tidak diharapkan. Karena apabila toleransi bernilai lebih dari nol, maka ia akan berkembang menjadi ketidakpatuhan terhadap sesuatu yang sudah disepakati atau pelanggaran terhadap suatu aturan. Zero tolerance memang seperti hukum besi dan dia tidak flexible sebagaimana karet. Zero tolerance saya analogikan sebagai perkalian segala jenis penyimpangan terhadap angka nol untuk mengembalikan sesuatu pada posisi semula agar berjalan sesuai arah. Dia bagaikan reset point yang mengembalikan suatu penyimpangan kepada titik awal perjalanan.

Kata Hijrah sering dikaitkan dengan Hijrahnya Rasulullah SWT dari kota Mekah ke Madinah. Hijrah juga diartikan sebagai pindah bila dalam ukuran ruang. Dalam ukuran waktu Hijrah bisa dikaitkan dengan kedewasaan berpikir dan bertingkah laku bagi orang yang usianya semakin bertambah. Hijrah dalam kehidupan manusia sebenarnya bisa terjadi setiap hari , setiap saat. Hanya berbeda skala dan jumlahnya saja. Bisa berlangsung secara fisik, mental atau keduanya. Biasanya Hijrah dikaitkan dengan sesuatu yang bernilai baik atau perubahan ke arah kutub positif, dia bernilai tambah dan memberikan manfaat bagi mahluk sekitar. Seringkali ketika manusia memutuskan untuk hijrah sebenarnya dia memutuskan untuk mundur satu langkah untuk siap siap melompat beberapa langkah. Selalu dimulai dengan berbagai macam kesulitan, kekurangan. Kesempitan dan kerja extra keras. Pemulaian Sesutu dengan sesuatu yang sulit sebenarnya pendidikan alami yang bisa membentuk watak dan karakter manusia. Proses pembentukan jati diri ini bisa berlangsung cepat atau lama tergantung faktor disturbansi, tingkat kesulitan dan ketahanan fisik dan jiwa setiap orang.

Saya berpendapat bahwa hijrah adalah bagian dari pertumbuhan & perkembangan yang dilakukan secara sadar sesuai atau tidak sesuai dengan kebiasaan. Ia bisa merubah dasar pemikiran dan kehidupan manusia sampai pada tahap drastis. Setiap perubahan yang gradual biasanya sejalan dengan pertumbuhan normal. Tapi hijrah mampu menstimulasi keadaan menjadi factor percepatan pertumbuhan dan perkembangan. Saya mengkatagorikan hijrah ke dalam beberapa kelas.

  1. Hijrah Jalan. Hijrah manusia secara alamiah, dilakukan tanpa atau dengan kesadaran. Berjalan sebagaimana manusia berjalan. Terkadang berhenti sejenak untuk menarik napas, terkadang mempercepat langkah atau bahkan berlari untuk mengejar waktu dan mencapai tujuan. Bila sudah tiba ditujuan perjalananpun terhenti sama sekali atau sementara untuk membuat rencana perjalanan baru. Manusia yang dinamis tidak akan pernah berhenti hijrah, selalu ada upaya untuk selalu bergerak maju.Kalaupun berhenti karena tempat, ia tidak mengentikannya secara waktu karena mentalnya akan terus meminta untuk hijrah.
  2. Hijrah tangga. Hijrah yang dilakukan manusia sebagaimana dia berjalan kaki dan menaiki tangga. Dilakukan secara alamiah tanpa atau dengan kesadaran tapi tetap dalam koridor perubahan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Perlu ada usaha untuk tetap bisa berjalan dan menaiki tangga sampai pada suatu keadaan dimana manusia merasa lelah dan perlu istirahat sejenak sebelum memulai lagi perjalanannya. Lingkungan bisa memperkaya wawasanya tapi bisa juga memperlambat langkahnya. Hijrah tangga memang pelan tapi pasti mengarah ke puncak. Sekali kali melihat kebawah dan ke atas untuk memperbaiki posisi beridir di anak tangga. Cepat atau lambat menaiki tangga hijrah tergantung banyak factor diantaranya energy, semangat, kemauan dan lingkungan.
  3. Hijrah lompat. Dia seperti atlit lompat jauh yang mengambil ancang ancang berlari dan melompat sekuat tenaga untuk mencapai jarak yang dikehendaki. Apabila tidak terlatih, lompatan yang di dapat tidak akan jauh. Lompatan yang jauh hanya bisa dilakukan dengan ancang ancang yang benar, berlari dengan kencang, melompat di saat yang tepat, mengayunkan tangan dan kaki di udara dan mendarat dengan pijakan yang sempurna. Pengaturan napas dan mengurangi hambatan angin di udara bisa menambah jauhnya lompatan. Tapi bila salah dalam permulaan lompatan dan pijakan kaki saat mendarat, dia bisa berakibat kehilangan keseimbangn tubuh. Hijrah dengan melompat memang penuh dengan perhitungan, tantangan dan butuh energy yang maksimal. Manusia bisa melakukan Hijrah dengan melompat apabila dia mampu memperispakan diri secara benar, mengelola tenaga dan kemampuannya serta pandai menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan jiwa dan pribadinya. Tempat berlabuh bagi hijrah lompat bukanlah mudah, perlu ada penyesuaian sebelum bisa menikmati semua perubahan dan kemajuan.
  4. Hijrah terbang. Awalnya hanya burung yang bisa terbang, sejak manusia 1000 tahun yang lalu mencoba menjadi burung untuk bisa terbang inspirasi itu menjadi kenyataan bahwa dengan alat manusia bisa terbang. Tanpa alat, hijrah terbang sama saja dengan melenyapkan diri sendiri. Dibutuhkan banyak waktu , usaha, tenaga dan ketekunan untuk mempersiapkan alat hijrah terbang sebagaimana Nabi Nuh AS mempersiapkan bahteranya untuk menghadapi banjir yang akan tiba. Seperti Nabi Musa AS yang menggunakan tongkat mu’jizatnya untuk menyebrangi lautan. Seperti Columbus yang mempersiapkan kapal dan perbekalannya untuk menemukan benua baru Amerika. Hanya manusia dengan segala kelebihan, kemauan keras, kemampuan bertahan dan inovasi yang tinggi yang mampu melakukan hijrah terbang.

Hijrah selalu bermuara di tempat yang lebih baik dari sebelumnya,karenanya hanya hijrah yang dibutuhkan manusia bila ingin berubah dan maju. Tapi hijrah hanya bagian dari perjalanan, karena ia akan berhenti di suatu tempat yang lebih pasti yaitu  di akhir usia.

Dedicated to my best class mate ever, Iwan “Gode” who was always keeping a friendship in both of his hand.

Emirates…they love the Biggest and the Tallest…super Dubai Mall, Dubai Airport, Dubai Metro Station, Burj Khalifa, Dubai ski di Emirates Mall, Palm Jumaira beach, King Palace, Burj Khalifa Fountain….belum lagi hobby mengendarai mobil besar……Menunjukan pada dunia bahwa Maktoum family telah merubah padang pasir tandus menjadi negeri dongeng yang menjadi incaran semua bangsa untuk mencari hidup disana.  Modern dan traditionil membaur, art dan science pun melebur. Mungkin situasi yang ada saat ini mirip ketika Raja Harun Al-Rasyid memimpin kekhalifahannya di Baghdad. Hanya saja bedanya ketika itu budaya Islam sangat maju dan menyebar, buku buku karangan para ulama dan pakar Islam saat itu menjadi referensi bagi kalangan ilmuwan di dunia. Sekalipun saat ini banyak para ahli yang ” sengaja” melupakan fakta tersebut.

System pemerintahan, morfologi dan tata ruang kota, financial regime dan pendidikan tertata rapi dan berkembang terus. Komitment terhadap keteraturan, kerapian, ketaatan dan lingkungan sangat patut dicontoh bagi negara dunia ketiga, bahkan bagi dunia barat yhang sekarang nilai nilai ketaatan dan keteraturan mulai luntur dan bergeser. Bagi saya negara soko guru untuk semua kesempurnaan dalam pengaturan adalah Jerman, Jepang dan Australia. Ketiga system itu bisa diliat di Dubai dan Abu Dhabi. Kedua emirate bedanya menambahkan satu sisi yang tidak dimiliki ketiga negara soko guru yaitu aspek Spiritual. Jepang menyatukan culture mereka ke dalam setiap details, namun tidak terlihat spritual yang menyatukan gerak pembangunan mereka. Kecuali akar budaya.

Hanya saja upaya revolusi iptek perlu di kedepankan di UAE supaya apa yang sudah dibangun bisa dimaintain dan dikembangkan sendiri tanpa ketergantungan dengan negara barat. Untuk hal ini Cina adalah soko gurunya. Semoga UAE, Cina, Jepang dan Jerman bisa bergandeng tangan menjadi contoh bagi semua negara di dunia.

Sebagaimana waktu berjalan, semuanya berubah seperti halnya perubahan waktu. Berasa lama bila ditunggu dan berasa cepat sekali bila dibiarkan berlalu. Yang dulu dirasa bukan hal menarik beberapa masa kemudian menjadi kenangan yang menarik. Catatan perjalanan terekam diberbagai tempat. Benda dan ingatan yang terbawa menjadi bagian dari saksi. Suka, duka, nestapa, kesulitan, kemeriahan, kesempitan, kelapangan dan kebahagiaan terserak di dicelah celah waktu. Mengumpulkan semuanya seperti memutar kembali jarum jam. Mengumpulkan yang tersebar membutuhkan waktu, ketelitian, keteguhan, keberanian, kesabaran dan pengorbanan. Diantara harapan selalu ada yang tertinggal dan ada yang menjadi nyata. Keinginan yang berbaris sering berputar mencari arahnya sendiri, melayang dan terbang tinggi bersama awan. Satu persatu harapan baru tampil menyapa dengan salam, berbagi senyum dan meninggalkan wangi batang gaharu.
Diantara kelopak mata dan telapak tangan, memohon hadirnya suasana bahagia. Menyambung kasih sayang yang terputus , menggandeng tangan tangan mungil yang masih suci. Saat saat menjelang tidur biasanya semua harapan terhampar meminta restu dari Yang Maha Kuasa, menjadi pengantar tidur hingga mata terpejam dan jiwa terangkat sejenak tenggelam di dalam gelapnya malam. Ketika terbangun dimalam hari semua harapan masih menjadi harapan . Untain malam serasa lelap dalam sekejap, bila mimpi tidak menemani. Tubuh yang lelah berbaring tanpa daya.

Sajak untuk buah hati dan dambaan hidup.

Dari banyak catatan sejarah kebangkitan dan kemajuan suatu bangsa, lebih banyak dimulai dari situasi sulit. Keadaan sulit membuat manusia membuka ruang fikiran berlipat lipat dibandingkan situasi normal. Otak kemudian merespon dengan memberikan fasilitas kecepatan access menyimpan dan menggali memori yang lebih super. Pelipatgandaan kemampuan berfikir ini menjadi semkain terarah bila dikendalikan oleh hati yang bersih dan emosi yang stabil.  Bagi para pemimpin besar yang lahir disituasi sulit, pelipatgandaan kemampuan berfikir kemudian di booster lagi dengan keberanian menghadapi tantangan. Keunggulan ini kemudian menghasilkan karya karya gemilang dibidang budaya dan perkembangan manusia. Ketika Rasulullah SAW beserta para pengikutnya menghadapi embargo kaumnya sendiri dari bangsa Arab di kota Makkah, keadaan kehidupan dan ekonomi yang sangat sangat sulit kemudian menjadikan kaum muslimin bangkit dan tambah kuat terutama ketika mereka mampu hijrah ke Madinah dan mendirikan pemerintahan  yang sangat efektif dan berkembang. Rasullullah SAW  dengan Qur’an dan ajarannya mampu merubah tatanan dunia menjadi lebih berbudaya hingga saat sekarang. Padahal beliau adalah anak yatim, penggembala ternak dan buta huruf. Namun leadership, kejujuran, managemen, ketegasan dan kebaikan budi pekerti beliau mampu melahirkan pemimpin pemimpin besar generasi penerusnya. Menjadikan Islam pernah menguasai lebih dari separuh dunia selama 750 tahun tanpa terhenti.

Kemampuan dan kehebatan Temujin ditempa sejak dia masih kecil hingga remaja. Kehandalan strategy dan keinginan Temujin untuk terus belajar dari kesulitan dan ketersingkiran. Menjadikan dia penakluk dunia yang hingga saat sekarang (lebih dari 800 tahun) belum ada yang mampu menandingi sang Gengis Khan. Sulit dibayangkan bagaimana mungkin seorang manusia dusun dari pedalaman padang rumput monggol mampu menyatukan bangsa bangsa mongol yang ketika itu hobby berperang antar suku. Bahkan kemudian mengalahkan kekaisaran China, masuk ke Persia dan asia tengah hingga ke timur eropa ,rusia. Dimanapun Gengis Khan berada dia selalu mempelajari kehidupan setempat dan kemudian dikembangkan sendiri untuk memperkuat system pertahanan dan kekuasaannya.

Pasca perang dunia II, banyak sekali Negara Negara yang hancur dan bangkrut karena perang kemudian bangkit dan menjadi raksasa militer atau eknomi di saat sekarang. Jepang yang hancur lebur di bom atom USA kemudian bangkit menjadi raksasa teknologi dan ekonomi terstruktur dunia saat ini. Jerman yang runtuh ekonomi dan reputasinya karena mengobarkan perang dunia kemudian bangkit menjadi jawara teknologi dunia. Pasca pemerintahan komunis traditionil di China, masih tetap dengan system komunis tapi dengan system perdagangan yang lebih atraktif, simple, fleksibel dan unik. China kemudian menjadi Negara dengan cadangan devisa terbesar di dunia saat ini. Bahkan Singapore Negara kecil yang tidak memiliki material resources mampu menjadi Negara maju dengan GDP tinggi, human resource dan perdagangan Singapore sangat maju sama seperti halnya dengan Taiwan.

Bagi Negara-negara yang dalam perjalanan sejarahnya pernah tersingkir, terhimpit dalam berbagai kesulitan apabila mereka mampu menjadikan hal tersebut suatu pelajaran berharga. Maka kebangkitan mereka akan lebih dahsyat daripada sebelumnya. Indonesia, bangsaku tercinta pernahdan masih menjadi bangsa yang tersingkir ketika kediktatoran dan korupsi menggerogoti Negara kaya raya resources tapi miskin di pengelolaan dan leadership. Akibatnya kebangkitan belum juga kunjung tiba, cikal bakal kebangkitan dari reformasi politik yang pernah terjadi Cuma sebatas gertakan dan pemanasan. Tidak ada yang tuntas. Bahkan bencana alam yang terjadi belum mampu memberikan effect positif yang berkelanjutan. Perlukah dijatuhkan meteor raksasa dari antariksa untuk meluluhlantakan bumi Indonesia, atau di berikan earthquake dengan skala Richter 9 tepat di permukaan tanah dengan kedalaman kurang dari 10 km, atau disebarkan penyakit menular dan hama penyakit yang menjadi pemusnah massal? Bangsa ini mudah lupa dan tidak mau belajar dari sejarah panjang kenestapaan anak bangsa.

Dedicated for my youngest son “Thareq Akbar Khalifa”, the future leader who was born and expect to unify and bring Indonesia into the great nation

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.